A1news.co.id|Aceh Singkil– Banjir mulai mengepung kawasan Ibukota Aceh Singkil. Laju kecepatan air mulai meningkat sejak beberapa hari terakhir hal ini membuat masyarakat yang terdampak mulai menjaga anggota keluarga terutama bagi anak agar menghindari pemandian berarus kencang, 23/5/2024.
Seperti perumahan bantuan caritas ( Trans DAS) yang memiliki 3 Desa yakni Siti Ambia, Teluk Ambun, dan Takal Pasir kondisi banjir nya meningkat signifikan hanya jalan jalan poros atau lorong saja yang tidak di genangi banjir.
Zai warga Desa Siti Ambia mengatakan banjir kali ini sudah berbeda dengan perubahan warna air kekuningan bukan lagi kemerahan menandakan air di mudik telah banjir di bagian lembah yang telah meluap menuju kelaut Singkil .
Saya kuatir kalau ada warga yang membutuhkan bantuan pangan yang saat ini toh gencar di lakukan baik Desa, Dinas Pangan, atau lain sebagainya.
Trans Das Singkil merupakan wilayah yang cukup dekat dengan Ibukota Aceh Singkil, yang sebelum nya berupa hutan belantara berstruktur gambut rendah dan basah.
Mulai di forestasi sejak pasca gempa tektonik 28 Maret 2005 silam berpusat di Nias yang memporak- porandakan Nias dan 1000 an warga Nias tewas pada bencana tersebut , termasuk meluluh lantakkan Aceh Singkil pasca Tsunami 26 Desember 2004.
Sehingga Non Government Organsation (NGO) perwakilan negara-negara Eropa memberikan bantuan ratusan perumahan berstruktur kayu lokal yang pelaksanaan nya di pimpin oleh negara Swiss.
Namun, seiring berganti tahun kawasan tersebut stagnan dalam upaya perbaikan struktur layanan publik.
Hal itu di duga banyak ketidak mampuan warga nya dalam upaya penimbunan wilayah perumahan milik nya .
Atau sekedar mendirikan kawasan pertokoan dan rumah permanen, namun perkembangan infrastruktur masyarakatnya mendirikan rumah panggung yang di anggap lebih murah tanpa upaya penimbunan.
Namun demikian Trandas adalah wilayah penghubung efektif menghubungkan Kecamatan Singkil- Gunung Meriah,
Akan tetapi saat ini jalanan tersebut nyaris tak dapat di gunakan akibat belum di bangunnya jalan permanen , walau sudah ada penggangaran warga berharap cepat realistis. (Irfan)






















