A1news.co.id|Takengon– Dari segi estetika ritme, ungkapan “Sede pasti menang SEDE pasti menang SEDE pasti menang (3x) itu akan menjadi doa dan InsyaAllah akan dijabah oleh IllahiRabb, Amin Allahuma Amin.
Tentu semua ini tidak berlangsung secara kebetulan. Menurut hukum kejadian, Allah al-Khaliq InsyaAllah telah menyiapkan takdir “Gelora Shabela-Eka terus membahana” sebagaimana kita pahami Dalam hadits shahih Muslim, Abdullah bin Umar r.a. mengatakan Rasulullah SAW bersabda bahwa takdir atau qadar semua makhluk telah dibukukan oleh Allah SWT 50,000 (lima puluh ribu) tahun sebelum langit dan bumi diciptakan.
Begitu juga acara Shabela-Eka ditengah pengukuhan tim SEDE Lut Tawar yang dilaksanakan hari Sabtu, 19-10-2024 di pekarangan kediaman Calin Bupati Aceh Tengah Shabela sangat meneggelora.
Sudah ditentukan tempatnya, dan ditetapkan semua aksesorinya, termasuklah ritme yang sangat enak didengar telinga, yaitu “Gelora Shabela-Eka” dengan nyanyian Shabela-Eka dan SEDE menang menang menang.
Jadi, para penggemar SEDE di seantero 295 kampung perlu memahami bahwa ‘privilege’ (keistimewaan) ungkapan “Gelora SEDE menyala dimana-mana, Gelora Shabela-Eka” memang benar-benar luar biasa.
Berdasarkan keistimewaan ritme lagu yang dinyanyikan Shabela-Eka dan SEDE SEDE SEDE Menang ini, ditambah dengan ‘privilege’ lain berupa kehadiran hadirin seluruh partai pengusung, pendukung dan penggerak relawan orang yang datang secara sukarela dengan biaya dan risiko sendiri.
Tanda-tanda yang ringan ini saja pun menunjukkan keberpihakan alam kepada SEDE Menunjukkan kemenangan Shabela Abubakar dan Eka Saputra di Pilbup 2024.
Kondisi serba pas itu terlihat dari ciri-ciri lain. Misalnya, kehadiran sosok Shabela dan Eka bukanlah tifikal yang diremot dan kelompok “Beruang” (kelompok Oligarkhi pemodal).
Shabela Abubakar dan Eka Saputra sama-sama memiliki kebolehan orasi yang mampu membangkitkan semangat khalayak
Para hadirin dengan mengangkat 3 jari Diatas memang Nice sekali, Shabela berapi-api, Eka Saputra juga seperti dibakar kalau beliau menyampaikan pidato.
Lapangan Kediaman Shabela di paya tumpi sangat menggelora, yakni, gelora orasi beliau di depan ratusan massa, hari ini (19 Oktober) Akan membukukan Gelora kemenangan SEDE hanya untuk rakyat Aceh Tengah, sekali pagi bukan kemenangan kelompok.
Kemenangan prinsip demokrasi SEDE tulus-ikhlas, jujur dan adil. Bukan demokrasi berbayar. Yaitu, demokrasi yang menghadirkan khlayak dengan bayaran.
Kepada pihak lain kita memohon agar selalu bersabar dan tabah menerima ‘kondisi kekalahan’ yang telah ditakdirkan 50,000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.
Dan, perlu lebih tabah lagi ketika ‘kondisi kekalahan’ itu berubah menjadi ‘kekalahan telak pada 27 November 2024 nanti.
Banyak yang mengatakan bahwa Penyerahan dan pengukuhan Tim di Paya Tumpi hari ini akan menambah barometer kemenangan Shabela-Eka. Sebetulnya, barometer itu sudah bertebaran di mana-mana.
Di mana saja Shabela atau Eka berkunjung silaturahmi maupun berkampanye, di situ ada massa yang menjadi barometer bahka tak bisa dipungkiri memang Shabela secara defacto InsyaAllah sudah menang.
Untuk Pak Shabela dan Eka selamat untuk terus berkampanye, InsyaAllah dimanapun SEDE hadir masyarakat siap menggelorakan SEDE.
Penulis : Said Muslim






















