Cegah Karhutla, Polres Aceh Tengah Gencarkan Patroli dan Edukasi Warga

A1news.co.id Aceh Tengah — Kepolisian Resor Aceh Tengah, Polda Aceh, terus menggencarkan patroli sekaligus sosialisasi kepada masyarakat guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat, seiring meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau, Minggu (26/4/2026).

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin oleh jajaran Polres hingga Polsek dan Subsektor sebagai langkah preventif menghadapi kondisi cuaca kering yang rawan memicu karhutla.

“Patroli dan sosialisasi ini dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya pencegahan dini, mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi,” ujar Taufiq.

Dalam kegiatan itu, personel kepolisian menyasar masyarakat, khususnya petani dan pekebun, dengan memberikan imbauan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diedukasi untuk menerapkan metode pembukaan lahan yang ramah lingkungan dan aman.

Selain pendekatan persuasif, petugas turut menyampaikan konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Hal tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Menurut Taufiq, upaya pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Melalui patroli dan sosialisasi yang terus digencarkan, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi karhutla dapat dicegah sejak dini,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah terjadinya bencana asap di wilayah Aceh Tengah.

Jumat Berkah Polres Aceh Tengah Kembali Bagikan Makanan dan Bubur untuk Masyarakat di Depan Mapolres

A1news.co.id Takengon — Kepolisian Resor Aceh Tengah kembali menunjukkan pendekatan humanis melalui kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan makanan kepada masyarakat, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Lebe Kader, tepatnya di depan Mapolres Aceh Tengah ini dipimpin oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., melalui Kasat Binmas AKP Saudin Situmorang, S.Pd., dan Kasat Intelkam IPTU Denny Dharmawan, S.H., M.H., bersama jajaran.

Turut hadir Ketua KNPI Aceh Tengah Feriyanto serta perwakilan organisasi kepemudaan dan mahasiswa yang ikut ambil bagian dalam kegiatan sosial tersebut.

Dalam kegiatan itu, personel Polres Aceh Tengah bersama elemen pemuda memasak dan membagikan berbagai makanan, seperti bubur susu kacang hijau, ayam penyet, serta aneka makanan ringan kepada pengendara, pejalan kaki, dan masyarakat yang membutuhkan.

Kapolres Aceh Tengah melalui Kasi Humas IPTU Rasimin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, Polri, khususnya Polres Aceh Tengah, hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga membangun komunikasi yang baik serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas,” ujarnya.

Selain berbagi, personel kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Pendekatan yang dilakukan secara santai dan langsung ini dinilai efektif dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat.

Kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari langkah preemtif dan preventif Polres Aceh Tengah dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.

Sinergi antara Polres Aceh Tengah dan organisasi kepemudaan seperti KNPI dinilai mampu memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas sosial di daerah. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini turut mencerminkan dukungan terhadap upaya kepolisian dalam menciptakan situasi yang harmonis.

Jaksa Menyapa: Sinergi Cegah Narkoba, Selamatkan Remaja dari Ancaman Narkotika

A1news.co.id Aceh Tengah – Upaya pencegahan dan pemberantasan kejahatan narkoba terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja. Hal ini terlihat dalam kegiatan Jaksa Menyapa yang digelar di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tengah pada Kamis, 22 April 2026.

Kegiatan bertajuk “Bagaimana Mencegah dan Mengatasi Bahaya Kejahatan Narkoba terhadap Remaja” ini dimotori oleh Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Aceh Tengah dan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, yakni Kasat Narkoba Polres Aceh Tengah AKP Fakhrurrazi, S.Si., M.S.M., Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Aceh Tengah Dedet Darmadi, S.H., M.H., serta Ketua Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Aceh Tengah, Yusra Efendi.

Dalam pemaparannya, AKP Fakhrurrazi menegaskan bahwa peredaran narkoba kini semakin masif menyasar generasi muda dengan berbagai modus baru yang kian sulit terdeteksi. Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sebagai benteng utama dalam mencegah remaja terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika.

“Pengawasan dan komunikasi yang baik di lingkungan keluarga menjadi kunci utama. Jangan sampai anak-anak kita mencari pelarian di tempat yang salah,” ujarnya.

Sementara itu, Dedet Darmadi menekankan pentingnya pemahaman aspek hukum dalam penanganan kasus narkotika. Ia menjelaskan bahwa selain ancaman pidana berat bagi para pengedar, negara juga memberikan ruang rehabilitasi bagi pengguna sebagai bentuk pemulihan.

“Pendekatan hukum tidak hanya bersifat represif, tetapi juga humanis. Pengguna memiliki hak untuk direhabilitasi agar bisa kembali ke kehidupan yang normal,” jelasnya.

Ketua GANN Aceh Tengah, Yusra Efendi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak bersikap pasif dalam menghadapi ancaman narkoba. Menurutnya, perang melawan narkoba harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan semua pihak.

“Kita harus membangun kesadaran kolektif. Remaja harus diberi ruang untuk berkembang melalui kegiatan positif agar tidak mudah terpengaruh oleh narkoba,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah pengguna narkoba di Aceh saat ini diperkirakan mencapai 80.000 jiwa, mengalami penurunan dari tahun 2023 yang mencapai 83.000 jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen didominasi pengguna ganja, sementara 20 persen lainnya merupakan pengguna sabu. Data ini merujuk pada rilis Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh tertanggal 22 Juli 2025.

Kegiatan Jaksa Menyapa ini merupakan sebuah tindakan nyata dalam upaya mencegah narkoba baik di kalangan pelajar dan para remaja maupun masyarakat umum dengan menfaatkan media sebagai wadah penyampai aspirasi.

Diskusi interaktif yang berlangsung dengan penuh semangat mencerminkan meningkatnya kepedulian terhadap bahaya narkoba yang terus mengintai generasi muda.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir komitmen bersama untuk memperkuat upaya pencegahan serta menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba, demi menyelamatkan masa depan generasi muda Aceh Tengah.

M. Yunus Luttar Tulis Biografi Mantan Atase Kebudayaan RI di Kairo Mesir Asal Dataran Tinggi Gayo

A1news.co.id Takengon- M. Yunus Luttar tulis buku biografi M. Affan Hasan. “Alhamdulillah, naskahnya sudah rampung dan sudah selesai dilayout juga. Dummy juga sudah dikirim pihak penerbit. Sedang dibaca dummynya, termasuk oleh pihak keluarga,” kata M. Yunus Luttar, melalui pesan Whatsapp, Selasa (21/4/2026).

Buku dengan judul “Mengenang M. Affan Hasan: Sosok Profesional, Amanah, dan Istikamah” yang dieditori Yusradi Usman al-Gayoni (Diaspora Indonesia-Inggris di London) mengetengahkan perjalanan hidup M. Affan Hasan, yang semasa hidupnya, selain aktif sebagai aktivis saat mahasiswa, juga sempat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Takengon, pejabat teras di Kementerian Kebudayaan RI, dan pernah ditugaskan sebagai Atase Kebudayaan RI di Cairo, Mesir. Bersama Drs. Thantawy R dan Drs. Kamaluddin M, M. Affan Hasan juga menulis buku “Kesenian Gayo dan Perkembangannya (1980).”

“Banyak pemikiran, hal positif, ketauladanan, pelajaran, dan hikmah yang bisa kita ambil dari sosok M. Affan Hasan. Termasuk, perhatian dan kontribusinya buat tanah kelahirannya, Dataran Tinggi Gayo dan kemajuan orang Gayo di masanya. Di mata saya, beliau merupakan sosok yang sangat profesional, amanah, dan istikamah. Juga, perhatian dan kontribusinya terhadap Tanoh Tembuni dan kemajuan urang Gayo, luar biasa,” sebut Aman Gele, yang sekaligus alumnus II SMA Negeri 1 Takengon (tamat tahun 1961).

Dijelaskannya, di samping ungkapan terima kasih kepada guru dan kepala sekolahnya itu, penulisan biografi M. Affan Hasan dilatari pula oleh penghargaannya kepada almarhum yang sudah berbuat, berkarya, dan berkontribusi buat Tanoh Tembuni, urang Gayo, bangsa, dan negara. “Terlebih biografi atau autobiografi orang Gayo, masih sangat sedikit sekali. Paling tidak, buku ini bisa menambah kekayaan buku tokoh Gayo serta menguatkan literatur dan literasi Gayo secara keseluruhan,” tegasnya.

Mudahan-mudahan, dilanjutkan penulis buku “37 Tahun Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Jakarta,” “Mengikuti beberapa catatan tentang organisasi ‘Urang Gayo’ di Jakarta,” dan biografi M. Hasan Gayo “Haji Muhammad Hasan Gayo: komandan bambu runcing dan mas kluyur” itu, buku terbarunya tersebut bisa segera terbit.

“Ditargetkan, bulan depan (Mei), sudah terbit, selesai cetak, dan beredar di tengah-tengah masyarakat Indonesia, insyaAllah. Tebal buku ini kurang lebih 295-300-an halaman. Ukuran A5,” tutup penulis berusia 84 tahun tersebut yang saat ini berdomisili di Jakarta.

Korban Hanyut di Sungai Kala Linge Ditemukan di Aliran Sungai Aceh Timur, Jenazah Sudah di Rumah Duka

A1news.co.od Takengon — Seorang warga Kampung Kala Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di kawasan Sungai Kala Linge, Kecamatan Linge, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Aceh Timur.

Korban diketahui bernama Miga Fachreza (27), seorang wiraswasta yang berdomisili di Dusun Al-Muslim, Kampung Kala Kemili. Jenazah korban tiba di rumah duka pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung disambut oleh pihak keluarga serta masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi dari keluarga, korban terakhir kali meninggalkan rumah pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju Kampung Linge, Kecamatan Linge. Sehari kemudian, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, keluarga menerima kabar bahwa korban diduga hanyut di aliran Sungai Kala Linge.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq melalui Kasi Humas IPTU Rasimin menyampaikan bahwa upaya pencarian telah dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat dengan menyusuri aliran sungai. Namun, korban belum berhasil ditemukan pada saat itu.

Perkembangan terbaru, pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 08.50 WIB, diperoleh informasi adanya penemuan jasad seorang pria di aliran Kuala Ni Weh, Desa Ranto Panyang, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Jasad tersebut diduga merupakan korban hanyut dari Sungai Kala Linge.

Pihak keluarga kemudian melakukan proses identifikasi dan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Miga Fachreza. Kepastian identitas diperkuat dengan ciri khusus berupa gelang yang dikenakan korban saat kejadian.

Saat ini, jenazah telah berada di rumah duka dan rencananya akan dimakamkan di Kampung Kala Kemili oleh pihak keluarga dengan melibatkan masyarakat setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di kawasan aliran sungai, terutama saat beraktivitas di lokasi dengan arus yang deras.

Akses Tunggal Pilar Wih Kiri–Tirmiara Rusip Antara Tertutup Longsor, Polisi dan Warga Bergerak Cepat Bersihkan Material

A1news.co.id Takengon — Akses jalan kabupaten yang menjadi satu-satunya penghubung Kampung Pilar Wih Kiri dan Kampung Tirmiara, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, tertutup material longsor pada Selasa (21/4/2026) pagi.

Longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada malam sebelumnya. Material berupa tanah dan bebatuan menimbun badan jalan, menyebabkan kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu, termasuk mobilitas warga dan pelajar yang hendak menuju sekolah. Jalur tersebut diketahui merupakan akses utama keluar-masuk bagi kedua kampung.

Merespons kondisi itu, personel Polsubsektor Rusip Antara bersama warga setempat langsung bergerak melakukan pembersihan material longsor sejak pukul 07.00 WIB. Gotong royong difokuskan pada pembukaan badan jalan agar dapat segera dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Pembersihan dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana. Selain dipicu curah hujan tinggi, longsor juga dipengaruhi kondisi tanah yang masih labil pasca bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025, sehingga wilayah tersebut masih berpotensi mengalami longsor susulan.

Kapolres Aceh Tengah, Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., mengapresiasi sinergi antara personel kepolisian dan masyarakat dalam menangani dampak bencana tersebut.

“Respons cepat ini menunjukkan kuatnya kepedulian dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Kami mengapresiasi partisipasi warga yang turut membantu sehingga akses jalan dapat segera dibuka kembali,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan serta struktur tanah yang belum stabil. Kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keselamatan warga.

Hingga pukul 09.00 WIB, proses pembersihan masih berlangsung dan akses jalan mulai dapat dilalui secara terbatas. Upaya lanjutan terus dilakukan hingga jalur kembali normal dan aman dilintasi masyarakat.

Rumah Rusak Tak Masuk Data, Aharuddin Minta Perkim dan BPBD Aceh Tengah Turun Langsung Verifikasi Lapangan

A1news.co.id Aceh Tengah – Polemik pendataan rumah warga korban banjir hidrometeorologi di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, menuai sorotan. Sejumlah warga di Kampung Pantan Nangka mengaku rumah mereka terdampak, namun tidak tercantum dalam data resmi penerima bantuan.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Aharuddin, mempertanyakan proses pendataan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menyampaikan keluhan terkait rumah milik Padli Wahuda di Dusun Binje, Pantan Nangka, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir, namun tidak masuk dalam daftar korban terdampak.

“Rumah kami rusak, bahkan bagian teras hanyut terbawa arus saat banjir pada 26 November 2025 lalu. Tapi anehnya tidak masuk dalam data korban. Ini yang kami pertanyakan, di mana letak kesalahannya,” ujar Aharuddin, Senin (20/04/2026).

Menurutnya, ketidakterdataan tersebut berpotensi merugikan warga karena dapat menghilangkan hak untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Ia meminta instansi terkait, khususnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, agar bekerja secara profesional dan mengedepankan fakta di lapangan.

Aharuddin juga menyoroti dugaan ketidaksinkronan data antara pemerintah desa dengan pihak Perkim dan BPBD. Ia menilai proses verifikasi data rumah rusak terkesan amburadul dan tidak akurat.

“Kami berharap ada verifikasi ulang secara langsung ke lapangan. Jangan sampai data yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, karena ini menyangkut hak masyarakat yang terdampak bencana,” tegasnya.

Ia menambahkan, sejumlah rumah warga lainnya juga mengalami kerusakan akibat lumpur banjir, namun belum seluruhnya terakomodasi dalam pendataan resmi. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan bahwa proses pendataan dan verifikasi belum berjalan optimal.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk melakukan pendataan ulang secara transparan dan akuntabel, agar bantuan dapat disalurkan secara adil kepada seluruh korban yang benar-benar terdampak.

Polres Aceh Tengah Kembali Gelar “Jum’at Berbagi”, Bagikan Makanan dan Bubur Kacang Hijau untuk Warga

A1news.co.id Aceh Tengah — Polres Aceh Tengah kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk “Jum’at Berbagi” dengan membagikan makanan bergizi berupa bubur susu kacang hijau kepada masyarakat di depan Mako Polres Aceh Tengah, Jumat (17/4/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB ini dipimpin oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., melalui Kasat Intelkam IPTU Denny Dharmawan, S.H., M.H., serta melibatkan organisasi kemasyarakatan, di antaranya GMNI. Turut hadir Ketua GMNI, Saparuda, bersama sejumlah anggota.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian bersama unsur masyarakat tidak hanya memasak bubur kacang hijau, tetapi juga menyiapkan dan membagikan makanan kepada warga yang melintas maupun masyarakat yang membutuhkan.

Aksi sosial ini menjadi bagian dari upaya Polres Aceh Tengah dalam mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Selain berbagi makanan, personel juga menyampaikan imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai bentuk pendekatan humanis Polri.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq melalui Kasat Intelkam IPTU Denny Dharmawan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan warga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, serta dikembangkan melalui berbagai bentuk kegiatan sosial lainnya guna memberikan manfaat yang lebih luas.

Polisi, TNI, dan Aparatur Kampung Patroli Dugaan Tambang Ilegal di Linge, Belum Ditemukan Aktivitas Penambangan

A1news.co.id Aceh Tengah — Aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, dan aparatur kampung melakukan patroli dan monitoring terkait dugaan aktivitas tambang ilegal di wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (16/4/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Linge IPTU Aidil Novrizal bersama jajaran. Patroli turut melibatkan personel Koramil Linge, Mukim Kemukiman Weh Dusun Jamat Ilyas Pasa, Reje Kampung Jamat Yusradi, Reje Kampung Delung Sekinel Sudirman, serta aparatur Kampung Delung Sekinel.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Linge IPTU Aidil Novrizal menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respons cepat atas informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan aktivitas penambangan emas ilegal.

“Hasil pengecekan langsung di lapangan, khususnya di Kampung Jamat dan Delung Sekinel, belum ditemukan adanya aktivitas penambangan ilegal,” ujar Aidil.

Ia menjelaskan, dari hasil patroli dan pemeriksaan di sejumlah titik, petugas juga belum menemukan peralatan maupun barang bukti yang mengarah pada praktik pertambangan ilegal.

Selain itu, berdasarkan keterangan Mukim Weh Dusun Jamat, Ilyas Pasa, yang didampingi para reje kampung, selama ini wilayah tersebut tidak pernah ditemukan adanya aktivitas penambangan emas ilegal.

Dalam kesempatan tersebut, Ilyas Pasa juga menyampaikan harapan kepada pemerintah agar segera dilakukan normalisasi aliran sungai di wilayah Kemukiman Jamat, khususnya pascabencana yang melanda kawasan tersebut.

“Normalisasi sangat kami harapkan karena sungai ini sangat kami butuhkan untuk pengairan persawahan dan pertanian warga yang rusak akibat bencana alam, ditambah kondisi musim hujan saat ini,” ujarnya.

Sebagai langkah preventif, aparat gabungan bersama aparatur kampung turut memasang spanduk berisi imbauan larangan melakukan aktivitas penambangan ilegal di lokasi tersebut, guna mencegah potensi munculnya aktivitas serupa di kemudian hari.

Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli rutin dan monitoring untuk memastikan wilayah hukum Kecamatan Linge tetap aman serta terbebas dari aktivitas ilegal yang berpotensi merusak lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi kegiatan tersebut,” pungkasnya.

Terus Asah Kemampuan, Polres Aceh Tengah Intensifkan Latihan Pengendalian Massa

A1news.co.id Aceh Tengah — Satuan Samapta Polres Aceh Tengah terus meningkatkan kemampuan personel melalui latihan Pengendalian Massa (Dalmas) tingkat awal dan lanjutan yang digelar di depan pos penjagaan Mako Polres Aceh Tengah, Kamis (16/4/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Aceh Tengah, Iptu Misbah, dengan pelatih Aiptu Sulaiman selaku Kanit Dalmas 1 dan Brigadir Khairu Hidayat.

Latihan tersebut diikuti seluruh personel Satsamapta sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, personel mendapatkan pengulangan materi dari tingkat dasar hingga lanjutan. Materi yang dilatihkan meliputi sikap pokok, sikap siaga, jalan di tempat, penggunaan tongkat Dalmas, serta berbagai formasi seperti bersaf dan paruh lembing.

Selain itu, personel juga dilatih teknik desak maju dan dorong maju, serta sikap berlindung menggunakan tameng untuk mengantisipasi lemparan benda maupun dorongan massa.

Latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan teknis sekaligus kesiapan fisik dan ketangguhan mental personel Polri dalam menghadapi eskalasi aksi unjuk rasa.

Teknik berlindung yang dilatihkan difokuskan pada penggunaan tameng dan tongkat secara taktis guna membentuk perlindungan tubuh, menjaga keselamatan anggota, serta memastikan pelaksanaan tugas tetap sesuai prosedur.

Kegiatan latihan turut dipantau langsung oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., sebagai bentuk pengawasan dan dukungan terhadap peningkatan kemampuan personel di lapangan.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq melalui Kasat Samapta Iptu Misbah mengatakan, latihan rutin tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan yang berkelanjutan agar personel semakin profesional dalam menjalankan tugas.

“Melalui latihan yang dilakukan secara konsisten, seluruh personel diharapkan mampu menguasai teknik pengendalian massa dengan baik dan benar, sehingga dapat bertindak profesional, humanis, serta sesuai prosedur saat melaksanakan tugas di lapangan,” ujar Misbah.