MENU

Bupati Aceh Singkil Bersama Tim PRR Cek Langsung Titik Pemulihan Pascabencana

3 menit membaca View : 16
Admin
Berita - 08 Okt 2026

A1news.co.id|Aceh Singkil – Penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Singkil tidak berhenti di meja rapat.

Usai mengikuti rapat koordinasi, Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, SH bersama Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) langsung turun ke sejumlah lokasi terdampak untuk melihat kondisi infrastruktur dari dekat.

Peninjauan dilakukan Rabu (7/10/2026), bersama Dr. Drs. Imran, M.Si., dan tim Satgas PRR Pascabencana Alam wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Rombongan bergerak dari Op-Room Kantor Bupati Aceh Singkil menuju enam lokasi yang dinilai membutuhkan perhatian dalam proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Jembatan Desa Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, yang putus setelah diterjang banjir.

Selain itu, tim meninjau pembangunan rehabilitasi MAN Singkil, Gedung Seni Budaya Kecamatan Singkil, Pustu Desa Kayu Menang Kecamatan Kuala Baru, Puskesmas Kecamatan Singkil Utara, serta Puskesmas Kecamatan Suro.

Kondisi di lapangan menjadi bagian penting dari proses evaluasi. Kerusakan yang terlihat secara langsung menjadi bahan untuk mencocokkan data hasil rapat dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Bupati Aceh Singkil Oyon turun langsung ke lokasi diperlukan agar pemerintah tidak hanya bekerja berdasarkan laporan, tetapi memahami kondisi yang benar-benar dihadapi masyarakat.

“Kita ingin melihat langsung kondisi di lapangan, memastikan apa yang menjadi kebutuhan prioritas, dan mencari langkah penanganan yang tepat,” kata Safriadi.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan optimal.

Bagi masyarakat, pemulihan infrastruktur bukan sekadar persoalan pembangunan fisik. Putusnya akses, terganggunya pelayanan kesehatan maupun kerusakan fasilitas pendidikan dan ruang publik ikut memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Karena itu, penanganan pascabencana diarahkan agar tidak hanya cepat, tetapi juga sesuai skala kerusakan dan tingkat kebutuhan masyarakat.

Dr. Drs. Imran, M.Si., mengatakan, kunjungan lapangan menjadi momentum untuk memastikan informasi yang dibahas dalam rapat benar-benar sesuai dengan situasi aktual.

“Data, kondisi dan kebutuhan yang disampaikan dalam rapat perlu kita konfirmasi langsung di lapangan. Dengan begitu, langkah rehabilitasi dan rekonstruksi bisa disusun lebih tepat sasaran dan terukur,” ujarnya.

Enam lokasi yang ditinjau menjadi gambaran kebutuhan pemulihan Aceh Singkil setelah bencana. Dari kerusakan jembatan hingga fasilitas pelayanan publik, pemerintah daerah bersama Satgas PRR berupaya menyusun langkah penanganan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Pemulihan kini bukan hanya soal membangun kembali apa yang rusak, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dipulihkan mampu mendukung masyarakat untuk kembali beraktivitas secara aman dan nyaman.

Dari lapangan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh Singkil diharapkan bergerak lebih terarah—dengan data yang teruji, kebutuhan yang jelas, dan koordinasi lintas pihak yang semakin kuat. (EW)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *