MENU

LIPGA Menutup “Gerakan Kampung Sadar Dan Peduli Lestari Di Seputaran Danau Laut Tawar 

2 menit membaca View : 21
Admin
Berita - 30 Mei 2026

A1news.co.id|Takengon – LIPGA akhirnya menutup “Program Gerakan Kampung Sadar dan Peduli Lestari di seputar Danau Laut Tawar dengan gebyar lingkungan melalui lomba produk kerajinan daur ulang tingkat pelajar Kampung seputar Danau Laut Tawar dengan tema “Sampah adalah Berkah “Ubah Sampah Plastik Menjadi Karya Bernilai” Sabtu, 30 Mei 2026

Dikatakan Sunardi Gustiawan. SB, M.A.P Direktur Eksekutif LIPGA Kabupaten Aceh Tengah Program ini didapat melalui seleksi yang ketat seluruh Indonesia dengan skema hibah dan perjanjian Kemitraan antara LIPGA dan Yayasan Penabulu selama 3 (tiga) Bulan Maret sampai Mei 2026 dengan 9 (sembilan) kegiatan dimulai dari perkenalan Program ke Pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan Reje.

Sosialisasi dan persetujuan dimulainya Program Diklat peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan tanggap bencana.

Peningkatan pendapatan masyarakat melalui Bank Sampah, Kampanye melalui poster berbingkai, Aksi melalui gotong royong dan Pendampingan, Monitoring dan Evaluasi Program.

Dengan target program yaitu :

1. Berkurangnya sampah yang dibuang sembarangan (ke danau) dan parit-parit yang airnya langsung ke danau dengan tersedianya tempat-tempat sampah (sampah organik dan sampah anorganik)

2. Tumbuhnya kesadaran dan kepedulian masyarakat dengan cara peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan aksi nyata “Lihat dan Ambil Sampah”

3. Peningkatan ekonomi masyarakat melalui Pembentukan Bank Sampah Kampung

4. Terciptanya produk kerajinan daur ulang sebagai produk bernilai ekonomi

5. Menimbulkan semangat dan budaya gotong royong dengan slogan “Kampung Bersih” melalui pembentukan komunitas masyarakat sadar dan peduli

6. Kampanye “Sampah ku tanggungjawab ku” melalui pemasangan poster edukasi berbingkai

Dilanjutkan oleh Gusti panggilan akrabnya program ini dilaksanakan hanya 3 (tiga) bulan tidak mungkin merubah pola pikir semua pihak dengan serta merta ini hanya pilot projek perlu tindak lanjut program kedepannya dari Pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan Kampung dan menjadikannya sebagai program prioritas di kampung masing masing.

“bahwa Pengelolaan Sampah dan Tanggap Bencana itu darurat dan penting dilakukan apalagi pasca bencana besar di Aceh tanggal 26 Nopemebr 2025 lalu.

 

Terakhir, Gusti mengucapkan terima kasih kepada Uni Eropa dan Yayasan Penabulu pada program CO-EVOLVE 2 melalui Lokadaya dan skema hibah Lokadana serta Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Kampung dan masyarakat penerima manfaat program atas dukungan dan partisipasi dalam program.(*)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS