A1news.co.id|Aceh Utara – Majelis Arafah mengadakan Maulid dan Haul yang ke tiga di Mesjid Matang Ubi Lhoksukon malam Jum’at, tanggal 29- januari 2026.
Dalam peringatan maulid,haul Arafah dan sekaligus pemberian Tarikat syatariah oleh Abi Anwar kuta Krueng kepada anggota majlis Arafah sebanyak 430 orang anggota tetap.
Ketua Majlis Arafah dalam sambutannya kita berkumpul di sini hari ini untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Majlis Arafah ke-3 dan sekaligus pemberian izazah Tarikat Syatariah, ucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dan telah berpartisipasi dalam acara ini.
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari perjuangan Nabi dan meningkatkan kecintaan kita kepadanya.
Abi Budiman juga menjelaskan pengurus, penasehat dan koordinator dan anggota majelis Arafah.
Abi juga menjingung yang disantuni majlis Arafah terdiri Ayah dan Ibu ( kandung), suami dan isteri yang sah.
Jumlah Anggota aktif : 430 orang anggota Arafah turut memberikan Uang muka :Rp.200.000
Uang wajib Rp.10.000 bila ada kematian.
Uang tahunan dan Rp.100.000
Uang kegiatan pengajian di Mesjid daerah koordinator dan beras 3 bambu sebagai modal dalam setiap tolak kafarah
Pengurus dan anggota menerima hak
Bila ada kematian diberikan uang Takzik majit Rp.1000.000/orang.
Uang kunjungan Takziah Rp.2000.000/Orang.
Tulak kafarah beras sebanyak 30 sak beras .
Tausiah dari Abi Anwar dalam mengatakan “Maulid Nabi adalah momen untuk mengenang akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Kita harus mengambil contoh dari beliau dan meningkatkan iman serta amal kita. Semoga kita dapat menjadi umat yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.”
Abi juga menjelaskan sejarah penyebaran Tarikat syatariah sampai sekarang terus berkembang.
Tarekat Syattariyah adalah salah satu tarekat sufi yang pertama kali muncul di India pada abad ke-15. Tarekat ini dinisbatkan kepada Abdullah as-Syattar, seorang sufi yang berasal dari India.
Tarekat Syattariyah awalnya dikenal di Iran dan Transoksania dengan nama Isyqiyah, sedangkan di wilayah Turki Usmani disebut Bistamiyah.
*Sejarah Perkembangan Tarekat Syattariyah*
Tarekat Syattariyah disebar luaskan oleh murid-murid Abdullah as-Syattar, salah satunya adalah Muhammad Gaus dari Gowa Sulawesi Selatan.Tarekat ini kemudian berkembang ke Mekah, Madinah, dan Indonesia.
Di Indonesia, Tarekat Syattariyah disebar luaskan oleh Syekh Abdur Rauf Singkel, seorang ulama yang berasal dari Aceh.dan sampai ke Ulama Aceh Abu kuta krung sampai terus menerus oleh Musyid-muryid muda.
*Tarekat Syattariyah di Indonesia*
Tarekat Syattariyah di Indonesia memiliki beberapa cabang, antara lain:
– *Tarekat Syattariyah di Aceh*: Disebarluaskan oleh Syekh Abdur Rauf Singkel
– *Tarekat Syattariyah di Jawa*: Disebarluaskan oleh Abdul Muhyi
– *Tarekat Syattariyah di Sulawesi*: Disebarluaskan oleh Yusuf Taj al-Khalawat Hadiyatullah
*Ajaran Tarekat Syattariyah*
Tarekat Syattariyah mengajarkan tentang hubungan antara Tuhan dan alam. Tarekat ini juga menekankan pentingnya zikir dan wirid sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.
*Tgk. Abi Nawar*
Tarekat Syattariyah memiliki beberapa amalan yang biasa dilakukan oleh pengikutnya. Berikut beberapa contoh amalan Tarekat Syattariyah:
1. *Zikir*: Zikir adalah amalan yang paling utama dalam Tarekat Syattariyah. Zikir yang biasa dilakukan adalah:
– “La ilaha illallah” (Tidak ada Tuhan selain Allah)
– “Allah, Allah, Allah” (diucapkan dengan keras dan perlahan)
2. *Wirid*: Wirid adalah amalan membaca ayat-ayat Al-Quran atau doa-doa tertentu. Contoh wirid Tarekat Syattariyah:
– “Ya Hayyu Ya Qayyum” (Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri)
– “Ya Wahhab Ya Karim” (Wahai Yang Maha Pemberi, Wahai Yang Maha Mulia)
3. *Shalawat*: Shalawat adalah amalan membaca doa untuk Nabi Muhammad SAW. Contoh shalawat Tarekat Syattariyah:
– “Allahumma salli ‘ala Sayyidina Muhammad” (Ya Allah, berikanlah rahmat kepada Nabi Muhammad)
4. *Tawajjuh*: Tawajjuh adalah amalan menghadapkan hati kepada Allah.(Kari Usman)






















