
A1news.co.id|Aceh Singkil – Sebagai bentuk penyaluran transparansi demokrasi puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa didepan gedung DPRK Aceh Singkil, Kamis 4/9/2025.

Setibanya di lokasi, Aidil salah satu pimpinan korlap bersama rekan mahasiswa menyampaikan agar mereka diperkenankan menghadap pimpinan daerah yaitu Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon , Ketua DPRK H. Amaliun beserta seluruh anggota DPRK yang berhadir.

” Kita hadir disini hanya untuk menyampaikan aspirasi dan jangan menganggap mahasiswa sudah ditunggangi oleh provokator” ujar Aidil.
“Pengamatan di lapangan, para mahasiswa
juga mempertanyakan apa saja kinerja anggota DPRK yang telah tercapai saat ini bagi kesejahteraan rakyat “.
Lantas meminta pimpinan daerah agar segera melaksanakan perbaikan jalan , dan jembatan untuk meminimalisir angka laka lantas di jalan raya pada skala kabupaten.
Tak lupa menanyakan terkait legitimasi beberapa perusahaan sawit yang mengalami pergesekan dengan masyarakat.
Termasuk memberantas isu terkait adanya dugaan PPPK siluman yang menggunakan dokumen atau ijazah palsu saat penjaringan yang telah dilaksanakan sebelum nya pemkab Aceh Singkil, kata Yono , mahasiswa yang juga jadi orator.
Selain itu, unjuk rasa mahasiswa Aceh Singkil merupakan bentuk solidaritas dan rasa prihatin dengan peristiwa nasional yang baru saja terjadi di tingkat pusat.
Menyikapi hal itu , Bupati Aceh Singkil Oyon, menjelaskan salah satu poin mengenai pembangunan jalan “tender saat ini sedang berjalan mengenai jalan saat sedang di proses,termasuk jalan lintas hingga ke Kecamatan Kuala baru” kata Oyon sambil menenangkan demonstran.
Bahkan, ketua DPRK Amaliun, menjelaskan salah satu tuntutan lainnya yaitu soal legalisasi terkait soal perusahaan sawit di daerah Rimo .
“Kami lintas pimpinan di DPRK sudah sepakat, terkait tindak lanjut terhadap perusahaan sawit”.
“Senin, akan kita mulai proses dilaksanakan pansus terkait apa yang disampaikan oleh mahasiswa “, ujar Amaliun.
Akhirnya, pemerintah daerah pun menuai kata sepakat melalui mediasi dengan mahasiswa sembari mendukung pokok aspirasi yang di ajukan mahasiswa mencakup 11 poin tuntutan tergabung dalam tuntutan solidaritas nasional ditambah beberapa problem daerah.
Kegiatan unjuk rasa berjalan damai dan mendapat pengamanan pol PP-WH yang diterjunkan sebanyak 50 personil, lalu Damkar, serta TNI/Polri.
Salah satu warga yang datang kelokasi, Budi, mengaku simpatik dengan rasa humanis oleh pimpinan daerah yang dengan santun menjawab dan berdialog meskipun dengan duduk bersama di lobi depan gedung DPRK setempat, demikian. (Irfan)

Tidak ada komentar