MENU

Kolaborasi Akademisi Dan Pemda Aceh Tengah, IAIN Takengon – BAPPEDA Bedah Potensi PAD

3 menit membaca View : 27
Admin
Berita - 09 Sep 2026

A1news.co.id|Takengon – Upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Salah satunya melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Potensi dan Strategi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Tengah.

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Peneliti LPPM IAIN Takengon bekerja sama dengan BAPPEDA Aceh Tengah di Café Bouncit, Kebayakan, Rabu (9/9/2026).

 

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai instansi yang selama ini berkontribusi terhadap penerimaan daerah.

 

FGD tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan unsur pemerintah daerah dan akademisi dalam merumuskan strategi peningkatan PAD yang berbasis data, fakta lapangan, dan potensi ekonomi daerah yang sesungguhnya.

 

Kepala BAPPEDA Aceh Tengah yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa tantangan pembangunan saat ini menuntut pemerintah daerah untuk semakin kreatif dan inovatif dalam menggali sumber-sumber pendapatan daerah.

 

Menurutnya, ketergantungan terhadap dana transfer pusat harus diimbangi dengan upaya optimalisasi potensi ekonomi lokal yang dimiliki Kabupaten Aceh Tengah.

 

Dalam sambutannya, ia menyebutkan bahwa Aceh Tengah memiliki berbagai sektor unggulan yang berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, mulai dari sektor pariwisata, perkebunan kopi arabika Gayo, hingga berbagai jenis pajak dan retribusi daerah.

 

Namun, seluruh potensi tersebut memerlukan pendataan yang akurat dan strategi pengelolaan yang tepat agar mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan daerah.

 

“Kita membutuhkan data yang valid dan strategi yang tepat agar potensi yang selama ini ada benar-benar dapat dikonversi menjadi sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Ketua Tim Peneliti, Dr. Zakiul Fuady Muhammad Daud, Lc., MA, menjelaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari proses penelitian yang sedang berlangsung.

 

Pada forum tersebut, tim peneliti memaparkan perkembangan penelitian yang telah dilakukan sekaligus meminta masukan dari para peserta guna memastikan kesesuaian data yang diperoleh dengan kondisi riil di lapangan.

 

“Kami tidak hanya mempresentasikan hasil sementara penelitian, tetapi juga melakukan verifikasi dan konfirmasi data langsung kepada dinas-dinas yang menjadi sumber informasi utama terkait PAD Kabupaten Aceh Tengah,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa penelitian ini dirancang untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah secara lebih efektif.

 

Sementara itu, anggota tim peneliti Zulfikar, M.Si menyampaikan bahwa proses pengumpulan data masih terus berlangsung. Tim akan melakukan berbagai langkah lanjutan guna memastikan seluruh data yang digunakan benar-benar akurat.

 

“Kami berkomitmen untuk terus mengejar dan melengkapi data sehingga hasil penelitian nantinya memiliki tingkat validitas yang tinggi dan dapat dijadikan rujukan yang kuat dalam penyusunan kebijakan daerah,” katanya.

 

Hal senada disampaikan oleh Dr. Ramdansyah Fitrah, M.Si yang menyebutkan bahwa setelah pelaksanaan FGD ini, tim peneliti akan kembali melakukan kunjungan ke sejumlah OPD dan instansi terkait.

 

“Dalam waktu dekat kami akan mendatangi kembali kantor-kantor OPD untuk melakukan pendalaman informasi dan melengkapi berbagai data yang masih diperlukan,” ujarnya.

 

Penelitian kolaboratif antara LPPM IAIN Takengon dan BAPPEDA Aceh Tengah ini melibatkan tim yang terdiri atas Dr. Zakiul Fuady Muhammad Daud, Lc., MA, Zulfikar, M.Si, Dr. Ramdansyah Fitrah, M.Si, Dr. Izzatur Rusuli, M.Ed, Dr. Rahayu Subakat, MA, dan Adi Fadli Rajab, S.ST.

 

Penelitian tersebut dijadwalkan berlangsung selama tujuh bulan. Setelah proses verifikasi dan penguatan data selesai dilakukan, tim akan melaksanakan FGD lanjutan sebelum memasuki tahapan uji publik guna memperoleh masukan yang lebih luas dari berbagai pihak.

 

Melalui penelitian ini, diharapkan tersusun peta potensi PAD yang lebih komprehensif serta rekomendasi strategis yang dapat membantu Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah dan mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.(*)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *