A1news.co.id|Takengon – Pihak Komite dan SMP Negeri 1 Takengon mengklasifikasikan keluhan wali murid yang beredar di media sosial beberapa hari yang lalu.
Dengan menindaklanjuti perihal keluhan wali murid, Komite dan Pihak Sekolah SMP Negeri 1 Takengon bersama Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah mengadakan musyawarah.
Tampak hadir Ketua Komite H.Rasyid, Kepada Sekolah Zakaria S.Pd dan Kabid Dikdas Nikmatul Jannah M.Pd, MM mewakili Disdikbud Aceh Tengah dan beberapa guru dan pengurus Komite
Ketua Komite menyampaikan perihal kronologi sebenarnya terkait terjadi perihal keluhan wali murid tersebut beredar di media sosial.
Program unggulan PAI di adakan khusus bidang studi Pendidikan Agama Islam seperti Al-Qur’an, Hadist, Tahfuzh, Tahsin, hapalan surah surah pendek, perbaikan tahsin dan tajwid, cara berwuduk dan Sholat sesuai Fiqih sudah sudah berjalan mulai September, Oktober, November tahun 2025.
Tenaga professional yang sudah mengajari bagaimana tentang mengaji, mengajar shlat dan lainnya kan harus di gaji.
Para pengajar ini pun menanyakan perihal tersebut kepada bendahara dan Ketua Komite, karena segan sudah menanyakan gajinya, bendahara membuat himbauan kepada wali murid untuk membayar uang komite tersebut.
Mungkin kesalahan kami menghimbau dengan situasi bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Aceh Tengah.
Kami sebagai pihak Komite pun memohon maaf atas perihal himbauan tersebut karena kami pun segan Gaji tenaga professional harus kita bayar juga, mereka pun butuh makan dan untuk biaya hidup karena barang kebutuhan sangat mahal pasca bencana ini, Ungkap Rasyid.
Kabid Dikdas Nikmatul Jannah mewakili Kadisdisbud Aceh Tengah dalam musyawarah menyampaikan untuk sementara ekstrakurikuler di hentikan agar proses belajar-mengajar pasca bencana berjalan dengan baik.
Kita ketahui saat ini masyarakat Aceh Tengah khususnya Wali murid di SMP Negeri 1 Takengon tidak semua punya penghasilan yang sama.
Terkadang dengan situasi seperti ini harus saling memahami, atas kejadian ini tidak ada yang salah cuman terjadi miskomunikasi aja antara pihak Komite dengan Wali Murid.
Karena jika di bicarakan dengan musyawarah pasti punya titik temu, karena semua masalah bisa di selesaikan dengan cara duduk bersama dan diskusi, Ungkap Nikmatul Jannah M.Pd.MM.
Kepala Sekolah SMPN 1 Takengon Zakaria, S.Pd di akhir musyawarah menyampaikan kami sebagai pihak sekolah menawarkan Program Unggulan PAI ini kepada Komite Sekolah untuk di Musyawarakan.
Upaya ini dapat kiranya membentuk Karakter anak yang lebih baik, menjadi anak amal shaleh ini harapan dan target kita.
Apalagi program ini adalah program lanjutan dimasa sebelumnya yang jelas kami memfasilatasi tempat untuk kegiatan ini yang di laksanakan di sore hari.
Kami pihak sekolah sudah menerima surat pemberhentian dan ditiadakan kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sore hari.
Maka, dengan ada surat tersebut, kami sebagai pihak sekolah akan menindaklanjuti surat tersebut dan kegiatan ini tidak akan di laksanakan lagi, Ungkap Zakaria S.Pd.(*)






















