A1news.co.id|Aceh Utara – Semangat kebersamaan ditunjukkan para geusyik bersama unsur Muspika Kecamatan Tanah Luas dalam upaya membangkitkan kembali sektor pertanian melalui kegiatan gotong royong pembersihan saluran irigasi di sejumlah titik wilayah kecamatan setempat. Sabtu 02/05/2026.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menantikan kembali berfungsinya jaringan irigasi untuk mengairi lahan persawahan mereka.
Pembersihan saluran irigasi dilakukan sebagai langkah awal menghidupkan kembali lahan pertanian yang telah lama terbengkalai.
Diketahui, para petani di Kecamatan Tanah Luas sudah sekitar enam tahun tidak dapat turun ke sawah akibat rusaknya Bendungan Irigasi Krueng Pase yang menjadi sumber utama pengairan.
Selain kerusakan bendungan, kondisi saluran irigasi juga diperparah oleh endapan lumpur pascabanjir besar Aceh yang menumpuk selama selama ini. Akibatnya, aliran air tersumbat dan tidak mampu menjangkau areal persawahan masyarakat.
Camat Tanah Luas bersama unsur Muspika, Ketua APDESI, dan para geusyik turun langsung ke lapangan memimpin kegiatan pembersihan saluran. Dengan menggunakan alat berat, lumpur serta semak belukar yang menutup jalur irigasi mulai diangkat agar aliran air kembali normal.
Ketua APDESI Kecamatan Tanah Luas, Al-Halim, menyatakan sektor pertanian merupakan urat nadi perekonomian masyarakat setempat, sehingga pemulihan irigasi menjadi prioritas bersama.
“Sudah terlalu lama masyarakat menunggu masa tanam kembali normal. Hampir seluruh warga kami bergantung pada sektor pertanian. Hari ini kami bergerak bersama sebagai bentuk dukungan nyata kepada para petani,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Ia berharap kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, mengingat panjangnya saluran irigasi yang harus dibersihkan mencapai 18 kilo meter, serta luas lahan pertanian di Kecamatan Tanah Luas yang lebih dari 2300 hektare.
Sementara itu, Camat Kecamatan Tanah Luas, Bakhtiar, SE, mengatakan pembersihan saluran irigasi diperkirakan berlangsung selama satu minggu, mengingat panjangnya jaringan irigasi yang harus dibersihkan dari lumpur dan semak belukar.
Menurutnya, untuk mempercepat proses pekerjaan, pihak kecamatan bersama instansi terkait telah menurunkan lima unit alat berat ke sejumlah titik lokasi.
Langkah ini dilakukan agar saluran irigasi dapat segera difungsikan kembali dan air kembali mengalir ke areal persawahan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar tanpa kendala berarti, sehingga para petani di Kecamatan Tanah Luas dapat kembali turun ke sawah setelah sekian lama menunggu. Pertanian adalah sumber penghidupan utama masyarakat, sehingga kami berkomitmen mendukung penuh upaya pemulihan irigasi ini,” kata Bakhtiar.
Ia juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi, khususnya dalam percepatan pemulihan sektor pertanian pascabanjir bandang, agar sistem pengairan di wilayah Tanah Luas kembali normal dan produktivitas pertanian masyarakat meningkat.
Sejumlah petani mengaku selama enam tahun terakhir kehilangan mata pencaharian akibat tidak bisa bercocok tanam. Sebagian dari mereka terpaksa beralih profesi demi memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
Dengan dimulainya pembersihan saluran irigasi tersebut, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat ikut membantu menuntaskan perbaikan jaringan irigasi agar petani segera kembali menggarap sawah mereka.
Langkah kolaborasi antara para geusyik, Muspika, dan masyarakat itu dinilai menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangkitkan kembali sektor pertanian di Kecamatan Tanah Luas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tanah Luas Bakhtiar, SE, Kapolsek Tanah Luas IPDA Marzuki, S.H., CPM, Danramil Tanah Luas Kapten Inf. BL Purba, Ketua APDESI Al-Halim, serta para kepala desa se-Kecamatan Tanah Luas.(RF)






















