A1news.co.id|Takengon – Suasana hijau dan semangat gotong royong mewarnai halaman SMA Negeri 4 Takengon pada Sabtu pagi.
Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan, bahu-membahu melaksanakan kegiatan penanaman pohon berbuah, bibit ubi cilembu, dan bibit nanas di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menjadi simbol nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus wadah pembentukan karakter bagi peserta didik.

Kegiatan ini dikemas dengan cara unik dan inspiratif. Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan cita-cita mereka di masa depan, seperti kelompok calon polisi, tentara, guru, dokter, dan wirausahawan.
Setiap kelompok didampingi oleh guru pembina yang memberikan arahan serta motivasi selama kegiatan berlangsung.
Kepala SMA Negeri 4 Takengon, Syafriadi, S.Si., menjelaskan bahwa konsep pembentukan kelompok berdasarkan cita-cita ini bertujuan menanamkan semangat perjuangan dan tanggung jawab sejak dini.

“Kami ingin setiap siswa menanam bukan hanya pohon, tetapi juga harapan dan tekad untuk masa depan mereka,” ujarnya penuh semangat.
Kegiatan ini dilaksanakan sejalan dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin MSP yang tertuang dalam edaran Nomor 400.3.8/5865 tentang pembentukan kelompok dan penamaan pohon di lingkungan sekolah.
Setiap pohon yang ditanam wajib diberi label nama serta memiliki penanggung jawab yang jelas. Kebijakan ini bertujuan menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) dan karakter tanggung jawab di kalangan siswa.
Penanaman dilakukan di berbagai titik strategis di lingkungan sekolah. Pohon berbuah, ubi cilembu, dan nanas menjadi pilihan utama karena memiliki nilai produktif dan manfaat jangka panjang.
Setiap kelas mendapatkan lahan khusus untuk dikelola secara mandiri, mulai dari proses penanaman hingga perawatan.
Selain memperindah lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa tentang pentingnya menjaga alam dan mengelola sumber daya secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, siswa belajar disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Mereka juga memahami bahwa hasil besar berawal dari langkah kecil,” tambah Syafriadi.
Yang menarik, hasil panen dari ubi cilembu dan nanas nantinya akan diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomis.
Siswa akan belajar mengolah ubi cilembu menjadi keripik, brownies, dan produk olahan lainnya, sementara nanas akan diolah menjadi selai, sirup, dan manisan.
Produk-produk ini tidak hanya untuk konsumsi internal sekolah, tetapi juga akan dipasarkan untuk menghasilkan keuntungan yang dapat digunakan sebagai dana kegiatan siswa dan pengembangan program sekolah.
Langkah ini sekaligus menjadi pembelajaran kewirausahaan praktis bagi siswa, mengajarkan mereka tentang manajemen produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan.
Kegiatan penanaman ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan menggabungkan aspek lingkungan dan ekonomi, SMA Negeri 4 Takengon berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki jiwa tangguh, peduli lingkungan, dan berjiwa wirausaha.
Dengan semangat hijau yang terus tumbuh, SMA Negeri 4 Takengon membuktikan bahwa menanam pohon berarti menanam masa depan yang lebih hijau, sehat, dan penuh harapan.(*)






















