A1news.co.id|Takengon – Ada apa dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah, gonta ganti Plt Kadis, kenapa tidak lantik kepala Dinas definitif terus.
Hasil dari rangkuman media A1news.co.id di lapangan, penggantian Kadis Disdikbud Aceh Tengah di mulai dari masa oknum Kadis inisial US yang tersangkut kasus korupsi.
Pelantikan Pelaksana Tugas (Plt) dimulai dari Harun Manzola masuk masa pensiun kemudian di lantik Ruhdi S.Pd menjadi Plt Kadisdikbud yang kedua, selanjutnya Plt pindah ke tangan Kautsarsyah menjadi Plt ketiga, berpindah tangan ke Jauhari Plt Kadisdikbud yang ke empat, hanya hitung hari, berpindah tangan ke Latif Rusdi untuk ke lima.
Sekarang, jatuh ke tangan Sukardi Plt Kadisdikbud setelah di lantik menjadi Sekretaris Disdikbud ke enam kalinya, yang sebelumnya Sukardi menjadi Plt GTK Disdikbud Aceh Tengah.
Ada apa dengan Sukardi sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Bener Meriah menjadi orang nomor satu yang mengurus pendidikan SMK/SMA/SLB.
Mengapa mau menjadi Plt Kadisdikbud Aceh Tengah, apakah Kebablasan atau terlena?
Seharusnya, Bupati Haili Yoga jeli menetapkan orang nomor 1 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah terlepas dari kepentingan politik, kita ketahui jika pendidikan di masukkan dalam kepentingan politik makanya akan terjadi pada pelantikan Kepala Sekolah pada Bulan 7.
Maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah makin amburadul dan masuk dalam keterpurukan.
Sungguh memprihatinkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah seperti menjadi korban ajang kepentingan politik, sementara Bupati Haili Yoga sibuk menerapkan “Sekolah Belangi”.
Tapi urusan Administrasi di Disdikbud bergonta ganti nama Plt Kadisdikbud, ini bertanda ketidakmampuan Bupati Haili Yoga untuk mendefinitifkan Kadisdikbud Aceh Tengah dan menyempurnakan administrasi di Dinas tersebut.
Bupati Haili Yoga jangan sibuk menerapkan program tapi sistem dan manajemen di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah yang mengurus seluruh Kepala Sekolah, Guru dan Siswa di tingkat PAUD, TK, SD dan SMP masih semrawut dan mereka pun bingung mengurus berkas, Bupatinya asyik gonta ganti Plt Kadisdikbud.(*)






















