A1news.co.id|Takengon – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung di Kabupaten Pidie Jaya resmi ditutup dengan penuh haru dan kebanggaan, Sabtu (8/11/2025)
Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah mempertemukan para kafilah dari seluruh kabupaten/kota se-Aceh dalam semangat syiar Al-Qur’an.
Dalam ajang tersebut Aceh Besar berhasil meraih juara umum dengan total nilai 379 poin, disusul dengan Kota Banda Aceh di posisi kedua, dan Kabupaten Pidie Jaya sebagai juara ketiga.
Dalam perlombaan tingkat se -Aceh ini, tiga kabupaten di wilayah tengah tidak lolos nominasi MTQ Aceh Ke 37 di antaranya Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues tidak masuk sepuluh besar.
Meski belum diketahui secara pasti urutan ketiganya, capaian tersebut menambah catatan panjang dalam kegagalan ketiga kabupaten itu dalam perhelatan MTQ tingkat Aceh.
Hasil informasi yang di input oleh Media A1news.co.id bahwa Kabupaten Aceh Tengah yanya berhasil melangkah membawa pulang juara di beberapa cabang perlombaan.
Seperti Ahlin Mutuah Juara II Cabang Khat Kontemporer Putra, Rafika Sahara Juara III Cabang Tilawah Remaja Putri, Aulia Iska Juara III Cabang Tilawah Cacat Netra Putra, Selain itu, Yasarah peserta Cabang Tilawah Dewasa Putri meraih Harapan I.
Kabupaten Aceh Tengah hanya bertengger di nomor 14 dengan poin 45, tidak masuk dalam 10 besar. Ini menjadi PR besar bagi Bupati Haili Yoga dan Wakil Bupati Muchsin Hasan untuk melakukan perubahan Kabupaten Aceh Tengah pada MTQ Aceh Ke 38 yang akan datang agar bisa masuk 10 besar.
Dalam sambutannya Wakil Gubernur Fadhullah, ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ merupakan momentum penting untuk menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat Aceh terhadap Al-Qur’an.
“MTQ bukan hanya ajang menunjukkan kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an, Tetapi juga sarana untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Fadhlullah.
Ia berharap melalui kegiatan MTQ, masyarakat Aceh semakin termotivasi untuk mempelajari dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
Dek Fadh juga menegaskan pentingnya pembinaan Qari dan Qariah secara berjenjang mulai dari gampong hingga provinsi, sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Qur’ani Aceh.
Menanggapi hal tersebut Bupati Aceh Tengah Haili Yoga ia cuma hanya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh kafilah dan pelatih yang telah berjuang membawa nama baik Kabupaten Aceh Tengah.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih para peserta.
Walaupun kita tak bisa meraih dengan nilai lebih tinggi dari daerah daerah lain, tapih Ini menunjukkan bahwa generasi Qurani dari Aceh Tengah terus tumbuh dan berdaya.
Pemerintah daerah akan terus memperkuat pembinaan agar prestasi seperti ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa mendatang”, Pungkasnya Bupati Haili Yoga sat menghadiri Acara penutupan MTQ ke 37.(*)






















