
A1news.co.id|Takengon – Krisis dan ketidakstabilan distribusi bahan bakar minyak BBM yang terjadi di Takengon menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat

Salah satu masyarakat Pirman mengatakan kepada awak media saat ini terjadi di tengah masyarakat antrean panjang dan isu kelangkaan bahan bakar minyak ( BBM ) membuat khawatiran tersendiri bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Pemerintah kabupaten Aceh tengah seharus nya bukan hanya sekedar memberikan himbauan untuk tidak panik kepada masyarakat.
Tetapi pemerintah juga perlu membuat aturan dan pengawasan terhadap pembelian bahan bakar minyak tersebut, Ujarnya.
Menurutnya, yang terjadi saat ini di Aceh Tengah sebenar nya bukan kelangkaan minyak.
Tetapi disebab kan karena ada nya oknum – oknum yang menimbun minyak untuk di perjual belikan dengan harga yang melebihi harga normal.
Logika nya Jika bahan bakar minyak (BBM) memang langka, sudah pasti para penjual eceran juga sudah tidak ada menyedikan.
Pertanyaan saya para penjual eceran ini bisa dapat minyak sebanyak itu dari mana kalau tidak melalu pertamina atau pertashop yang ada, Cetus Pirman.
Oleh karna itu, saya sangat perlu ada nya aturan serta pengawasan pembelian bahan bakar minyak(BBM).
Agar tidak terjadi Agar tidak terjadi kegaduhan antar masyarkat di tengah Antrean bahan bakar minyak (BBM), dan agar tidak ada oknum oknum yang menjalankan bisnis tersendiri dalam kasus kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) ini, Ucap Pirman.(*)

Tidak ada komentar