MENU

Petani Di Aceh Tengah Keluhkan Ketersediaan Pupuk Subsidi

2 menit membaca View : 25
Admin
Berita - 17 Jun 2026

A1news.co.id|Takengon- Kelangkaan pupuk subsidi jenis NPK (Phonska) , menjadi keluhan para petani di Kabupaten Aceh Tengah dalam beberapa waktu terakhir. (17/06/2026)

 

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada produktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat, terutama bagi petani cabai yang dalam waktu dekat akan memasuki masa tanam.

 

Aryanto yang merupakan salah satu pelaku usaha tani mengatakan bahwa kelangkaan pupuk ini dapat memicu berkurangnya hasil panen dan juga memperburuk ekonomi petani pasca bencana.

 

“Pemerintah harus mengambil tindakan tegas atas langka dan berkurangnya kuota pupuk di Kabupaten Aceh Tengah,persoalan ini bukan persoalan ringan, mengingat lebih dari 50% masyarakat menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian” Terangnya.

 

Ditengah naiknya bahan bahan pertanian seperti plastik Mulsa, obat-obatan dan juga pupuk, tentu masyarakat sangat mengharapkan ketersediaan pupuk subsidi tersebut untuk dapat menunjang hasil tani yang maksimal.

 

Kembali Aryanto mengatakan bahwa “Saat ini masyarakat yang masuk dalam kelompok Tani dan terdata dalam RDKK tidak menerima pupuk sesuai kuota dan bahkan tidak dapat menebus pupuk dengan alasan pupuk telah habis, pertanyaannya adalah apakah ada mafia atau blacktrade dalam subsidi pupuk ini” Ungkapnya.

 

Di tengah klaim pemerintah mengenai surplus pupuk nasional pada 2026, petani di Aceh Tengah justru masih mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk subsidi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas distribusi dan kecukupan kuota pupuk subsidi di tingkat daerah.

 

Petani berharap Pemerintah beserta Aparat Kepolisian dan juga pihak Kejaksaan untuk juga mengambil langkah pencegahan agar tidak ada praktik kotor dalam subsidi pupuk tersebut.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS