MENU

Anisya Adelia Ramadhana Asal Aceh Singkil Raih Predikat Sarjana Terbaik UIN Ar-Raniry Dengan IPK 3,85

2 menit membaca View : 5
Admin
Berita - 25 Jun 2026

A1news.co.id|Banda Aceh – Anisya Adelia Ramadhana, mahasiswi Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI), Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, meraih predikat sarjana terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85.

 

Prestasi tersebut diraih Anisya pada yudisium yang digelar di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (11/6/2026).

 

Putri pasangan Syaifuddin Berutu dan Mariani yang berasal dari Lipat Kajang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil itu lahir pada 23 September 2004. Ia berhasil menyelesaikan studi sarjananya dalam waktu 3,5 tahun.

 

Keistimewaan lain yang diraih Anisya adalah kelulusannya tanpa menyusun skripsi. Ia dinyatakan memenuhi syarat akademik karena telah mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal yang diakui.

 

“Anisya dinyatakan lulus tanpa skripsi karena memiliki publikasi jurnal ilmiah yang memenuhi ketentuan akademik,” ujar dosen pengujinya, Dr. Muhajir Al-Fairusy.

 

Menurut Muhajir, kebijakan tersebut sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 yang memberikan alternatif penyelesaian tugas akhir melalui publikasi karya ilmiah.

 

Artikel yang ditulis Anisya telah dimuat dalam Journal of Aceh Studies. Penelitiannya mengkaji identitas masyarakat Singkil di perantauan, khususnya generasi muda yang tinggal di Banda Aceh.

 

“Penelitian tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Singkil mampu beradaptasi dengan lingkungan budaya yang berbeda tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai budaya asal mereka,” jelas Muhajir.

 

Selain berprestasi di bidang akademik, Anisya juga aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Divisi Keagamaan Himpunan Mahasiswa Sejarah dan Kebudayaan Islam.

 

Di bidang seni, Anisya meraih sertifikat prestasi kaligrafi pada ajang PKFA 2023 serta turut berpartisipasi dalam lomba kaligrafi pada Expo UIN Ar-Raniry.

 

Selama menjalani program magang, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti meuseuraya, penelitian cagar budaya, dan konservasi naskah kuno di Museum Aceh.

 

Prestasi yang diraih Anisya menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan budaya menulis ilmiah mampu mengantarkan mahasiswa meraih hasil terbaik sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian kebudayaan daerah. (EW)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    CLOSE ADS