A1news.co.id|Bangka – Empat pasangan calon (paslon) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tahun 2025 akan segera dimulai.
Adapun ke empat kandidat kini mempunyai nomor urut 1(satu) sampai 4 (empat), sehingga masing-masing dapat menjadi senjata untuk memperkuat ingatan masyarakat, agar terpilih memimpin Bangka Induk.
Dan sangat ditunggu-tunggu masyarakat Bangka.
Potensi kemenangan nomor urut 4 (empat) jika dilihat dari kekuatan yang dimiliki paslon Andi-Budiyono (Abdi) ? Selain dikuatkan oleh tim pemenangan dalam pemcoblosan di TPS dalam hitungan detik, Raden Bambang SS akan mengulasnya, pandangan dari Pengamatan wangsit R.Bambang.SS.
Nomor Urut 4 (empat) peta kekuatannya semakin besar peluang nomor urut 4 (empat) untuk menang.
Angka tersebut mudah untuk membangun ingatan publik dan punya potensi untuk jadi menang/unggul.
Raden Bambang.SS mengungkapkan,” Pemahaman ini kerap terbukti dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), dengan kandidat peserta parpol atau pun calon legislatornya yang jumlahnya bejibun.
Biasanya, yang lolos legislatif ialah yang punya nomor urut 1- 4. Tapi, apakah teori ini juga sama terjadi dalam Pilkada?,jelas bahkan semua terlihat pendekatan paslon kepada masyarakat saat melakukan kampanye atau sosialisasi.
Yang terpenting janji dan perkataan paslon harus bisa pro masyarakat,seperti paslon nomor urut 4 yang memiliki kepiawaian sosok seorang pemimpin yang arif,” papar Raden Bambang.SS kepada wartawan Selasa 05/08/2025.
R.Bambang.SS, menjelaskan, angka dalam nomor urut juga punya peran memudahkan untuk mengomunikasikan visi dan cita-cita masyarakat Bangka. Ia melihat angka 4 punya peran paslon menarasikan visi untuk memikat pemilih, dengan sifat personal.
Ditambahkannya, tidak bisa dipungkiri kalau semakin besar nomor urutnya, maka semakin mudah membangun ingatan ke masyarakatnya. Tapi, semua jadi percuma kalau kandidat tak benar-benar membangun popularitasnya.
“Angka itu kan sebagai nomor urut paslon, bukan sekedar penanda administratif. Tetapi juga punya message secara simbolik.
Jadi punya makna tertentu. Mungkin bukan berarti kalau punya nomor terus mudah menang, tapi bisa memudahkan mereka untuk mengomunikasikan ide gagasan dan visi misi dari angka tersebut,” kata Raden Bambang.
“Tapi tidak mesti gara-gara angka terus langsung jadi kalah juga. Justru kalau punya angka yang bagus tapi tidak populer, ya sama saja. Jadi semua akan dilihat dari ikhtiar, komunikasi, dan akitivitas politiknya,” sambungnya.
Pasangan nomor urut 4 , DR.Andi Kusuma.SH.M.K.n.CTL dan Budiyono.SH boleh jadi yang paling diuntungkan.
Nomor 4 kata R.Bambang.SS, sering diyakini sebagai simbol religius, tauhid, dan kualitas wahid.
Pasangan nomor urut 4 (empat) yakni Andi dan Budiyono Paslon yang punya partai koalisi paling kecil itu, namun nomor urutnya paling terakhir. Sehingga strategi yang pas untuk mengingatkannya pada masyarakat.
Dalam ramalan saya,”Iya angka 4 ini sebetulnya tidak cukup populer tapi ada kepercayaan tertentu juga, kalau di China itu angka 4 kan angka mati.
Beberapa mall misalnya, nggak ada lantai 4 (empat) tetapi 3a dan 3b. Memang angka ini punya makna tersendiri untuk kultural tertentu.
Tapi kalau saya cermati, angka ini juga mengomunikasikan elemen kehidupan yakni api, air, udara, dan tanah atau matahari,ya kalau menurut Demul. “pungkas R.Bambang.SS.(AR)






















