A1news.co.id|Aceh Singkil – Melalui program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, menyalurkan 1,5 ton beras sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional.(9/10)
Beras kampung asli Teluk Nibung yang diberi merek Infari 49 tersebut merupakan hasil pertanian yang dikelola langsung oleh BUMDes Teluk Nibung. Saat ini, produk tersebut sudah mulai dipasarkan kepada masyarakat setempat.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Teluk Nibung, Khairil Anwar, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan bidang pertanian padi sawah menghasilkan gabah kering sebanyak enam ton lebih.
“Untuk program ketahanan pangan bidang pertanian jenis padi sawah, kita menghasilkan sekitar enam ton lebih gabah kering,” ujar Khairil Anwar.
Dari enam ton gabah tersebut, tahap pertama proses penggilingan menghasilkan 1,5 ton beras. Jumlah itu masih terbatas karena peralatan penggilingan padi yang digunakan tergolong sederhana.
“Tahap awal ini kita kucurkan 1,5 ton beras untuk launching, dan kini hampir seluruhnya telah terjual dengan harga lebih rendah dari pasaran,” tambahnya.
Khairil menyebut, proses penggilingan gabah kering masih terus berjalan untuk mengetahui total produksi beras secara keseluruhan. Ia berharap hasil pertanian ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperkuat ketersediaan pangan di desa mereka selama beberapa bulan ke depan.
Khairil menyatakan, keberhasilan program ketahanan pangan melalui Dana Desa ini menjadi motivasi bagi BUMDes untuk terus mengembangkan sektor pertanian. Saat ini, pihaknya sudah memulai tahap pembibitan padi sebagai persiapan musim tanam berikutnya. (EW)






















