MENU

47 Gampong di Kota Langsa Siap Gelar Pemilihan Geuchik Serentak Juli 2026

3 menit membaca View : 29
Admin
Berita - 14 Jun 2026

KOTA LANGSA | a1news.co.id

Sebanyak 47 gampong (desa) dari total 66 gampong yang berada di wilayah pemerintahan Kota Langsa dijadwalkan akan melaksanakan pemilihan Kepala Desa (Geuchik) secara langsung pada Minggu, 19 Juli 2026 mendatang.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun media pada Sabtu (13/6/2026), pelaksanaan pemilihan geuchik definitif ini tersebar di lima kecamatan di Kota Langsa. Sementara itu, gampong-gampong yang tidak berpartisipasi tahun ini diketahui baru akan mengakhiri masa jabatan geuchik mereka pada tahun 2028.

​Rincian Peta Pemilihan Geuchik per Kecamatan. ​Berikut adalah sebaran gampong yang akan melaksanakan pemilihan geuchik serentak di Kota Langsa:
1. ​Kecamatan Langsa Kota: Dari total 10 gampong, hanya 3 gampong yang menggelar pemilihan, yaitu Gampong Mutia, Gampong Jawa, dan Gampong Tualang Teungoh. Sementara 7 gampong lainnya baru akan berakhir masa jabatannya pada tahun 2028.

2. ​Kecamatan Langsa Barat: Sebanyak 10 dari total 13 gampong akan melaksanakan pemilihan, sedangkan 2 gampong lainnya menyusul di tahun 2028. (Catatan: Terdapat 1 gampong sisa yang menyesuaikan jadwal berkala).

3. ​Kecamatan Langsa Baro: Diikuti oleh 9 gampong dari total 12 gampong yang ada. Sebanyak 3 gampong sisanya dijadwalkan pada tahun 2028.

4. ​Kecamatan Langsa Timur: Sebanyak 12 gampong dari total 16 gampong akan memilih geuchik definitif baru, sisanya diselenggarakan tahun 2028.

5. ​Kecamatan Langsa Lama: Dari total 15 gampong, sebanyak 13 gampong siap menggelar pemilihan, sementara 2 gampong lainnya akan menyusul pada 2028.

​Kriteria Pemimpin dan Pentingnya Penguatan Resam Gampong
​Menjelang pesta demokrasi tingkat desa ini, berbagai aspirasi dan harapan mulai muncul dari tengah masyarakat. Salah seorang warga Kota Langsa, M. Nur Yusuf—yang akrab disapa T. Anes—menyampaikan pandangannya mengenai kriteria ideal seorang pemimpin gampong ke depan.

​Menurut T. Anes, calon geuchik yang terpilih nantinya harus memiliki pengalaman di bidang pemerintahan, memahami hukum adat istiadat, serta cakap dalam menyusun Resam Gampong (aturan baku desa).

Ia menyayangkan kondisi saat ini, di mana banyak gampong di Kota Langsa diduga belum memiliki Resam Gampong yang kuat dan mengikat.

​”Resam adalah aturan baku di gampong. Contoh kecilnya seperti kegiatan gotong royong yang saat ini partisipasi masyarakatnya mulai menipis.

Hal ini terjadi karena Resam Gampong kita kurang kuat dan tidak memuat sanksi yang tegas bagi warga yang tidak patuh,” ujar T. Anes.

Ia menambahkan bahwa esensi gotong royong sebenarnya memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar membersihkan saluran air.

​Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya rekam jejak, wawasan, dan kematangan emosional seorang geuchik agar mampu memimpin secara arif, bijaksana, serta disegani oleh masyarakat.

​Tantangan bagi Pemimpin Muda
​Terkait maraknya figur muda yang mulai melirik jabatan publik ini, T. Anes menilai keterlibatan generasi muda adalah hal positif, namun tetap harus dibarengi dengan kualitas diri yang mumpuni.

​”Anak muda boleh saja menjadi geuchik. Namun pertanyaannya, apakah mereka sudah memiliki pengalaman pemerintahan? Bagaimana pemahaman mereka tentang adat istiadat dan wawasannya?” tuturnya.

​Ia mengimbau masyarakat Kota Langsa agar lebih jeli dalam menentukan pilihan pada Juli mendatang. Diharapkan, geuchik yang terpilih kelak adalah sosok yang tulus melindungi kepentingan desa dan masyarakat, bukan sekadar berorientasi pada pengelolaan Dana Desa.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS