A1news.co.id|Blangkejeren –Isu sengketa terkait pengelolaan dana desa di Kampung Terlis kecamatan trangun Kabupaten Gayo lues semakin memuncak dan menimbulkan ketegangan yang signifikan di tengah masyarakat.
Penolakan terhadap program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh pemerintah desa mendapat respon negatif dari masyarakat setempat. Selasa(15/07/2025).
Alasan utama ketidakpuasan masyarakat terlihat jelas dari kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa dan pelaksanaan roda pemerintahan.
Masyarakat merasa bahwa kepala desa selama ini menutup-nutupi informasi penting terkait keuangan desa, sehingga menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan yang mendalam.
Hal ini, menurut mereka, menghambat partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan yang sangat krusial bagi kemajuan desa.
Salah satu masyarakat yang mewakili masyarakat Kampung Terlis, Aman Jalam, secara tegas menyampaikan aspirasi masyarakat.
Ia mengatakan jami sudah muak dengan tingkah laku perangkat desa selama ini. Dalam pengelolaan dana desa maupun dalam pergantian perangkat desa sering dilakukan tanpa melakukan musyawarah dan pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat.
Tindakan seperti ini tidak mencerminkan prinsip demokrasi dan transparansi yang seharusnya dijunjung tinggi.” Ucapannya menunjukkan betapa dalamnya rasa kecewa dan frustasi masyarakat terhadap pemerintahan desa mereka.
Menurut Aman Jalam, setelah melalui diskusi dan berbagai pertemuan masyarakat, terdapat kesepakatan Mosi tidak percaya yang ditandatangani lebih dari setengah masyarakat Kampung Terlis.
Kesepakatan tersebut berisikan tuntutan agar kepala desa beserta kroninya segera mengundurkan diri dari jabatannya.
“Kami berharap dengan pergantian pimpinan yang lebih terbuka dan bertanggung jawab akan membawa desa kami menuju arah yang lebih baik, terutama dalam hal pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel,” tambah Aman Jalam.(SH)






















