
A1news.co.id|Bireuen– Sekda, Ir Ibrahim Ahmad, MSi mengukuhkan Duta Baca (Raja dan Ratu) Kabupaten Bireuen, sekaligus menyerahkan hadiah dan pemasangan selempang kepada para juara yang berlangsung, Sabtu (22/6/2024) siang, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) setempat.

Ketua Dewan Juri, Rizal Fuadi, SPd.I dalam pengumuman juara menjelaskan, untuk raja baca diraih Muhammad Muttaqin dan ratu baca Ayu Mustika, katagori intelegensi Ika Rahmani, dan katagori favorit ada tiga peserta yaitu Rihayatul Aisyi, Maya Fitriani, dan Aziz Almadani, jelas nya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen, Drs Muhammad Nasir, MPd dalam laporan mengatakan.
Tujuan pemilihan raja dan ratu baca ini adalah, meningkatkan minat baca dan literasi di Kabupaten Bireuen, sebagai motivator dan inisiator dalam rangka peningkatan indeks literasi dan kegemaran membaca di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan pemilihan raja dan ratu baca digelar dalam beberapa tahapan yaitu tes tulis tanggal 13 Juni 2024, sesi pertama diikuti 50 orang peserta dan diseleksi jadi 30 peserta. Sesi kedua 30 peserta dan diseleksi jadi 10 peserta.
Selanjutnya untuk tes wawancara dan prestasi digelar Sabtu (22/6/2024) yang diikuti 10 peserta dengan tema “Menebar Energi Literasi di Era Revolusi Digital Menuju Masyarakat Bireuen Yang Gemilang” hasil seleksi terpilih raja dan ratu baca Kabupaten Bireuen tahun 2024.
Sementara itu, Sekda Bireuen, Ir Ibrahim Ahmad, MSi dalam arahannya antara lain mengatakan, membaca merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan berbagai kemampuan intelektual manusia, termasuk daya imajinasi.
Daya imajinasi yang tinggi membuat kreativitas seseorang meningkat, ini karena pembaca berinteraksi dengan kata-kata dalam tulisan, mengubahnya menjadi gambaran dalam benaknya.
Sangat penting bagi generasi muda memiliki daya imajinasi yang kuat agar bisa menjadi aset dalam bekerja saat dewasa nanti.
Perpustakaan harus hadir sebagai penyedia kebutuhan tersebut, dengan tersedianya sarana dan prasarananya.
Lalu, menggerakkan masyarakat agar mau memanfaatkan sumber informasi di perpustakaan.
“Perpustakaan bukan merupakan tumpukan buku. Tapi dengan buku, tersedia jutaan informasi untuk memperluas wawasan masyarakat,” tuturnya.
Sekda juga mengharapkan dengan dikukuhkannya raja dan ratu baca Kabupaten Bireuen tahun 2024 hari ini, menjadi ikon sekaligus ujung tombak dalam kampanye budaya membaca, sebut Sekda Ibrahim Ahmad.(Red)

Tidak ada komentar