A1news.co.id|Takengon – Kepala Rutan Kelas IIB Takengon, Bapak Rusli, menerima kunjungan studi tiru dari Lapas Kelas III Lhoknga.
Kunjungan ini secara khusus berfokus pada pembelajaran dan peninjauan implementasi program Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang telah berhasil diterapkan di Rutan Takengon.
Rombongan dari Lapas Lhoknga dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Bapak Husni, dan disambut hangat oleh Bapak Rusli.
Kegiatan studi tiru ini diawali dengan prosesi pembukaan yang khidmat. Acara dimulai dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, menciptakan suasana yang tenang dan penuh berkah.
Setelah itu, dilanjutkan dengan kata sambutan dari Kepala Rutan Takengon, Bapak Rusli yang menyampaikan ucapan selamat datang dan harapan agar kunjungan ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi kedua belah pihak.
Selanjutnya, Kalapas Lhoknga, Bapak Husni, turut menyampaikan sambutannya, mengutarakan tujuan utama kedatangan mereka untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam mewujudkan zona integritas menuju WBK.
Rutan Takengon sendiri telah dikenal sebagai salah satu institusi yang berkomitmen tinggi dalam pencegahan korupsi dan peningkatan pelayanan publik, menjadikannya rujukan ideal bagi Lapas Lhoknga.
Selama kunjungan, tim dari Lapas Lhoknga berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan jajaran Rutan Takengon mengenai strategi, tantangan, dan keberhasilan dalam membangun lingkungan kerja yang bebas dari praktik korupsi.
Mereka juga meninjau berbagai inovasi dan sistem yang telah diterapkan, termasuk prosedur pelayanan, manajemen sumber daya manusia, serta upaya-upaya pencegahan gratifikasi dan pungutan liar.
Diharapkan, melalui studi tiru ini, Lapas Lhoknga dapat mengadopsi dan mengimplementasikan praktik-praktik terbaik yang telah terbukti berhasil di Rutan Takengon.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam upaya Lapas Lhoknga untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi, demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan melayani masyarakat dengan integritas tinggi.(WD)






















