MENU

Revitalisasi Total RSUD Langsa oleh Pemerintah Pusat: Manajemen Sampaikan Permohonan Maaf atas Ketidaknyamanan Pasien

3 menit membaca View : 50
Admin
Blog - 24 Okt 2026

Kota Langsa — A1news.co.id

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa saat ini tengah menjalani proses revitalisasi menyeluruh pasca-bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu. Jumat (23/10/2026).

Proyek pembenahan fasilitas kesehatan ini ditangani langsung oleh Pemerintah Pusat melalui sinergi Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Diantaranya :

•Pemulihan Layanan Kritis: Kemenkes memprioritaskan reaktivasi cepat layanan darurat (IGD) serta unit vital seperti Hemodialisis (cuci darah) agar pasien rutin tetap tertangani.

•Perbaikan & Bantuan Alat Kesehatan (Alkes): Kemenkes beserta lintas sektor mendatangkan teknisi khusus untuk perbaikan alkes berat serta memasok bantuan alkes baru pengganti fasilitas yang rusak.

Akibat pengerjaan fisik yang berlangsung di berbagai sudut rumah sakit, sejumlah ruang perawatan terpaksa ditutup sementara. Kondisi ini berdampak pada timbulnya suara bising, debu material, hingga pengalihan beberapa jalur pelayanan.

Menanggapi situasi tersebut, pihak manajemen RSUD Kota Langsa secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pasien dan keluarga pasien.

Dar keterangan kepada media Plt. Direktur RSUD Kota Langsa, Dr. Erijal, SKM, M.Kes, Jum’at 23/10/2026 mengimbau masyarakat untuk dapat memaklumi kondisi transisi yang sedang berlangsung.

“Memang saat ini RSUD sedang berisik, berdebu, dan beberapa ruang tutup sementara karena sedang direvitalisasi total. Kami mohon pengertian pasien dan keluarga,” ujar Dr. Erijal kepada awak media,

Bencana banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 lalu sempat melumpuhkan operasional RSUD Kota Langsa secara total. Ketinggian air di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) mencapai 1,5 meter, merusak berbagai peralatan medis utama  alat kesehatan penting seperti unit CT Scan dan perangkat medis darurat rusak terendam air dan endapan lumpur, serta menyisakan endapan lumpur pekat di ruang-ruang perawatan.

Merespons laporan darurat tersebut, Pemerintah Pusat dengan cepat mengambil alih perbaikan sarana dan prasarana agar layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Langsa dan sekitarnya dapat kembali optimal.

Dr. Erijal tidak memungkiri bahwa proses konstruksi di area aktif pelayanan menciptakan rasa tidak nyaman.

“Pihak Management RSUD Langsa mohon maaf atas ketidaknyamanan pasien. Kami tahu kondisi saat ini kurang nyaman—ada suara bor, debu, jalur IGD yang dialihkan, hingga area parkir yang menyempit akibat tumpukan material bangunan. Namun, semua ini dilakukan demi kebaikan bersama agar RSUD jauh lebih layak. Kami menargetkan kondisi ini selesai pada Desember 2026,” jelasnya.

Meski sebagian bangunan dan fasilitas sedang dalam tahap pengerjaan renovasi, manajemen menegaskan bahwa aktivitas pelayanan medis tidak dihentikan sama sekali.

Operasional 24 Jam: Seluruh unit pelayanan primer, termasuk IGD, tetap beroperasi penuh.

Kesiapsiagaan Tenaga Medis: Dokter dan perawat disiagakan secara intensif untuk menangani setiap pasien yang datang.

Penanganan Ruang Penuh : Pihak rumah sakit telah menyiapkan mekanisme penanganan darurat jika terjadi lonjakan pasien atau keterbatasan ruang rawat inap.

“Pelayanan tetap buka 24 jam, tidak ada yang tutup. Jika ruang perawatan penuh, kami tetap siapkan dokter dan perawat untuk siaga. Pasien tetap dilayani,” tegas Erijal.

Upaya pembenahan fasilitas ini mendapat pemahaman dan respons positif dari keluarga pasien. Warlinda (54), warga Langsa Kota yang tengah mendampingi kerabatnya berobat, menyatakan memaklumi gangguan sementara akibat aktivitas pembangunan tersebut.

“Tidak apa-apa berisik, yang penting sekarang ruangannya sudah enak, ada AC, bersih, dan tidak bau lagi seperti dulu. Kami mengerti, namanya juga sedang pembangunan. Semoga cepat selesai,” tuturnya saat diwawancarai.

Proyek revitalisasi RSUD Kota Langsa ini diharapkan selesai tepat waktu pada akhir tahun 2026, sehingga fasilitas kesehatan kebanggaan warga Langsa ini siap beroperasi penuh dengan standar pelayanan yang lebih baik dan tahan bencana.(red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *