A1news.co.id|Takengon – Anggota DPRK Aceh Tengah sekaligus Ketua Komisi A Fahrijal Kasir hadiri acara “Munyerahni Murid Ari Teungku Guru Ku Urang Tue” yang digelar oleh SMP Negeri 23 Takengon tahun ajaran 2025/2026.
Kegiatan tersebut bahagian dari pengembalian siswa kepada orang tua setelah menempuh pendidikan di sekolah.
Ketua Komisi A DPRK Aceh Tengah, Fahrijal Kasir, dalam pidatonya menyampaikan prosesi adat “Munyerahni Murid Ari Teungku Guru Ku Urang Tue” bukan hanya seremoni perpisahan siswa saja.
Ini melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai adat, pendidikan, dan perjuangan orang tua serta guru dalam membentuk karakter generasi muda.
Hari ini bukan hanya pelepasan siswa, kegiatan ini ketika air mata seorang Guru bertemu dengan doa seorang Ibu untuk anak selama menjalani pendidikan di Sekolah tercinta ini,”Ungkap Fahrijal Kasir.
Ia menyebut prosesi adat istiadat”Munyerahni Murid Ari Teungku Guru Ku Urang Tue” menjadi simbol dalam budaya Gayo bahwa anak tidak hanya dibesarkan oleh orangtua nya dan keluarga.
Akan tetapi juga ditempa dan di didik oleh guru dan dijaga dan di pantau oleh masyarakat serta adat istiadat agar anak anak memiliki norma norma dan adab dalam pergaulan sehari hari di keluarga maupun di lingkungan lagi lingkungan sekolah, Ujar Ketua Komisi A.
Dalam kesempatan itu, politisi muda dari partai Gerindra memberikan penghormatan khusus kepada para guru yang dinilainya memiliki peran besar dalam membangun masa depan daerah melalui pendidikan.
“Guru bukan hanya mengajar membaca dan berhitung. Guru menahan lelah agar muridnya punya masa depan,” katanya.
Di ujung pidato singkatnya, ia berharap kepada para seluruh siswa, berpesan agar tetap menjaga adab, menghormati orang tua dan guru, serta tidak melupakan kampung halaman ketika meraih kesuksesan di masa depan.
“Dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga adat dan budaya Gayo seperti pada kegiatan hari ini.
Karena adat bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga benteng moral generasi muda dan untuk terus membudayakan adat dan istiadat Gayo di agar tidak hilang di mata para anak muda di Bumi Gayo tercinta,” katanya.(*)






















