A1news.co.id|Aceh Singkil – Dalam rangka melaksanakan program ketahanan pangan yang telah di canangkan oleh pemerintah untuk mengatasi dampak inflasi akibat terjadi nya lonjakan atau kelangkaan sumber pangan. (14/1/2025)
Khusus nya di Desa Pulo Sarok melaksanakan kegiatan ketahanan pangan yaitu pembesaran ikan lele yang di bagi pada tiap-tiap kelompok 1 kolam bio flok di 5 Dusun yang ada di Desa tersebut.
Ditambah lagi dengan pembesaran ikan nila sebanyak lebih kurang 6000 ekor dengan sistem keramba di kolam Masjid Baitushalihin Desa tersebut.
Untuk kegiatan ketahanan pangan nabati melaksanakan penanaman cabe merah dengan target tanam 6000 polibag , di tanam di lahan pekarangan warga dengan model pinjam.
Fazri termasuk warga yang berpartisipasi mengatakan, kita akan upaya kan penanaman cabe sistem polibag sebanyak 6000 batang, ujar nya.
Dimana dengan lahan yang di pinjamkan oleh warga di tiga lokasi yaitu satu hamparan di lahan milik Safrijal di Dusun Pendidikan dan 2 hamparan lainnya di Dusun Kurnia Desa Pulo Sarok.
Diharapkan kan dengan di laksanakan program tersebut dapat memberikan aksi nyata yang selaras dengan cita-cita pemerintah daerah maupun pusat menekan laju inflasi.
Disisi lain , salah satu warga lainnya Eman berharap kedepan jika program tersebut sukses agar hasil panen berupa cabe merah di jual kembali kepada masyarakat dengan harga yang murah di bawah harga pasar, ujarnya karena hal itu sangat membantu bagi warga berkategori kurang mampu.
Diketahui dari perbandingan desa lainnya khususnya di kecamatan Singkil yang memiliki 16 desa, masing-masing nya memilih cara tersendiri untuk realisasi anggaran ketahanan pangan .
Sebagai contoh yang diketahui media ini, di desa Suka Makmur memanfaatkan lahan pekarangan kantor desa sebagai lokasi tanam cabe namun masih dengan skala yang minim.
Ada juga desa lainnya yang menyalurkan dana ketahanan pangan dengan membagikan bahan pokok berupa beras 5 kilo dan 1 papan telur terhadap penduduk nya dengan catatan penduduk nya lebih kurang 1000 orang.
Alasan nya karena ketidak tersedia nya lahan tanam yaitu kebanyakan lahan tersebut rawan banjir, jujur saja realitas tersebut menjadi bentuk ke khawatiran pendamping desa karena tidak menjalankan fungsi pengembangan.
Namun, sebagian warga lainnya berharap agar program ketahanan pangan apabila sukses dalam pengelolaan agar dapat di tambahkan menjadi PAD yang bertujuan agar desa lebih mandiri untuk mencapai titik pembangunan yang berkelanjutan. (Irfan)






















