MENU

Ketua APPI : RSUD Cut Mutia Kembali Jadi Sorotan, Diduga Pasien Dirawat Di Ranjang Penuh Belatung

2 menit membaca View : 3
Admin
Berita - 02 Okt 2025

A1news.co.id|Aceh Utara – Kasus pelayanan buruk di RSUD Cut Meutia Aceh Utara kembali menjadi sorotan publik setelah muncul peristiwa diduga pasien BPJS yang dirawat di ranjang penuh belatung.

 

Ketua Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad alias Rimung Buloh, mendesak Bupati Aceh Utara segera turun tangan mengevaluasi total manajemen rumah sakit RSUD cut Meutia.

 

Kalau manajemen rumah sakit baik, tentu ranjang yang tidak layak tidak akan digunakan lagi. Ini masalah serius. Pasien BPJS bukan berobat gratis, karena pemerintah membayarkan iurannya setiap tahun,” tegas Rimung Buloh.

 

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa sekadar dijawab dengan klarifikasi pihak rumah sakit, melainkan harus diikuti dengan langkah nyata perbaikan tata kelola layanan kesehatan.

 

Rimung juga menyoroti peran BPJS Kesehatan yang dinilai lemah dalam memastikan peserta mendapat pelayanan layak.

 

Tanggung jawab tidak hanya di rumah sakit, tapi juga BPJS yang harus menjamin layanan kesehatan manusiawi,” ujarnya.

 

Selain itu, Rimung mendesak DPRK Aceh Utara, khususnya Komisi V yang membidangi kesehatan, agar lebih serius mengawasi kinerja RSUD Cut Meutia.

 

Jika sistem pelayanan kesehatan tidak dibenahi, wakil rakyat tidak layak disebut perwakilan masyarakat,” tegasnya.

 

Sorotan Anggaran Miliaran Rupiah

 

Kasus ini kian menyedot perhatian setelah terungkap anggaran tahun 2025 RSUD Cut Meutia untuk pengadaan dan pemeliharaan fasilitas pasien yang mencapai Rp855,7 juta, antara lain:

 

Matras bed pasien: Rp100 juta

Tilam bed pasien: Rp2,5 juta

Bed pasien: Rp385 juta

Bed pasien: Rp192 juta

Bed pasien 3 crank elektrik: Rp103,3 juta

Sprei bed pasien: Rp33,3 juta

Pemeliharaan tilam pasien: Rp39,6 juta

 

Dengan anggaran sebesar itu, sangat tidak logis jika masih ada pasien yang dirawat di ranjang penuh belatung. Ini menunjukkan ada masalah serius dalam pengelolaan rumah sakit,” ungkap Rimung.

 

Ia menambahkan, beberapa minggu lalu dirinya juga sudah menegur Direktur RSUD Cut Meutia lantaran banyak ranjang pasien tidak tersedia seprei, hingga keluarga pasien terpaksa membawa tikar sendiri. “Padahal anggaran RSUD sangat luar biasa besar,” pungkas Ketua APPI Aceh Utara.(*)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS