MENU

Secangkir Sanger, Dodol Durian, dan Karikatur: Malam Perpisahan Penuh Makna Kapolres Langsa Bersama KNPI

3 menit membaca View : 6
Redaksi
Berita, Daerah - 30 Jun 2026

Kota Langsa – Jarum jam baru menunjukkan pukul 22.05 WIB ketika suasana di rumah dinas Kapolres Langsa mendadak lebih ramai dari biasanya, Senin (29/6/2026).

Malam itu, para punggawa DPD KNPI Kota Langsa datang bukan untuk menyampaikan tuntutan ataupun aspirasi, melainkan menjalin silaturahmi sekaligus berpamitan dengan Kapolres Langsa, AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, yang akan mengemban amanah baru sebagai Wadirpolairud Polda Aceh.

Kehangatan langsung terasa sejak rombongan KNPI yang dipimpin Ketua DPD KNPI Kota Langsa, Dr. Rizky Maulana, tiba di kediaman orang nomor satu di Polres Langsa tersebut. Tanpa protokol resmi dan tanpa sekat jabatan, AKBP Mughi menyambut para tamunya dengan penuh keakraban.

Obrolan mengalir santai, membahas berbagai hal, mulai dari dinamika keamanan, kehidupan sosial masyarakat, hingga pengalaman selama bertugas sebagai anggota Polri. Sosok AKBP Mughi yang dikenal sederhana membuat suasana terasa layaknya pertemuan keluarga besar.

Di sela perbincangan, Kapolres menunjukkan sisi lain yang mungkin belum banyak diketahui publik. Ia meracik sendiri kopi robusta bergaya sanger khas warung kopi di Kota Langsa.

Aroma kopi yang menyeruak semakin menghangatkan suasana, sementara para tamu menikmati racikan sang Kapolres yang disebut-sebut tak kalah dengan hasil racikan barista profesional.

Tak berhenti di situ, AKBP Mughi kembali membuat para tamunya terkejut. Ia masuk ke dalam rumah dan keluar membawa satu baki berisi dodol durian buatan tangannya sendiri.

Dengan bangga, ia menjelaskan bahwa dodol tersebut dibuat menggunakan durian asli dengan sedikit campuran tepung dan membutuhkan proses memasak selama sekitar tiga jam.

“Silakan dicoba. Ini saya buat sendiri. Bahannya hampir seluruhnya durian asli, sehingga rasanya lebih khas dan bisa bertahan hingga satu tahun,” ujarnya sambil mempersilahkan seluruh tamu mencicipinya.

Dalam perbincangan itu, AKBP Mughi juga mengenang masa tugasnya di Kota Langsa sejak 16 April 2025 hingga 26 Juni 2026. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan bertugas di Kota Langsa. Namun, penugasan tersebut justru menghadirkan pengalaman yang sangat berkesan.

“Saya sebenarnya tidak pernah bermimpi pindah ke Langsa. Tapi ketika ditugaskan di sini, saya menjalaninya dengan senang hati. Sekarang Langsa sudah saya anggap rumah sendiri, apalagi keluarga saya juga berasal dari Langsa,” tuturnya.

Ia mengaku telah bertugas di sejumlah daerah, termasuk wilayah dengan tantangan keamanan tinggi seperti Poso. Namun menurutnya, Kota Langsa memiliki suasana yang berbeda.

“Selama setahun lebih di Langsa, saya merasa sangat nyaman. Masyarakatnya heterogen, ramah, dan kotanya sangat kondusif. Langsa memang kota yang istimewa bagi saya,” katanya.

Menjelang akhir pertemuan, AKBP Mughi berpesan agar hubungan baik antara Polres Langsa dan kalangan pemuda tetap terjalin, meski dirinya telah berpindah tugas.

Ia berharap penggantinya, AKBP Hyrowo, dapat menerima dukungan yang sama dari masyarakat dan organisasi kepemudaan.

“Kita jangan sampai putus silaturahmi. Siapa pun Kapolresnya nanti, tetaplah dijadikan sahabat. Hubungan baik ini harus terus dijaga,” pesannya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Langsa, Dr. Rizky Maulana, menyampaikan apresiasi atas kedekatan AKBP Mughi dengan kalangan pemuda selama bertugas di Kota Langsa.

Menurutnya, sosok Kapolres tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga menjadi sahabat bagi organisasi kepemudaan dan masyarakat.

“Kami datang malam ini untuk mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kebersamaan yang telah diberikan kepada KNPI dan pemuda Kota Langsa. Semoga Bapak AKBP Mughi semakin sukses mengemban amanah baru sebagai Wadirpolairud Polda Aceh,” ujar Rizky.

Sebagai bentuk penghormatan, KNPI Kota Langsa menyerahkan sebuah karikatur bergambar AKBP Mughi yang sedang memancing, menggambarkan hobinya yang selama ini dikenal luas.

Malam itu menjadi penutup yang sarat makna. Secangkir kopi sanger racikan Kapolres, dodol durian buatan tangan sendiri, serta sebuah karikatur sederhana menjadi simbol persahabatan yang terjalin erat antara pemimpin kepolisian dan generasi muda Kota Langsa.

Perpisahan itu bukan sekadar melepas seorang pejabat yang berpindah tugas, tetapi juga mengabadikan kenangan tentang seorang Kapolres yang memilih mendekat, bersahabat, dan meninggalkan jejak hangat di hati masyarakat Langsa.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    CLOSE ADS