

A1news.co.id|Aceh Singkil – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Singkil meminta Pemerintah Aceh kembali menempatkan dai atau penyuluh agama di Desa Suka Makmur, Kecamatan Pulau Banyak Barat.




Permintaan ini disampaikan menyusul kekosongan tenaga pembina keagamaan di wilayah tersebut selama sekitar satu hingga dua tahun terakhir.





Ketua PCNU Aceh Singkil, Muhammad Yusuf, S.Ag., mengatakan keberadaan dai sangat dibutuhkan untuk mendampingi masyarakat dalam pembinaan keagamaan, khususnya para mualaf dan generasi muda.
Permintaan tersebut disampaikan Yusuf setelah mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Darul Falah Az-Zamzamiyah, (25/10).
Menurutnya, kekosongan dai atau penyuluh agama terjadi setelah adanya pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sejak saat itu, masyarakat setempat dinilai tidak lagi mendapatkan pendampingan keagamaan secara optimal.
“Semenjak adanya pengangkatan PPPK, berarti sekitar satu atau dua tahun lebih sudah tidak ada lagi penyuluh agama atau dai perbatasan yang bekerja untuk membina, menguatkan keyakinan serta mengajar anak-anak dan masyarakat yang ada di Desa Suka Makmur,” ujar Yusuf.
Ia menjelaskan, Desa Suka Makmur memiliki posisi geografis yang cukup jauh dari pusat Kabupaten Aceh Singkil. Desa tersebut berada di kawasan kepulauan terluar yang berbatasan laut dengan Pulau Nias, Sumatera Utara.
Perjalanan dari Singkil menuju Pulau Banyak membutuhkan waktu sekitar empat jam. Selanjutnya, perjalanan menuju Desa Suka Makmur harus ditempuh menggunakan perahu selama kurang lebih satu jam.
Kondisi geografis tersebut, kata Yusuf, menjadi salah satu alasan pentingnya penempatan dai secara berkelanjutan agar pembinaan keagamaan masyarakat tidak hanya bergantung pada kunjungan dari wilayah daratan.
Selain masyarakat setempat, terdapat pula potensi pembinaan bagi para mualaf dari desa-desa sekitar. Namun, ketiadaan dai dinilai membuat masyarakat kehilangan sosok pembimbing yang dapat memberikan pengajaran sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mereka seperti kehilangan binaan, tokoh uswatun hasanah ataupun guru. Kalau kita tidak menghadirkan kembali, tentu mereka akan kehilangan pegangan,” ujar nya.
PCNU Aceh Singkil berharap Pemerintah Aceh segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kekosongan tenaga pembina keagamaan di Desa Suka Makmur.
Yusuf meminta Dinas Syariat Islam dan Kementerian Agama berkoordinasi untuk mencari mekanisme penempatan yang sesuai dengan kewenangan masing-masing, baik melalui pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten.
“Bagaimanapun teknis dan cara penempatannya, kami minta penyuluh agama kembali dihadirkan, baik melalui Dinas Syariat Islam maupun Kementerian Agama, provinsi ataupun kabupaten,”
Ia berharap momentum Hari Santri Nasional 2026 dapat menjadi perhatian bagi pemerintah untuk memperkuat pembinaan keagamaan di wilayah kepulauan dan perbatasan.
Menurutnya, kehadiran dai tidak hanya berperan dalam menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga memperkuat akidah, membina generasi muda, serta mendampingi para mualaf agar memperoleh pemahaman keagamaan yang baik dan berkelanjutan.
PCNU Aceh Singkil berharap pemerintah dapat segera menghadirkan kembali tenaga pembina keagamaan sehingga kebutuhan masyarakat di wilayah terluar tersebut mendapat perhatian yang memadai. (EW)
Tidak ada komentar