A1news.co.id|Takengon – Pasca bencana banjir – longsor di Desa Jongok Meluem Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah Adakan sekolah Rakyat untuk anak anak.
Kegiatan sekolah Rakyat ini sudah berjalan semenjak dari tanggal 3 Desember 2025 lalu dengan keadaan belajar mengajar seadanya
Kegiatan Sekolah Rakyat ini di isi oleh 4 guru yang berasal dari Desa Jongok Meluem yang belatar Sarjana Pendidikan Suhaili S. Pd. Simah rejeki S. Pd. Wahdana S.Pd dan lisa yuhana S.Pd yang merupakan pergerak dari Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat di adakan karna bentuk rasa kepedulian terhadap Pendidikan dan upaya pemenuhan hak pendidikan untuk menbangun mental anak – anak dalam menghadapi bencana
Ada 80 anak yang belajar di Sekolah Rakyat ini dan meraka semua merasakan bagai mana mencekam nya bencana banjri dan longsor, apa lagi ada beberapa murid yang memang terdapak langsung bencana bahkan kehilangan rumah karna tertibun longsor
Hampir sebulan kegiatan Sekolah Rakyat ini berjalan dan di dukung sedekah orang orang baik yang peduli dengan pendidikan. Tampa kami membuka open donasi di media sosial.
Tapi allhamdulilah banyak mendukung dan nama dan bentuk donasi yang kami terima akan kami paparkan setelah kegiatan Sekolah Rakyat ini selsai
Metode yang kami berikan kepada anak anak adalah belajar sambil bermain dengan menyelipkan ice breaking , game, menyanyi dalam melelajari pembelajaran khusus.
Guna untuk mencairkan suasana. Membangkitkan energi, Konsentrasi, intraksi anak dan membangun kelompok juga memupuk kebersamaan.
Selain itu hal terpenting adalah membangun kembali mental anak pasca longsor dan banjir, bagaimana mengatasi ketakutan dan kecemasan anak anak yang mungkin akan muncul di kemudian hari.
Dan anak-anak juga di ajarkan betapa penting nya menjaga alam sekitar dan lingkungan sehat. dengan mengenalkan fungsi pohon dan tidak buang sampah sembarangan
Selain itu guru juga mengajarkan pelajaran khusus, seperti bahasa Inggris, Mengambar, Carliatung ( baca tulis hitung) mengaji, doa yang sehari- hari dan pengetahuan umum di dalam pembelajaran.(WD)






















