A1news.co.id|Subulussalam– Bangunan Gedung Tata boga SMK Negri 2 Simpang Kiri ,kota Subulussalam di kerjakan di duga asal jadi Sesuai dengan Hasil Investigasi Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI)DPC Kota Subulussalam Ahmad Rambe di lapangan Rabu 16/10/2024 sangat merasa prihatin setelah menyaksikan Fisik bangunan tsb asal jadi.
Menurut Ahmad Rambe semua itu terjadi akibat kurang nya Pengawasan dari pihak konsultan ,sehingga Kwalitas bangunan tersebut sangat bobrok ,salah satu contoh terlihat Balok beton sudah ada yang patah dan juga pasangan Tiang beton bangunan utama Banyak sudah sumpel dan Retak sehingga besi Tulangan Beton jelas terlihat dengan kasat mata, maka menurut kami keretakan dan patah nya Tiang Beton tersebut akibat campuran material semen dan pasir tidak sesuai dengan RAB ,
Sesuai dengan keterangan yang di himpun dari salah seorang yang mengaku sebagai kepala Tukang (Amin) mengaku bahwa pekerjaan tersebut sudah hampir mencapai tujuh lima Persen, namun Amin mengaku selama pekerjaan sudah mencapai 60 hari lebih, Pihak Tim pengawas baru empat kali datang ke lokasi, dan sampai saat ini mereka belum pernah jumpa lagi dengan pengawas tersebut,
Masih menurut Ahmad Rambe ,pihak nya telah meng konfirmasi langsung pihak sekolah terkait dengan bobrok nya bangunan fisik Tata Boga yang menelan biaya 1.569 .000.0000 juta itu ,kepala sekolah sekolah telah mengakui bahwa mereka telah pernah di tegur oleh pihak Propinsi tentang penggunaan meterial Pasir yang bercampur tanah dan sampah.
Namun apa hendak dikata karena Didaerah ini hanya satu pengusaha pasir yang memiliki ijin galian C, maka kami harus tetap membeli nya juga pungkas Kepala sekolah ,kepada ormas LAKI ,
mengenai pengawas bangunan pihak sekolah mempersilahkan untuk menghubungi langsung ,Budiman Bako namun setiap di hubungi pihak pengawas mengaku sedang berada di Medan.
Maka pihak ormas LAKI telah meminta kepada pihak sekolah dan pihak pengawas untuk tidak melanjut kan bangunan tersebut sebelum memperbaiki terlebih dahulu demi menjaga hal – hal yang tidak di ingin kan di belakangan hari karena bangunan tersebut di gunakan untuk pasilitas anak – anak sekolah maka dikhawatirkan akan menanggung resiko sangat tinggi ,
Maka untuk itu Ahmad Rambe juga meminta kepada aparat hukum baik dari Kejari dan Polres kota subulussalam untuk segera turun kelapangan sekaligus menghentikan pekerjaan tersebut sebelum memperbaiki demi menghindari resiko juga sampai memakan korban nanti ,
Pekerjaan Gedung Tata Boga SMKN 2 Simpang Kiri tersebut berasal dari dana DAK Fisik Tahun 2024 .dengan Anggaran Rp1.569.000.000.(Satu Milyar Lima Ratus Enam Puluh Sembilan Juta ).
Hasil konfirmasi Ormas LAKI






















