A1news.co.id|Takengon – Sekretaris Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nus) Aceh, Asraf, mempertanyakan urgensi pelaksanaan event pacuan kuda di tengah kondisi masyarakat Aceh Tengah yang masih terdampak bencana.
Asraf menyampaikan bahwa saat ini Aceh Tengah sedang tidak baik-baik saja. “Bagaimana dengan nasib masyarakat yang rumahnya saja belum bisa ditempati dan belum selayaknya?.
Seperti kita ketahui pacuan kuda HUT Kota Takengon biasa diselenggarakan setiap bulan Februari dan bulan Agustus Mengingat sudah menyentuh bulan April, kenapa tidak diundur saja sebutnya.
Prioritaskan saja penanggulangan bencana. Pacuan kuda di Aceh Tengah masih bisa diselenggarakan di bulan Agustus,” tegas Asraf, Kamis (17/4/2026).
Menurut Asraf, penundaan event bukan berarti membatalkan tradisi. Namun, di tengah kondisi darurat, anggaran dan energi pemerintah seharusnya difokuskan untuk pemulihan warga. “Ini adalah ujian bagi pemimpin di Aceh Tengah.
Masyarakat luas melihat bagaimana pimpinannya mengambil keputusan yang bijak untuk kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak warga yang hingga kini masih tinggal di tenda darurat dan hunian sementara karena rumah mereka rusak berat pasca bencana. “
Jangan sampai masyarakat menilai pemerintah lebih mementingkan seremonial ketimbang keselamatan dan kesejahteraan warganya. Pulihkan dulu kehidupan warga, pacuan kuda bisa menyusul di bulan agustus seperti biasa nya.
Hari ini pejabat daerah harus lebih tegas apakah kita mau melihat anak kecil yang menangis meminta untuk menonton pacuan kuda di saat ekonomi masyarakat ekonomi orang tua yang tidak setabil? Selamat kan dulu rakyat nya baru laksanakan hura hura nya tutup asraf.(*)













