A1news.co.id|Langsa– Menurut saudara zulfadli ,S.sos.i, MM. selaku tokoh yang peduli dengan generasi pemuda di Kota Langsa.
Beliau menghimbau, dengan memperingati kemerdekaan indonesia yang ke 79 tahun ini kita pun wajib juga mencermati beberapa aspek mengenai kemajuan pemuda dan pemudi di Kota Langsa.
Di mana menurut pantauan beliau, setiap tahunnya banyak generasi – generasi muda dan pemudi di kota langsa menjadi ancaman terhadap pemerintah daerah, gimana tidak. Ujar beliau,
“Lapangan pekerjaan saja selalu kurang buat menyerap tenaga kerja untuk pemuda dan pemudi di Kota Langsa dan lulusan SLTA berbagai sekolah di kota langsa yang lulus setiap tahunnya tentu saja itu menjadi polemik yang ada di kota langsa.
Sementara harapan dari pemerintah daerah untuk menyikap hal ini mereka mengharap lulusan dari SLTA dapat melanjuti kejenjang taraf yang lebih tinggi lagi (sarjana) dan hal ini sebenarnya menjadi polemik kembali terhadap orang tua dari pemuda dan pemudi di kota langsa ini.
Karenakan tidak semua orang tua pemuda dan pemudi yang berkecukupan untuk.membiayai anaknya ke sarjana dan Sarjana pun bukan suatu patokan buat menjamin lepasan dari sarjana bisa dapat pekerjaan.
Soalnya perusahaan di kota langsa sangatlah minim dan kalau pun ada itu pun gajinya tidak sesuai dengan UMR dan hal itu di hitung dengan menggunakan Upah minimum Kota (UMK) sementara kebutuhan Pokok yang beredar di kota langsa di translate dari luar kota langsa tentu hal itu menjadi Pokok penyebabnya harga barang pokok itu menjadi mahal.
Yang di temui salah satu awak media, tokoh masyarakat di kafe di wilayah kota Langsa. kemudian beliau menambahkan kembali,
Yang ironisnya lagi di kota langsa ini pemerintahnya kurang ada bertanggung jawab terhadap perkembangan pemuda/i di kota langsa yang di mana kebanyakan dari mereka masih banyak pengangguran pemuda/i tersebut.
Salah satunya kurang perhatian dari pihak pemerintah daerah kepada pemuda/i yang ada di kota langsa dan ini bisa di tandai dengan kurangnya pemberian modal usaha untuk pemuda/i di kota langsa.
Sementara warga kota langsa sendiri bukanlah masyarakat yang tergolong semua serba kaya dan kebanyakan dari mereka sendiri sudah terlilit dengan utang kendaraan sepeda motor kepada pihak Leasing.
Zulfadli menambahkan kembali, saya berharap kedepannya kepada pemuda dan pemudi di kota langsa untuk memilih wali kota langsa yang defenitif jangan hanya berpatokan kepada uang semata.
Tetapi haruslah melihat jiwa kepeduliannya untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan di kota langsa kalau perlu ikat sama notaris kalau ada aturannya seperti itu agar bisa kita tuntut oknum Walikota tersebut apabila dirinya berbohong kepada pemuda dan pemudi di kota langsa.
Karena saya mencermati disamping saya pengamat saya punya lembaga yang dimana banyak sekali laporan dari beberapa masyarakat di kota langsa ini ekonominya tidak sejahtera.
Maaf saya mencermati kebanyakan oknum-oknum wali kota di langsa itu kurang serius menangani pengangguran di kota langsa.
Zulfadli meminta sekali lagi kepada pemuda dan pemudi di kota langsa jangan mau terjebak dari bujuk rayuan mereka-meraka berserta kroni-kroninya karena kebaikan mereka sifatnya sesaat saja tetapi bisa melukai selama lima tahun kedepannya.Ujar Zulfadli kepada pemuda dan pemudi di Kota Langsa.(Hen)






















