A1news.co.id|Bireuen– Makam ini sudah sangat populer di tengah masyarakat Aceh dan luar Aceh, terutama bagi para sopir angkutan barang logistik antar propinsi Aceh Sumatera sering mampir ke sini buat memasukkan sejumlah uang kedalam tabung plat besi yang tersedia di sisi makam syuhada ini.
Menurut mereka kuburan syuhada ini adalah kuburan keramat.
Banyak warga yang bernazar agar hajat dan cita kesampaian lalu Mereka ada yang bersedekah berupa uang dan ada juga yang potong kambing di disitu.
Para sopir truk ada yang bernazar kalau barang yang dibawa dari dan ke Medan selamat maka mereka menyedekahkan sebagian uang jalannya ke makam syuhada 8 ini.
Menurut keterangan yang dihimpun dari warga sekitar makam dan pengurus makam yang namanya jangan ditulis menjelaskan secara ringkas sejarah dari makam yang sempat viral ini kepada awak Media.
Makam ini dihuni oleh 8 orang jasad pahlawan dalam satu liang yang syuhada dibunuh oleh penjajah Belanda tahun 1902 yakni 43 THN menjelang kemerdekaan RI 1945.
Mula nya kedelapan pahlawan ini bentrok dengan 24 orang serdadu Belanda di desa Tambu atau Cot Geulungku yang sekarang bersebalahan dengan markas TNI AD.
Dalam baku tembak tersebut delapan orang ini berhasil membunuh 24 orang serdadu Belanda,
Namun naas bagi mereka bantuan serdadu Belanda datang dari pos Jeunib dan kedelapan pasukan Aceh ini tewas ditempat.
Maka masyarakat waktu mengubur kedelapan jenazah nya dalam satu liang sebanyak 8 orang.
Tahun 80 an sampai THN 2000 makam ini banyak diziarahi oleh orang Aceh dan orang dari luar Aceh.
Dan sebagian pengunjung yang sangat fanatik hingga shalat di komplek perkuburan itu.
Melihat gejala ini beberapa ulama mengeluarkan kan fatwa bahwa haram hukumnya shalat di kuburan.
Dan penceramah kondang banyak menyinggung bahwa orang Aceh melakukan syirik yang tidak di sengaja yaitu dengan meng keramat kan kuburan dengan shalat dan potong kambing di kuburan syuhada.
Maka mulai Saat itu sampai sekarang pengunjung sudah mulai berkurang, namun dari sedekah pada penziarah sudah terkumpul sangat pantas.
Sehingga bisa membangun mushalla yang megah didepan makam tersebut yang diperuntukan kan bagi penziarah dan kaum musafir sebagai tempat istirahat dan shalat.Begitu juga dengan bangunan makam sudah dipugar dengan arsitek tingkat tinggi.
Diakhir penjelasan bapak ini merilis nama nama ke-delapan syuhada yang ada dalam makam yaitu ;
1.tgk.Panglima Prang Rayeuk, Jurong Binje.
2.tgk.Muda Len, Mamplam.
3.tgk.Nyak Bale Ishak,Blang Mane.
4.tgk.Meureudu Tambu.
5.tgk.Bale Tambu.
6.Apa Syeh,Lancok Mamplam.
7.Muhammad Sabi,Blang Mane.dan
8.Nyak Ben Matang Sa.Selasa 18 Juni 2024.(Din)






















