A1news.co.id|Lhokseumawe– Di era tahun 80/90 an nama penyakit menular ini sangat popular di tengah tengah masyarakat Indonesia pada umumnya dan Aceh pada khususnya.
Penyakit ini sangat ditakuti oleh manusia karena bisa menular tanpa disengaja dan tanpa disadari.
Dan penularannya sangat mudah.Bisa melalui hubungan badan, jarum suntik,donor darah, pisau cukur dan congkel gigi.
Penyakit ini adalah penyakit yang berbahaya yang mematikan selain penyakit jantung, diabetes, Darah Tinggi, Ginjal, Kusta, Kanker, TBC yang obatnya sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan.
Menurut para ahli di bidangnya mengatakan bahwa sumber penyakit berjangkit dari kebiasaan buruk perilaku korbannya yakni melakukan sek bebas.
Dan melakukan hubungan seksual sesama jenis Homo dan Lesbian.
Menurut Kadis Kesehatan Kota Lhokseumawe, Safwaliza,S.Kep kepada salah satu media lokal di Lhokseumawe mengatakan angka penderita HIV/AIDS di Lhokseumawe sudah mencapai angka 106 kasus.
Dari angka tersebut ada seorang bayi berusia 11 bulan meninggal dunia akibat terjangkit HIV/AIDS positif yang ditularkan oleh ibu kandungnya ditahun 2022.
Penderita penyakit menular yang mematikan ini dilindungi oleh undang-undang kerahasiaan nya,dia berobat secara khusus dengan pendamping,dan gerak geriknya terus dipantau.
Safwaliza menyebutkan kasus ini terus bertambah jumlahnya dari tahun ketahun.
Hal ini perlu perhatian bersama baik itu masyarakat, kinerja tim pendamping lapangan.
Kita di ingatkan agar berhati dan awas, kalau kita cukur rambut/jenggot di barber shop/tukang pangkas pastikan pisau cukurnya baru bukan bekas pakai.
Dan kalau abis makan di warung pastikan juga congkel gigi nya bukan bekas pakai.
Dan hindari sex bebas dan berhubungan badan hanya dengan pasangan yang sah menurut agama.Dan biasakan hidup bersih dan sehat,kata seorang bijak ketika dikonfirmasi hal ini.(Din)






















