A1news.co.id|Aceh Singkil – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, bersama DPRK Aceh Singkil, telah mencapai kesepakatan terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2025 yang diproyeksikan mencapai angka fantastis, Rp 849,1 miliar. Dalam nota kesepakatan yang dibahas pada Rabu, 8 Januari 2025.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dipatok sebesar Rp 71,1 miliar, sementara transfer dari pemerintah pusat menjadi kontributor utama dengan Rp 767,5 miliar.
Meski pendapatan yang diproyeksikan cukup besar, Pemerintah Aceh Singkil justru menghadapi tantangan besar, karena pengeluaran belanja daerah 2025 diperkirakan lebih tinggi—mencapai Rp 855,5 miliar. Hal ini menyebabkan defisit anggaran sebesar Rp 6,4 miliar.
Namun, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil tak khawatir, karena defisit tersebut akan ditutupi melalui pembiayaan daerah yang salah satunya berasal dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya, sebesar Rp 7,8 miliar.
PJ Bupati Aceh Singkil, Azmi, mengungkapkan bahwa meskipun ada defisit, langkah pembiayaan sudah dipersiapkan dengan baik, dan proses pengesahan APBK 2025 diharapkan dapat segera diselesaikan.
“Kita optimis APBK 2025 ini bisa segera disahkan, dan pembangunan daerah bisa berjalan lebih cepat demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Azmi.
Selain pembahasan APBK 2025, Pemerintah Aceh Singkil juga mengajukan tiga Rancangan Qanun penting, yaitu Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, perubahan bentuk hukum PDAM Tirta Singkil menjadi Perumda, dan qanun tentang penyelenggaraan kearsipan.
Dengan pengajuan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berharap dapat mempercepat pelaksanaan program pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ketua DPRK Aceh Singkil, Amaliun, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai penundaan paripurna APBK yang sebelumnya terfokus pada Pilkada.
Meski begitu, ia berharap proses pengesahan APBK 2025 bisa segera rampung dan memberikan solusi bagi masyarakat.
Dengan APBK 2025 yang masih memerlukan penyelesaian, masyarakat Aceh Singkil berharap agar setiap langkah yang diambil bisa meringankan beban dan mendukung perkembangan daerah dalam jangka panjang. (Irfan)






















