Pelaku Pengancaman Dengan Senpi Dan Sajam di Rusip Antara Ditangkap Polisi

A1news.xo.id. Takengon – Sat Reskrim Polres Aceh Tengah mengamankan seorang laki laki berinisial AB (47) yang diduga telah melakukan pengancaman dengan senjata api dan senjata tajam terhadap Bukhari (39).

Kapolres Aceh Tengah AKBP Dody Indra Eka Putra, melalui Kasat Reskrim Iptu Andika Ardiansyah membenarkan hal tersebut.

“Terduga pelaku ditangkap pada hari Jumat 24 Mei 2024, sekitar pukul 12.00 WIB. di rumah orang tua pelaku yg beralamat di Kampung Blang Seunibung Langsa Kota, Kota Langsa,” katanya.

Pengancaman terjadi pada hari Senin, 20 Mei 2024 sekitar pukul 11.30 WIB, di Kampung Tanjung Kecamatan Rusip Antara Kabupaten Aceh Tengah.

“Saat itu korban BU sedang berada di rumah Hasra Buwandi (HB) mengurus surat peternakan, tiba tiba saja saat itu datang pelaku AB bersama SB (43) kerumah tersebut sambil berteriak “KELUAR KAU”‘ mendengar teriakan tersebut, BU pun keluar dari dalam rumah untuk menghampiri pelaku AB”ujar Andika.

Lanjutnya, Pada saat BU hendak keluar dari dalam rumah, pelaku AB menyuruh SB menembak BU dengan senjata senapan angin PCP yang dibawa SB, namun tembakan tersebut tidak mengenai BU melainkan mengenai Kaca rumah HB.

“Setelah itu korban BU langsung mendekati pelaku SB dan berhasil merebut senapan angin tersebut, tak berhenti sampai disitu, kemudian pelaku AB membawa sebilah samurai (Pedang) datang dan mengayunkan pedang kearah BU sambil mengatakan “KAU HARI INI HARUS MATI”, namun BU dapat menghindari ayunan pedang pelaku AB”pungkas Andika.

Lanjut Andika, ketika korban BU hendak merebut pedang dari tangan AB, pelaku AB mundur menghindari BU, lalu pelaku SB kembali mengancam dengan mengarahkan tombak kearah BU, kemudian tombak berhasil direbut oleh JONIANSYAH (38) Kaur Pemerintahan Kampung Tanjung yg berada dilokasi saat kejadian itu.

Merasa keberatan dengan perlakuan pelaku, korban BU yg juga selaku Reje Kampung Tanjung setempat akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Kata Ardiansyah, adapun motif pelaku melalukan pengancaman dengan Senjata api dan senjata tajam tersebut, karena tidak terima di tegur oleh korban, karena korban melarang pelaku AB menggunakan Narkotika di Kampung Tanjung Kec Rusip Antara Kab Aceh Tengah.

Ardiansyah, Adapun barang bukti yg sudah berhasil kita amankan berupa satu buah tombak kayu dengan ukuran 1.5 meter dengan ujung besi runcing.

“Untuk Pelaku AB sudah berhasil diamankan, selanjutnya dibawa ke Polres Aceh Tengah untuk diproses lebih lanjut, sedangkan Pelaku SB dalam pengejaran (DPO)” pungkas Andika.

Momentum Pilkada 2024 dan Kemajuan Kab.Aceh Tengah

A1news.co.id Takengon-AlMisry Al Isaqi(Alumni Mediator Non Hakim IPPI)

Kabupaten Aceh Tengah saat ini mulai bertranformasi menjadi daerah berkemajuan. Memiliki potensi sumber daya alam,sumber daya manusia yang relatif mulai berkembang. Dari masyarakat homogen kini menuju masyarakat heterogen.

Keberagaman etnis, agama bahkan spektrum ideologi harus dijadikan kekuatan dan energi. Bersatu memajukan Kabupaten Aceh Tengah untuk masa depan yang lebih baik.Momentum Pemilihan Kepala Daerah di Bulan November 2024.Bagi saya harus menjadi spirit bersama membangun Kabupaten Aceh Tengah kedepannya.

Daerah yang semula sejuk akhir-akhir mulai hangat ini sedang berada dalam satu kapal besar “Beloh sara loloten mewen sara tamunen”. Pemilik kapalnya adalah kita semua.

Maka keberagaman etnis, agama dan spektrum ideologi tidak menjadi hambatan untuk memastikan kapal besar “Beloh Sara Loloten Mewan Sara Tamunen”,berlabuh di pelabuhan keadilan dan kemakmuran.

Untuk para kalangan elit harus mampu menggelorakan narasi dialog yang harmoni.Agar tercipta kolaboratif pandangan. Cukup sudah kita mengklaim paling benar, bangga diri paling sukses,apalagi membangun insuniasi seolah-olah paling layak memimpin dan yang lain tidak layak.

Berhentilah menari-nari diatas populisme dan emosi publik.Segala upaya demarkasi yang menghambat harus segera dihilangkan dari cara berpikir kita semua.Karena cita-cita besar membangun daerah ini yang lebih baik ke depan adalah tujuan kita bersama.Maka hanya dengan basis dialogis, kemajuan itu akan tercipta.

Saya meminjam Pribahasa Gayo untuk mengambarkan kondisi Aceh Tengah saat ini.

“ Kune munyalah ne ulung nawal hancur kuyu ari timur urum bebade e.Kune munyalah ne pesta demokrasi si nge hancur.Si gaeh bercapan catur nemah rerta dele”.

Pengendalian Inflasi Di Aceh Tengah, Pj. Bupati Kunjungi Kampung Depet Indah

A1news.co.id|Takengon– Dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah, Pj. Bupati Aceh Tengah Ir. T. Mirzuan, MT panen Jagung Varietas Paragon dan panen Kentang Varietas Granola hasil tanaman Kelompok Tani Kasih Sayang dan Tuah Bahgie di Kampung Depet Indah Kecamatan Celala, Rabu (01/05).

Pada kegiatan panen Jagung dan Kentang tersebut Pj. Bupati Aceh Tengah didampingi oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan M. Thamrin Elashri Mohd. Ali, Kepala Dinas Pertanian Nasrun Liwanza, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Marwandi Munthe dan Camat Celala Yusri Johan.

Setelah melakukan panen Jagung dan panen Kentang, Pj. Bupati bersama rombongan juga berkesempatan melakukan peninjauan tanaman Tembakau di seputaran lokasi tersebut.

Pada kesempatan itu, Reje Kampung Depet Indah M. Ali mengucapkan terimakasih kepada Pj. Bupati Aceh Tengah atas perhatiannya kepada kelompok tani yang ada di wilayah Kampungnya.

“Semoga perhatian dari Bapak Pj. Bupati akan menjadi penyemangat para petani dalam memajukan pertanian untuk mensejahterakan masyarakat” kata M. Ali.

Kemudian M. Ali juga mengatakan sektor tanaman Jagung memiliki luas 15 Hektare, Tanaman Kentang kurang lebih 10 Hektare dan tanaman Tembakau memiliki lahan seluas 20 Hektare akan tetapi lokasinya terpencar dan juga mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah agar mudah melakukan pemasaran dikemudian hari setelah panen.

Menanggapi hal tersebut, Pj. Bupati Aceh Tengah mengatakan bahwasannya untuk Tembakau sudah ada Usaha Pengolahan Tembakau dan Kretek.

“Untuk saat ini, di Kabupaten Aceh Tengah sendiri sudah memiliki pabrik Usaha Dagang untuk pengolahan Tembakau dan Kretek, akan tetapi pada hal ini yang paling diutamakan adalah kesehatan dan berhubung para Petani menginginkan pertumbuhan ekonominya bisa meningkat tetap harus kita dukung bersama” sebut Mirzuan.

Kemudian Pj. Bupati Aceh Tengah menyampaikan bahwa kehadiran dalam kegiatan panen ini adalah sebuah kebanggaan bagi dirinya, karena bisa memberikan semangat kepada para Petani.

“Dengan panen komoditi Jagung dan Kentang ini dapat menambah kesejahteraan keluarga dan juga mengendalikan Inflasi di Daerah dan semoga komoditi Tembakau yang tadi kita tinjau juga semakin maju dan meningkat hasil panennya” tambah Mirzuan.

Untuk komoditi Jagung, dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sudah memberikan bantuan mesin Pemipil atau perontok Jagung kepada para Kelompok Tani yang ada di Kampung tersebut. (BA)

Rapat Paripurna LKPJ Tahun 2023 Ditutup, Pj. Bupati : Pentingnya Sinegritas Bersama Dalam Membangun Aceh Tengah

A1news.co.id|Takengon– Pj. Bupati Aceh Tengah Ir. T. Mirzuan, MT, hadiri penutupan rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2023, bertempat di Ruang Sidang DPRK Aceh Tengah, Selasa (30/04/2024).

 

Rapat penutupan rapat paripurna LKPJ dipimpin oleh ketua DPRK Arwin Mega didampingi Wakil Ketua Edi Kurniawan dan Ansari LT serta dihadiri oleh anggota DPRK Aceh Tengah, Para kepala perangkat daerah Kabupaten Aceh Tengah, dan Para camat lingkup Kabupaten Aceh Tengah.

 

LKPJ yang disampaikan kepada DPRK merupakan laporan tahunan yang menjadi cerminan dari pelaksanaan urusan pemerintahan selama tahun sebelumnya di Pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah.

 

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Mirzuan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajajran DPRK Aceh Tengah atas kinerja dan kerja kerasnya dalam mencermati LKPJ Bupati Aceh Tengah tahun 2023.

 

“terima kasih kami ucapkan, atas hasil disampaikan yang dituangkan dalam bentuk rekomendasi, selanjutnya rekomendasi tersebut akan kami tindaklanjuti sehingga berkontribusi dalam membawa perubahan yang positif terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Aceh Tengah,” ucap Mirzuan.

 

“semoga kemitraan, sinergitas dan harmonisasi hubungan serta dukungan dari seluruh anggota DPRK Aceh Tengah tetap terjalin kemasa yang akan datang, guna terwujudnya masyarakat damai, sehat, cerdas, religius dan bermartabat menuju masyarakat Aceh Tengah adil dan sejahtera,” tambahnya.

 

Mirzuan mengharapkan agar segala usaha yang telah dicapai, yang merupakan hasil karya dan kerja keras bersama, serta dukungan masyarakat Aceh Tengah, dapat membawa penyelenggarakan urusan pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah lebih baik lagi dalam membangun daerah, dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta efektivitas penggunaan anggaran.

 

“semoga dengan adanya rekmendasi ini, dapat membawa seluruh penyelenggaraan urusan pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah lebih baik lagi, tentunya dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan efektifitas penggunaan anggaran dalam membangun Aceh Tengah.” harap Mirzuan sebagai penutup dalam sambutannya.

 

Penutupan rapat paripurna LKPJ kali ini, menggarisbawahi pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan tugasnya demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh Tengah. (BA)

Bimtek Reje dan RGM Se- Kecamatan Linge Sebaiknya Di Tunda

A1news.co.id | Takengon– Salah satu tokoh masyarakat kecamatan Linge kabupaten Aceh Tengah,Aharuddin usulkankan kepada ketua forum reje kecamatan linge 23/05/2024.

Kegiatan Bimtek keluar daerah, sebaiknya di tunda, usulan ini ditujukan kepada Reje dan RGM Se- Kecamatan Linge, di tunda Kegiatan Bimtek Keluar Daerah.

 

Ianya menyebutkan, bimtek bisa saja dilakukan tanpa harus keluar daerah, bisa saja dilakukan di daerah sendiri, dimulai dengan mengadakan lomba bagi petugas administrasi desa tentang cara tata kelola keuangan yang baik,

 

Tata kelola pemerintahan yang baik, atau mengenai administrasi atau undang tutor di bidang yang cocok di kembangkan di kecamatan Linge seperti peternakan, pertanian atau hal lain sesuai keadaan kampung masing-masing, Ujarnya,

Lanjutnya kalau keluar daerah berapa biaya yang dihabiskan. Kalau cuma dilakukan di sini itu akan lebih menghematkan anggaran, Pungkasnya.

 

Tambahnya lagi, hal seperti itu harus digagas mulai saat ini dan meterinya dari semua aspek dalam pengelolaan desa, agar dana desa dan alokasi dana desa yang nilainya mencapai miliaran rupiah bisa kelihatan manfaatnya kepada masyarakat, Tutupnya.

Penyebab Gajah Liar Masuk Ke Permukiman

A1news.co.id|Takengon– Gajah salah satu hewan/satwa yang dilindungi oleh Undang-undang kawanan gajah liar selama ini telah memasuki permukiman masyarakat yang menjadi suatu problem bagi masyarakat. Sementara ini konflik manusia dengan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Provinsi Aceh belum selesai.

 

Menurut data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dikutip dari mongabay Indonesia menunjukkan bahwa periode Januari hingga Agustus 2022, konflik manusia dengan gajah sebanyak 68 kasus.

 

Wilayah yang tersebar diantaranya meliputi di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Selatan, Nagan Raya, Bener Meriah, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Tenggara, dan Subulussalam.

 

Sementara awak media memfokuskan pada gajah liar yang memasuki ke permukiman warga diwilayah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

 

Kepala BKSDA Resort Aceh Tengah Jamal saat diwawancarai awak media melalui telepon seluler mengatakan sementara ini penyebab gajah liar masuk ke permukiman warga di Kabupaten Aceh Tengah belum diketahui percis sebab dirinya belum lama bertugas di Aceh Tengah.

 

Ia menyampaikan dalam konteks topik ini permasalahannya adalah hutan, yang mana hutan merupakan habitat gajah termasuk salah satunya yaitu habitatnya rusak disebabkan seperti pembalakan hutan, pembukaan lahan baru (dikawasan hutan lindung) itu berpengaruh.

 

“Hutan lindung tempat-tempat makanan gajah dan sekarang terbuka sudah menjadi lahan itu bisa jadi penyebabnya. Hal ini beranggapan bagi kami ini suatu musibah,” ungkapnya.

 

Dalam hal ini penyebab satwa (gajah liar) masuk ke area permukiman masyarakat disebabkan terusiknya habitat (di ganggu/rusak).

 

Di tempat terpisah, awak media mewawancarai salah seorang tokoh masyarakat atau korban konflik dari gajah liar di Kabupaten Bener Meriah ia mengatakan penyebab gajah liar masuk ke permukiman warga yaitu adanya ketersediaan makanan didalam Desa dan permukiman,

 

Sehingga gajah tersebut candu untuk memakannya, kemudian menyebabkan sulitnya untuk di giring ke luar pemukiman. Ketersediaan makanan contohnya, tanaman sawit, pisang, pinang, kelapa tebu, dan lain-lain.

 

Lanjut, seorang tokoh masyarakat menyampaikan harapan dan masukan satu-satunya yaitu dengan cara di jinakan, relokasi. Namun dikarenakan terdapat kendala teknis dan aturan maka itu tidak dapat dilaksanakan.

 

Selama ini kami melihat pemerintah sudah maksimal untuk menanganinya, dari pihak pemerintah bawah seperti desa, kecamatan, kabupaten, prov bksda sudah saling berkoordinasi dan berupaya untuk menanganinya namun hasilnya belum maksimal.

 

Sementara Ketua Tim Pemantau Flora dan Fauna (TPFF) Muslim Gajah saat diwawancarai menyampaikan saat ini dari pemantauan langsung dilapangan permasalahan gajah masuk ke permukiman adalah terbentang nya HGU yang di izinkan oleh pemerintah daerah/Kabupaten Bireun.

 

Itu merupakan salah satu penyebab gajah masuk ke permukiman. Kemudian dengan terhambatnya jalur tersebut membuat gajah-gajah liat terpencar dan makanan sudah habis berakhir memasuki permukiman masyarakat.

 

Dirinya menyebutkan saat ini pemerintah sudah mengizinkan dan mengapa tidak dibuat jalur gajah diseputaran area persawitan perusahaan Haji Subar.

 

“Jalurnya saja dibuat, jangan dihambat jalur gajah itu untuk melintas,” harapnya.

 

Selanjutnya Kepala Resort CRU Bener Meriah Waddi saat dikonfirmasi belum merespon.(BA)