MENU

Sahabat Subuh Bali Dan Alghuroba’ Takengon Salurkan Bantuan Pipanisasi Untuk Warga Bamil Nosar

3 menit membaca View : 126
Admin
Berita - 10 Jun 2026

A1news.co.id|Takengon – Setelah lebih dari tujuh bulan mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih akibat bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah Aceh Tengah, warga Kampung Bamil Nosar, Kecamatan Laut Tawar, akhirnya menerima bantuan program pipanisasi air bersih sepanjang 2.700 meter.

 

Program ini merupakan bagian dari rangkaian bantuan kemanusiaan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, khususnya Provinsi Aceh.

 

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Yayasan Sahabat Subuh Bali bekerja sama dengan Yayasan Alghuroba’ Takengon, dengan dukungan para muhsinin dan donatur yang mayoritas berasal dari Bali.

 

Sebagaimana diketahui, Aceh Tengah menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat bencana longsor dan banjir yang terjadi beberapa bulan lalu.

 

Di Kampung Bamil Nosar, bencana tersebut menyebabkan rusaknya jaringan dan saluran air bersih yang selama ini menjadi sumber kebutuhan masyarakat.

 

Akibatnya, warga terpaksa mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena hingga kini belum memperoleh bantuan pemulihan sarana air bersih yang memadai.

 

Melihat kondisi tersebut, Yayasan Sahabat Subuh Bali bersama Yayasan Alghuroba’ Takengon berinisiatif membangun kembali jaringan distribusi air bersih melalui pemasangan pipa sepanjang 2.700 meter yang menghubungkan sumber mata air dengan permukiman warga.

 

Proses pemasangan pipa bukanlah pekerjaan yang mudah. Lokasi sumber mata air berada di kawasan pegunungan dengan medan yang cukup berat, berbatu, terjal, dan sulit dijangkau kendaraan.

 

Para pekerja dan relawan harus mengangkut material secara manual melewati jalur perbukitan serta lereng yang menantang. Meski demikian, semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program ini.

 

Pengerjaan dilakukan secara bersama-sama oleh warga setempat, relawan, serta tim pelaksana, mulai dari titik sumber mata air hingga ke permukiman penduduk.

 

Kebersamaan dan kepedulian yang terjalin selama proses pekerjaan menjadi bukti nyata kuatnya nilai ukhuwah dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

 

Dalam kegiatan serah terima bantuan tersebut, perwakilan Yayasan Sahabat Subuh Bali sekaligus para donatur hadir langsung untuk meninjau lokasi dan memantau progres pekerjaan.

 

Kehadiran para donatur diwakili oleh Bapak Nur Khalis dan Bapak Ardhi yang turut menyaksikan secara langsung proses pemasangan jaringan pipanisasi di lapangan.

 

Reje Kampung Bamil Nosar, Bapak Komaidi, mewakili seluruh warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur dan pihak yang telah membantu.

 

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Sudah berbulan-bulan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

 

Atas nama warga Kampung Bamil Nosar, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Sahabat Subuh Bali, para donatur, dan Yayasan Alghuroba’ Takengon yang telah peduli terhadap kondisi masyarakat kami,” ujarnya.

 

Sementara itu, Pimpinan Umum Markaz Dakwah Alghuroba’, Ustadz Sayuti Ambia, menyampaikan bahwa program ini merupakan amanah dari para donatur yang harus disalurkan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

“Kami mengucapkan jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur Sahabat Subuh Bali yang telah mempercayakan amanah ini kepada kami.

 

Semoga bantuan pipanisasi ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya selama air tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat.

 

Kami juga berharap program ini dapat membantu memulihkan kehidupan warga pascabencana serta menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak program kemanusiaan di berbagai daerah,” tuturnya.

 

Dengan selesainya program pipanisasi ini, masyarakat Kampung Bamil Nosar kini memiliki harapan baru untuk kembali memperoleh akses air bersih yang layak.

 

Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana yang telah mereka alami selama berbulan-bulan.(*)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS