A1news.co.id|Subulussalam– Momentum Pilkada 2024 di Kota Subulussalam merupakan sebuah kesempatan penting untuk menentukan arah Kota Subulussalam selama 5 tahun ke depan.
Komisi Pemilihan Umum (KIP) Kota Subulussalam telah menerima Empat berkas pendaftaran bakal pasangan calon Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam.
Ini menunjukkan bahwa proses demokrasi sedang berlangsung dengan intensitas tinggi di kota yang dijuluki sebagai “kota Metuah.
Pilkada dianggap sangat fundamental dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia. Menurut amanah wajib konstitusi dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Pasal (18) Ayat (4), “Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota dipilih secara demokratis.”
Dengan demikian, pemilihan Kepala Daerah ini sangat penting dalam menentukan sosok pemimpin yang mampu membawa kota ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Masyarakat Kota Subulussalam diharapkan berpartisipasi aktif sebagai pemilih dan menilai visi dan misi berbagai pasangan calon dalam menentukan sosok pemimpin yang tepat.
Banyak tantangan yang harus dihadapi dalam membangun kota ini, salah satunya adalah menghadapi keterpurukan .
Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya strategi yang efektif untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga,
Anharudi.SE,seorang putra Subulussalam tokoh kecamatan longkib yang sekaligus politisi partai Golkar Kota Subulussalam yang sedang , menyatakan bahwa kota Subulussalam butuh sosok pemimpin seperti Pajri Munthe.S.Sos yang visioner dan mampu hadir di setiap golongan masyarakat. “kota Subulussalam butuh pemimpin yang paham akan situasi dan kondisi masyarakat.
Selain itu, pemimpin Kota Subulussalam juga harus bisa menghadirkan berbagai program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan bekerja secara nyata di berbagai sektor seperti Perekonomian, Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan,” tegas Anhar.SE.
Lebih lanjut, Anhar juga menambahkan bahwa kandidat harus memperhatikan peningkatan infrastruktur dan tata ruang kota sebagai salah satu sektor yang berfungsi meningkatkan perekonomian lokal, kualitas hidup masyarakat, dan membuka peluang investasi.
“Membangun kota Subulussalam tidak bisa hanya dengan janji-janji manis terhadap masyarakat.
Menciptakan kesejahteraan juga tidak akan tercapai hanya dengan politik pencitraan. Tetapi membangun kota harus dengan ketulusan, ide, dan gagasan, serta memberikan dampak secara nyata di tengah-tengah masyarakat Fakar(fajri karlinus) solusinya,” pungkas Anhar SE,(Ramona)






















