A1news.co.id|Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar dialog refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah bersama insan pers se-Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (14/02/2026) di Gedung Ummi Pendopo Bupati Aceh Tengah. Kegiatan tersebut disiarkan langsung oleh Radio Republik Indonesia Takengon.
Setahun kepemimpinan Haili Yoga dan Muchsin Hasan yang tepat di tanggal 18 februari nantinya merupakan refleksi pemerintahan yang telah berjalan, capaian dan tantangan kedepan akan menjadi bahan evaluasi karena selanjutnya empat tahun lagi Kabupaten Aceh Tengah akan dinahkodai kedua pasangan ini.
Dalam dialog tersebut, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si didampingi Wakil Bupati Muchsin Hasan, MSP serta Sekretaris Daerah, Drs. Mursyid, M.Si memaparkan perjalanan satu tahun pemerintahan yang berfokus pada perubahan perilaku aparatur, pelayanan publik, dan kedekatan pemerintah dengan masyarakat.
Bupati menegaskan sejak awal kepemimpinan, pemerintah daerah membangun konsep pelayanan dimulai dari masjid. Ia menyebut aparatur harus menjadi pelayan masyarakat, bukan sebaliknya.
Menurutnya, langkah tersebut dimulai dari Masjid Agung Ruhamah, yang kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan dan komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Bahkan ruang kerja pimpinan daerah ditempatkan di kawasan masjid untuk memangkas birokrasi dan mempermudah akses pelayanan.
Program sosial seperti Ahad Berkah, santunan rutin, pengajian, hingga pembinaan imam kampung menjadi bagian dari pendekatan pelayanan berbasis keagamaan dan sosial.
Bupati juga menekankan perubahan harus dimulai dari teladan pimpinan, termasuk disiplin bangun pagi dan kedekatan spiritual aparatur.
“Kalau pemimpin dan jajaran tidak memberi contoh, maka kita tidak akan mampu mengajak masyarakat berubah”, ujarnya.
Selain itu, evaluasi internal dilakukan melalui retret seluruh SKPK dengan menanyakan langsung dampak pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelayanan administrasi kependudukan seperti KTP dan akta kelahiran yang kini dipercepat bahkan diberikan sejak bayi lahir maupun saat terjadi musibah.
Sementara itu Wakil Bupati Muchsin Hasan menyampaikan bahwa masjid menjadi pusat komunikasi publik, tempat pemerintah menerima aspirasi masyarakat secara langsung sehingga kebijakan lebih tepat sasaran.
Menutup dialog, Bupati menyampaikan pesan yang menjadi penegas arah pemerintahan lima tahun ke depan. “Pemimpin itu pelayan. Kita harus hadir lebih awal dari masyarakat. Jangan sampai tamu lebih siap daripada tuan rumah. Jika kita ingin Aceh Tengah maju, maka pemerintah harus lebih dulu berubah”, ungkap Bupati.
Bupati Aceh Tengah berharap masyarakat terus memberikan dukungan agar cita-cita Aceh Tengah maju, sejahtera dan berkarya dapat terwujud bersama.(*)






















