A1news.co.id|Kutacane– Lembaga Swadaya Masyarakat Generasi Muda Peduli Tanah Air ( gempita ) dan wartawan media Binkari baru ini turun ke lokasi proyek Dana Desa pembangunan lumbung kute, di Desa Lawe Bekung Tampahan pada tanggal 22 Mei 2024 Rabu siang.
Saat di lokasi LSM gempita dan rekan media Binkari menemukan pronyek tersebut terkesan terbengkalai pasalnya tidak adanya aktivitas pengerjaan di lokasi,
Saat di konfirmasi oleh awak media melalui aplikasi WhatsApp kepada Pj Pengulu Desa Lawe Bekung Tampahan enggan untuk menjawab beberapa kali di layangkan chat dan di telpon tidak ada jawaban terakhir Pj Pengulu tersebut mengatakan ” saya lagi ada kerja” saat di tanyak kembali kapan kiranya bisa ada waktu bertemu namun sampai saat ini tidak ada jawaban.
Adapun anggaran pembangunan lumbung pangan tersebut yang menggunakan dana desa Ter plot di papan pronyek sebsear Rp. 300,000.000, untuk tahap pertama diblerjakan n dengan dana sebesar Rp. 190.230.000, dan tapa kedua sbesr Rp. 109.770.000, belum lagi dana penambahan juga syarat indikasi korupsi sebesar Rp. 139.000.000,
Hanya di duga dua kegiatan saja yaitu pembangunan pos kamling yang hanya terbuat dari papan dan kayu, dan jalan rabat beton dari pintu masuk desa ke kanan sampai kerumah Pj Pengulu kurang lebih hanya 100 meter,
Nah kami menduga bahwa Pj Pengulu tersebut hanyalah memperkaya kan diri saja pasalnya dari kegiatan tersebut kita ketahui tidaklah begitu banyak memakan anggaran,
LSM gempita akan secara resmi melaporkan Dana Desa dari tahun 2023 hingga 2024 yang di kelola oleh Pj Pengulu Desa Lawe Bekung Tampahan tersebut ke pihak APH, Ungkapnya.(RL)






















