
A1news.co.id|Aceh Singkil – Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, mendapat penyambutan adat berupa Pepinangan dan Peusijuek (tepung tawar) saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu (16/5/2026).

Prosesi adat tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Singkil, H. Zakirun Pohan, sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada tamu kehormatan di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Syekh Abdurrauf As-Singkili.

Dalam prosesi tersebut, Pepinangan diserahkan sebagai simbol kehormatan, persatuan, dan perdamaian dalam tradisi adat Aceh Singkil. Sementara Peusijuek dilakukan dengan menepung tawari Kapolda Aceh beserta istri sebagai doa keselamatan, kesejukan hati, serta kelancaran dalam menjalankan tugas.
Ketua MAA Aceh Singkil, H. Zakirun Pohan, menjelaskan bahwa Pepinangan merupakan warisan adat leluhur yang memiliki nilai historis dan filosofis mendalam, khususnya sebagai perekat silaturahmi dan simbol perdamaian di tengah masyarakat.
“Tradisi ini sejak dahulu digunakan sebagai simbol pemersatu, bahkan dalam situasi perbedaan atau konflik, Pepinangan menjadi sarana perdamaian,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Peusijuek merupakan bentuk pemuliaan tamu sekaligus doa agar para pejabat yang berkunjung mendapatkan keselamatan dan kenyamanan selama bertugas di Aceh Singkil.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kapolres Aceh Singkil AKBP Joko Triono, Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, unsur Forkopimda, DPRK Aceh Singkil, Dandim 0109/Aceh Singkil, serta Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat.
Selain agenda adat dan kunjungan internal kepolisian, rombongan Kapolda Aceh juga dijadwalkan menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak di GOR Kasim Tagok, Desa Ketapang Indah.
Kunjungan ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan lembaga adat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh Singkil. (EW)

Tidak ada komentar