A1news.co.id|Takengon– Permasalahan yang terjadi di universitas gajah putih Takengon mengakibatkan tutup nya proses Akademik dan Non – Akademik di fakultas pertanian dan ekonomi yang berdampak sangat besar kepada mahasiswa/i di universitas gajah putih.
Penutupan proses Akademik dan Non-Akademik yang dilakukan 2 Fakultas tersebut karena adanya Dualisme Yayasan antara Rektor dan gaji yang tak terbayarkan selama 13 bulan sehingga dosen beserta staf Mogok untuk masuk kampus,
Sehingga Proses Akademik dan Non-Akademik akan masuk, apabila masalah yang terjadi di Universitas Gajah putih Selesai.
syahdan Syahputra selaku BEM fakultas Pertanian Mengatakan 2 fakultas ini tutup adalah bentuk protesnya terhadap apa yang terjadi di lingkungan Gajah putih, yang duluan menutup proses Akademik dan Non Akademik itu adalah Fakultas Pertanian.
Dan kemudian disusul dengan Fakultas Ekonomi, dan kemungkinan besar Fakultas ISIPOL dalam waktu dekat ini juga akan menutupnya.
Dari ke 4 fakultas yang ada di universitas Gajah Putih di perkirakan hanya 1 fakultas yang tidak akan menutup proses Administrasi dan proses belajar mengajar yaitu Fakultas Tehnik.
menurut hemat kami kejadian ini sangat berefek pada mahasiswa hendak menjalankan final kuliah dalam waktu dekat dan beberapa kegiatan mahasiswa lainnya.
syahdan juga menyampai bahwasanya dengan tidak adanya proses Akademik dan Non Akademik maka pencairan beasiswa KIP mau pun Aceh Carong di kekhawatiran tidak dapat disalurkan ke universitas di karenakan ujian UAS yang terhenti.
syahdan berharap masalah ini segera ada tindak lanjut dari pihak yayasan dan sesegera mungkin untuk dapat di selesaikan dan Apabila dalam tidak dapat di selesaikan sejak naiknya rilis kami ini.
Maka kami Aliansi 4 BEM FAKULTAS akan melakukan Aksi mengajak elemen masyarakat utuk melakukan Pembaikotan Kampus secara total pungkasnya.(BA)






















