A1news.co.id|Takengon– Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Osis Sekolah Penggerak SMP Negeri 5 Takengon Periode 2024- 2025, “Golput Bukan Pilihan”.

Dalam pemilihan Osis secara demokrasi di menangi oleh pasangan Berliana Utari- Muhammad Afis dengan menang telak dari pasangan yang lain.

Acara yang di gelar di halaman sekolah di hadiri langsung oleh Kepala Sekolah Zakaria S.Pd, Wakil Kepala Sekolah, Ketua Komite Salmy Lahmuddin, Seluruh Dewan Guru dan Siswa Siswi.

Kepala Sekolah Zakaria menyampaikan hari ini kita melaksanakan Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Osis Sekolah Penggerak SMP Negeri 5 Takengon.

Dalam pelaksanaan sudah berjalan 8 hari, di mulai dari sosialisasi tata cara penjaringan bakal calon Osis, kemudian pendaftaran Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS, pengundian nomor urut peserta yang di ikuti tiga calon Ketua dan Wakil Ketua.

Selanjutnya, pemaparan Visi Misi 3 calon, debat Kandidat 3 calon Ketua dan Wakil Ketua, pencoblosan penghitungan Suara, dan penghitungan surat suara yang sudah di coblos.

Dan kita juga menyiapkan KPPS dengan jumlah Panitia 10 orang dan ada bilik suara, saksi 10 orang dari 3 Calon Ketua dan Wakil Ketua Osis, Ungkap Kepsek.

Selanjutnya pembacaan nama pemenang oleh Wakil Kepala Sekolah, calon Ketua dan Wakil Ketua Nomor urut 3 Berliana Utari – Muhammad Afis menjadi pemenang telak dalam pemilihan dan dua pasang tertinggal jauh suara.
1. Mutiara Aurel Deswita – Buge Pratama 35 Suara.
2. Vikram Ridwansyah-Agus setiawan 14 Suara.
3. Berliana Utari – Muhammad Afis 138 Suara.
Suara tidak sah 1 suara.
Ditambah, Zakaria bahwa kita mengajari anak murid tentang penting pembelajaran demokrasi dalam Sekolah dan sebagai Sekolah mencipta siswa siswa yang punya jiwa jiwa pemimpin yang bijaksana, punya wawasan, punya abad dan ilmu yang tinggi.
Dan kegiatan ini merupakan Proyek Profil Pembelajaran, Penguatan Pancasila (P5), salah satu program sekolah penggerak terkait pesta demokrasi yang di tertuang dalam Kurikulum Merdeka.
Saya juga berterimakasih kepada semua para dewan guru yang sudah bekerja keras membantu anak anak dalam mengajari metode Demokrasi yang jujur, adil dan transparan.
Disini bukan soal menang dan kalah tapi membuktikan kerja sama antar pasangan, dan dengan kandidat lainnya, yang menang merangkul yang kalah demi bagaimana cara kerja yang baik dalam Organisasi Osis di Sekolah, Ungkap Zakaria.(Red)






















