A1news.co.id|Kampar – Basiacuong antara lain mendorong masyarakat untuk terampil berbicara, mempertinggi sopan santun, memberikan pelajaran atau nasehat kepada masyarakat, sebagai sarana untuk bersilaturrahmi, mendorong masyarakat untuk selalu bekerja sama dan saling tolong menolong dalam kehidupan sehari-hari.
Momen basiacuong dalam masyarakat kenegerian tratak buluh pada dasarnya dilaksanakan dalam berbagai upacara dan kegiatan baik acara adat ataupun tidak.
Dalam upacara adat seperti dalam penobatan pemangku adat dan pemberian gelar dan acara bakampuong.
Di luar upacara adat seperti perkawinan, keduri, pemberian nama anak, khitanan, pergaulan hidup dan lain sebagainya. Prosesi
Basiacung dilaksanakan sesuai dengan upacara yang ada dan berpedoman kepada ketentuan adat yang mengatur tata cara basiacuong serta mempergunakan ungkapan katakata siacuong.
Penuturan kata siacuong dalam acara adat adalah para ninik mamak dari setiap persukuan yang ada.
Akan tetapi acara di luar adat seperti kenduri boleh dituturkan oleh mereka yang terampil dalam basiacuong yang sudah dipersiapkan pada masing-masing persukuan yang ada.
Pada waktu belakangan ini pewarisan kepada generasi muda dirasakan sudah sangat kurang, walaupun di beberapa tempat masih terlihat anak muda mempelajari materi siacuong.
Kami anak kamana kan Dt. Pito palano, sangat bangga kapado mamak kami. Mamak pito palano yang di panggil nama ujang darwilis, begitu semangat tampa lelah merangkul anak kamana kan untuk memahami adat istiadat dan mauh berbagi ilmu basucuong.
Saya sangat bangga dengan dt.Pitopalano. Ucap gindo mudo anak singa berantai.
Alhamdulillah tggl 14-01/2025 ninik mamak kenegerian tratak buluh bersama rombongan mamak tanganai dan tuosamondo, berseraturrahmi ke lubuk sakat.
Kerumah tuosamondo buyung dan di hadiri juga oleh dt. Panglima Sutan. Ninik mamak di lubuk sakat. Membicarakan adat istiadat dan basucuong.
Semoga generasi muda semangat dan mauh berlayar.Sp)






















