Awalnya Pelapor Endingnya Terlapor, Satreskrim Polres Kampar Tindaklanjuti Warga Bandur Picak

A1news.co.id , BANGKINANG – Sebelumnya Kapolres Kampar sempat menindaklanjuti laporan yang dibuat oleh salah seorang warga desa Bandur Picak, kecamatan XIII Koto Kampar atas dugaan tindak pidana Pencurian dengan Kekerasan (Curas) pada 5 Juni 2026 lalu yang menjadikan pelapor sebagai korban. Dalam pengakuannya, I(30) yang awalnya merupakan pelapor (korban) menyebutkan bahwa dirinya sempat disekap oleh lebih dari satu orang pelaku dan mengikatnya di salah satu tempat yang berada di sebuah gudang penampungan Tandan Buah Segar (TBS) atau Veron.

“Awalnya Satreskrim Polres Kampar melalui unit Reskrim Polsek XIII Koto Kampar telah menerima laporan dari I (30) yang belakangan kita periksa lebih lanjut akbibat berstatus sebagai terlapor yang diduga pelaku tindak pidana karena memberi keterangan palsu di hadapan penyidik kepolisian,” ungkap AKBP. Boby Putra, melalui AKP. I Gede Yoga Eka Pranata kepada awak media.

“Kejanggalan muncul setelah tim penyidik unit Reskrim Polsek XIII Koto Kampar melakukan rekontruksi terhadap pelapor (korban) yang kini telah ditetapkan sebagai terlapor atas dugaan tindak pidana pemberi keterangan palsu,” lanjut AKP. Gede Yoga.

“Pengakuan awal pembuat laporan pengaduan palsu bahwa Rp. 72 juta telah digondol oleh pelaku namun nyatanya uang tersebut telah habis digunakan oleh terlapor untuk kepentingan pribadi dan judi online, sehingga dirinya harus merekayasa laporan polisi dengan aduan Pencurian dengan Kekerasan untuk mengelabuhi si Bos,” tegas Gede Yoga.

“Diketahui bahwa uang sejumlah Rp. 72 Juta tersebut merupakan uang untuk modal usaha jual beli brondolan dari Bos terduga pelaku pembuat laporan pengaduan palsu,” kata Kasat Reskrim menjelaskan. “Saat ini diduga terlapor dengan membuat laporan palsu telah diperiksa untuk mengikuti proses hukum selanjutnya,” tutupnya.(Rls: RAVI )

Admin02 : Endang. S

kapolsek Kampar Turun Langsung Di Sungai Kampar

A1news.co.id , KAMPAR – Upaya pencarian terhadap korban tenggelam atas nama Cepi Ahmad Munawar (34 tahun), pekerja buruh asal Kabupaten Bandung Jawa Barat, masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian bersama tim penyelamatan dari BPBD dan Damkar Kabupaten Kampar. Meskipun telah dilakukan pencarian yang intensif sejak siang hingga sore hari Minggu (07/06/2026), korban yang hilang di Sungai Kampar kawasan Pulau Kasiok Desa Muara Jalai Kecamatan Kampar Utara masih belum ditemukan.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang melalui Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid, pada sore hari yang sama membeberkan kronologis kejadian yang menyayat hati tersebut, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di sekitar perairan sungai.

“Kami menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 14.00 WIB mengenai adanya orang yang terbawa arus sungai,” ujar Kapolsek yang juga pernah menjabat Kapolsek Siak Hulu dan Kasat Reserse Narkoba Polres Kampar. “Segera saya perintahkan Kanit Reskrim IPDA David Gusmanto beserta personel piket Polsek Kampar untuk mendatangi TKP dan melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur.”

Menurutnya, kejadian dimulai sekitar pukul 13.00 WIB ketika korban bersama dua teman lainnya, Dede Oleh Nurdiansyah (32 tahun) dan Wawan Setiawan (32 tahun), sedang melakukan aktivitas memancing di tepi Sungai Kampar. Awalnya mereka memancing di daerah yang airnya dangkal, namun kemudian berpindah ke arah hilir sungai.

“Setelah berpindah lokasi, dua dari mereka yaitu Dede dan korban memutuskan untuk berenang. Tak disadari, ada bagian sungai yang kedalamannya meningkat secara tiba-tiba dan arusnya cukup kuat, membuat mereka terbawa arus,” jelas Kapolsek dengan nada penuh prihatin.

Ia menambahkan bahwa Dede berhasil mencapai tepi sungai setelah berjuang melawan arus, sementara korban Cepi terus terbawa arus dan berteriak meminta tolong sebelum hilang dari pandangan. “Teman korban lainnya, Wawan Setiawan, yang tengah memancing langsung memanggil bantuan dari warga sekitar. Saksi-saksi yang berada di lokasi juga turut membantu mengumpulkan orang untuk memberikan pertolongan,” ujarnya.

Dede Oleh Nurdiansyah yang berhasil menyelamatkan diri kemudian segera dibawa oleh warga ke Rumah Sakit Umum Bangkinang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun hingga saat ini, belum ada informasi terbaru mengenai kondisinya.

Sekitar pukul 14.45 WIB, Tim BPBD Kabupaten Kampar dan Dinas Pemadam Kebakaran serta Penyelamatan turun ke lokasi dengan membawa peralatan penyelamatan lengkap. Tim segera melakukan survei terhadap kondisi sungai dan memulai upaya pencarian yang meliputi berbagai titik sepanjang aliran Sungai Kampar.

Saksi-saksi yang menyaksikan kejadian, Andri Arjuna (37 tahun) sopir asal Rumbai Palas Pekanbaru dan Ali Yus (49 tahun) petani juga dari Rumbai Palas Pekanbaru, menyampaikan bahwa mereka langsung merespons ketika mendengar teriakan meminta tolong. “Kita segera mencari bantuan, namun arus sungai cukup deras sehingga sulit untuk menjangkau korban sebelum ia hilang di bawah permukaan air,” ujar salah satu saksi.

Kapolsek Kampar menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah penanganan, antara lain mengamankan TKP, mencatat kesaksian saksi-saksi, membantu proses pencarian, berkoordinasi dengan keluarga korban, serta mengumpulkan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kita juga sedang melakukan penggalian informasi secara menyeluruh untuk memastikan bahwa kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek mengimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Kampar, baik untuk memancing, berenang, maupun aktivitas lainnya, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. “Perhatikan kondisi sungai, jangan pernah menganggap remeh aliran air, dan pastikan kita berada di daerah yang aman. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.

Kelompok korban yang berasal dari Jawa Barat diketahui sedang berada di Riau untuk bekerja. Pihak keluarga korban yang saat ini berada di Jawa Barat telah dihubungi dan sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Kampar untuk mengikuti perkembangan upaya pencarian.

Hingga berita ini diterbitkan, tim penyelamatan masih terus melakukan pencarian dengan penuh tekun, berharap dapat segera menemukan korban untuk memberikan keadilan dan pemakaman yang layak bagi keluarga yang sedang berduka. (Endang.s)

LP NasDem Riau Apresiasi Kapolsek Rambah Samo atas Penanaman Jagung Pipil Kuartal II 2026

A1news.co.id ,ROKAN HULU –untuk mendukung Ketahanan Pangan Nasional ” Lembaga Pengawasan (LP) NasDem Riau memberikan apresiasi kepada Kapolsek Rambah Samo, IPDA Sarlose Mesra, S.H., beserta jajaran atas pelaksanaan kegiatan Penanaman Jagung Pipil Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Selasa (02/06/2026) di RT 24 RW 08 Dusun Sumber Rejo, Desa Marga Mulya, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Rambah Samo IPDA Sarlose Mesra, S.H., Kanit Binmas IPDA Zulpendi, S.Pdi., PPL Desa Marga Mulya H. Santoso, S.Tr.P., Kepala Unit Ketahanan Pangan BUMDes Mitra Usaha Mulya Sukino, Kelompok Tani Sumber Mulyo, serta personel Polsek Rambah Samo yang turut berpartisipasi dalam proses penanaman.

 

Adapun kegiatan yang dilaksanakan berupa penanaman bibit jagung varietas Pioner 32 Singa pada lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani Sumber Mulyo dengan koordinator Sukino. Lahan yang digunakan merupakan jenis tanah mineral hitam dengan sumber air mengandalkan tadah hujan. Penanaman dilakukan pada 2 Juni 2026 dengan estimasi panen pada 20 September 2026. Ketua LP NasDem Riau, Barito Ritonga, didampingi Pengacara LP NasDem Riau, Advokat Agus Wira Halawa, S.H., menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kerja nyata Kapolsek Rambah Samo beserta seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. “LP NasDem Riau mengapresiasi langkah dan kinerja Kapolsek Rambah Samo bersama jajaran yang telah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan penanaman jagung pipil Kuartal II Tahun 2026. Program ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah,” ujar Barito Ritonga.

 

Menurutnya, sinergi antara Polri, pemerintah desa, kelompok tani, serta masyarakat merupakan faktor penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. LP NasDem Riau berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mendukung swasembada pangan nasional. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Rokan Hulu.  (Endang.s) (Rilis: LP NasDem Riau)

Polsek Kampar Kiri Ungkap Kasus Narkotika – 10,91 Gram Sabu-sabu Ditemukan, 1 Tersangka Diamankan”  

A1news.co.id , KAMPAR – Dalam upaya tegas memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kecamatan Kampar Kiri, Polsek Kampar Kiri berhasil mengungkap kasus perkara penyimpangan barang bukti narkotika berat jenis sabu-sabu dengan total berat kotor sebanyak 10,91 gram. Penangkapan dilakukan pada hari Jumat (29/05/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di Dusun Sungai Manggis Desa Sungai Liti Kecamatan Kampar Kiri, berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya aktivitas transaksi narkotika yang sering terjadi di daerah tersebut.

Tersangka yang berhasil diamankan bernama ML (56Th) berprofesi wiraswasta, dengan alamat tinggal di Dusun III Tepian Pandan Desa Padang Sawah Kecamatan Kampar Kiri. Ditemukan sebagai barang bukti sebanyak 51 peket kecil diduga sabu-sabu, 1 buah mancis warna hijau, dan 1 set alat hisap (bong)

Kapolres Kampar Akbp Boby Putra Ramadhan Sebayang melalui Kapolsek Kampar Kiri Kompol Rusyandi Zuhri Siregar, menjelaskan bahwa Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat tentang adanya transaksi narkotika di Desa Sungai Liti, saya segera memerintahkan unit Reskrim Polsek Kampar Kiri untuk melakukan penyelidikan mendalam,” ujar Kapolsek

Beliau menjelaskan bahwa personel yang ditugaskan turun ke lapangan sekitar pukul 12.30 WIB dan menemukan seorang yang dicurigai melakukan aktivitas terkait narkotika di areal kebun kelapa sawit milik petunggas. “Pada saat akan dilakukan penangkapan, dua orang pelaku atas nama Karim dan Ramadhan als Kuntit berhasil kabur. Namun, kita berhasil mengamankan ML. jelasnya.

Kapolsek menambahkan bahwa pada saat penggeledahan badan terhadap ML, ditemukan satu kotak On Bold yang diselipkan di selangkangan, di mana dalam kotak tersebut terdapat 51 peket narkotika jenis sabu-sabu. “Pelaku dan seluruh barang bukti telah dibawa ke Polsek Kampar Kiri dan selanjutnya diteruskan ke Satres Narkoba Polres Kampar untuk proses hukum lebih lanjut. Kita akan terus melakukan penelusuran untuk menangkap pelaku yang berhasil kabur dan mengungkap jaringan peredaran narkotika yang ada di daerah ini,” pungkasnya.

Tersangka ML saat ini sedang dalam proses pemeriksaan oleh pihak Satres Narkoba Polres Kampar. Kasus ini disangkakan telah melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Pihak Polsek Kampar Kiri menyampaikan bahwa upaya memberantas narkotika akan terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap aktif dalam memberikan informasi dan bekerja sama dengan kepolisian agar Kabupaten Kampar dapat terbebas dari jeratan narkotika,” pungkas perwakilan Polsek Kampar Kiri.

(Endang.s)

Panen Jagung Program Kapolda Riau Sukses, 0,25 Hektar Hasilkan 500 Kg

A1news.co.id , KAMPAR – Suasana penuh kegembiraan menghiasi lahan milik Bapak Rijal di Desa Sungai Simpang Dua Kecamatan Kampar Kiri Hilir pada hari Jumat (28/05/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Pada kesempatan itu, dilaksanakan kegiatan panen jagung pipil yang merupakan bagian dari Program Kapolda Riau dalam rangka mendukung program pemerintah nasional swasembada pangan tahun 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh pihak kepolisian, pemerintah desa, dan kelompok tani ini menunjukkan hasil yang memuaskan dari lahan seluas ±0,25 hektar dengan estimasi hasil sebanyak ±50 kilogram.

 

Hadir dalam acara panen tersebut Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Era Maifo, S.H., Kepala Desa Sungai Simpang Dua Bapak Rio, Ketua beserta anggota Kelompok Tani Rukun Sentosa beserta para petani desa, Ps Kanit Binmas Polsek KKH AIPDA Syahputra Efendi, Bhabinkamtibmas Desa Sungai Simpang Dua Bripka Andri Ramon, personel Polsek KKH, serta pemilik lahan Bapak Rijal. Lokasi panen berada di koordinat yang dapat diakses melalui tautan peta resmi, menjadi bukti bahwa program pertanian ini dilaksanakan dengan terencana dan terkoordinasi.

 

Kapolsek Kampar Kiri Hilir Akp Era Maifo, menyampaikan bahwa Kegiatan panen hari ini merupakan wujud nyata implementasi Program Kapolda Riau yang fokus pada peningkatan ketahanan pangan di tingkat lokal. Melalui kerja sama antara kepolisian, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat, kita dapat mengubah lahan menjadi lebih produktif dan berkontribusi pada program swasembada pangan yang digelorakan oleh pemerintah,” ujar Kapolsek dalam sambutannya.

 

Beliau menjelaskan bahwa meskipun luas lahan hanya ±0,25 hektar, hasil panen ±50 kilogram jagung pipil menjadi bukti bahwa setiap lahan kecil pun dapat memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat. “Program ini tidak hanya tentang menghasilkan pangan, tetapi juga tentang membangun semangat gotong-royong dan kerja sama antar elemen masyarakat. Kita berharap program ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah hukum Polsek KKH untuk lebih aktif memanfaatkan potensi lahan yang ada,” jelasnya.

 

Kapolsek juga menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan terus mendukung dan mendampingi kegiatan pertanian di wilayahnya, sebagai bentuk komitmen untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami akan selalu siap memberikan dukungan apapun yang dibutuhkan, mulai dari pendampingan hingga fasilitasi kerja sama dengan instansi terkait. Semoga hasil panen ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi keluarga petani dan masyarakat desa,” pungkasnya.

 

Kepala Desa Sungai Simpang Dua Bapak Rio menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pihak kepolisian dalam menjalankan program ini. “Kami sangat menghargai perhatian dan bantuan dari Polsek KKH yang telah mendampingi kita sejak proses penanaman hingga panen. Program Kapolda Riau ini telah memberikan semangat baru bagi para petani di desa kami untuk lebih giat dalam mengelola lahan,” ujarnya.

 

Ketua Kelompok Tani Rukun Sentosa yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan bahwa proses penanaman jagung pipil ini dilakukan dengan bimbingan dari penyuluh pertanian dan dukungan dari pihak kepolisian. “Kita telah mengikuti panduan teknis yang diberikan dengan seksama, mulai dari persiapan lahan hingga perawatan tanaman. Hasil panen yang kita dapatkan hari ini menjadi bukti bahwa kerja keras tidak akan pernah sia-sia,” ujarnya dengan penuh bangga.

 

Pemilik lahan Bapak Rijal menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan untuk menjadi bagian dari program ini. “Saya sangat bersyukur dapat berpartisipasi dalam Program Kapolda Riau. Lahan saya yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini menghasilkan panen yang baik, dan saya berharap tahun depan dapat mengembangkan lahan ini menjadi lebih luas,” ujarnya.

 

Proses panen berjalan dengan penuh kebersamaan, di mana seluruh peserta aktif terlibat dalam memetik tandan jagung dan memastikan bahwa hasil panen dapat dikumpulkan dengan baik. Sampai saat ini, kegiatan panen raya serentak masih berlangsung dengan lancar, dengan situasi yang tetap aman, terkendali, dan kondusif.

 

Pihak Polsek Kampar Kiri Hilir menyampaikan bahwa hasil panen ini akan segera diolah dan sebagian akan digunakan untuk kebutuhan lokal, sementara sisanya akan dijual untuk meningkatkan pendapatan kelompok tani. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kerja sama yang erat antara kepolisian dan masyarakat dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi kemajuan daerah dan pencapaian program nasional swasembada pangan.  (Endang.s)

“Polsek Perhentian Raja Garap 0,5 Hectare Lahan Untuk Penanaman Jagung Pipil – Dukung Swasembada Pangan 2026 Bersama Kelompok Tani”

A1news.co.id , KAMPAR – Komitmen Polsek Perhentian Raja dalam mendukung program nasional swasembada pangan tahun 2026 kembali terwujudkan melalui kegiatan penanaman jagung pipil kuartal II yang digelar pada hari Senin (18/05/2026) pukul 09.00 WIB di Desa Lubuk Sakat Kecamatan Perhentian Raja. Bertempat di lahan milik masyarakat seluas ±0,5 hektar kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif bersama Kelompok Tani Harapan Makmur dengan menggunakan bibit unggul Bisi 2 sebanyak ±7 kg.

Hadir dalam acara yang penuh semangat ini Kapolsek Perhentian Raja IPTU Sulistiyono, Kepala BPP Pertanian Kecamatan Perhentian Raja Sarbaini, Kepala Desa Lubuk Sakat Zainuddin, para Kanit dan personel Polsek Perhentian Raja, Bhabinkamtibmas Desa Lubuk Sakat AIPDA Ismail Marzuki, PPL Desa Lubuk Sakat Asniwati, serta seluruh anggota Kelompok Tani Harapan Makmur yang dengan antusias mengikuti setiap tahapan penanaman.

Kapolsek Perhentian Raja Iptu Sulistiyono, menyampaikan bahwa Kegiatan penanaman jagung pipil hari ini bukan hanya sekadar program rutin, melainkan bukti nyata bahwa kepolisian tidak hanya fokus pada urusan keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif terlibat dalam upaya meningkatkan kemandirian pangan daerah. Dengan memanfaatkan lahan milik masyarakat dan bekerja sama dengan kelompok tani, kami ingin menunjukkan bahwa kerja sama lintas elemen dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan desa,” tegas Kapolsek dalam sambutannya sebelum memulai proses penanaman.

Beliau menambahkan bahwa pemilihan bibit Bisi 2 yang dikenal memiliki produktivitas tinggi dan daya tahan yang baik terhadap kondisi lingkungan lokal diharapkan dapat menghasilkan hasil panen yang optimal pada bulan September 2026 mendatang. “Kami berharap dengan penanaman kali ini, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dalam bentuk pasokan pangan yang lebih stabil dan potensi pendapatan yang meningkat,” jelasnya.

Kepala BPP Pertanian Kecamatan Perhentian Raja Sarbaini, S.P, menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan teknis penuh mulai dari pemeliharaan hingga masa panen. “Bibit Bisi 2 yang digunakan merupakan jenis yang sangat cocok dengan kondisi tanah dan iklim di Desa Lubuk Sakat. Kami akan melakukan pendampingan secara berkala untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik dan terbebas dari hama serta penyakit,” ujarnya.

Proses penanaman dilakukan secara gotong-royong, dengan Kapolsek beserta jajarannya turut serta dalam menanam bibit jagung bersama para petani. Setiap langkah, mulai dari pembuatan bedengan hingga penanaman bibit, dilakukan dengan penuh perhatian dan sesuai dengan standar teknis pertanian yang benar. Bhabinkamtibmas Desa Lubuk Sakat AIPDA Ismail Marzuki yang telah lama mendampingi kelompok tani menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib, dengan situasi yang aman, terkendali, dan kondusif. Pihak Polsek Perhentian Raja menyampaikan bahwa akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan tanaman jagung ini, serta siap memberikan dukungan apapun yang dibutuhkan oleh Kelompok Tani Harapan Makmur untuk memastikan kesuksesan program swasembada pangan di wilayah hukumnya. (Endang.s)

Digerebek Polisi di Kualu, Dua Pengedar Sabu 21,5 Gram Tak Berkutik di Tangan Tim Opsnal Polsek Tambang

A1news co.id , KAMPAR – Perang terhadap narkoba terus digencarkan jajaran Polsek Tambang. Kali ini, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Tambang yang di pimpin oleh Kanit Reskrim IPDA Ashari Antoni berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu dan mengamankan dua pria yang diduga kuat sebagai pengedar, Kamis (14/5/2026) sore.

Pengungkapan tersebut berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB di sebuah rumah di Perumahan Mutiara Karmila IV RT 001 RW 002 Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Dua pelaku yang diamankan inisial RA, Kasikan / 15 Februari 2003, Islam, Laki-laki, Pelajar/ Mahasiswa, Sungai Agung Kec.Tapung Hulu Kab. Kampar.

Bersama satu teman nya ber inisial IF ,Sungai Agung/ 30 Juli 2000, Islam, Laki-laki, Wiraswasta, Alamat Desa Sungai Agung Kec.Tapung Kab. Kampar

Dari tangan keduanya, polisi berhasil menyita narkotika jenis sabu dengan berat bruto mencapai 21,5 gram yang telah dipaketkan untuk diedarkan.

Kapolres Kampar AKBP Bobi Putra Ramadhan Sebayang melalui Kapolsek Tambang AKP Aulia Rahman, S.H., M.H. mengungkapkan bahwa penggerebekan bermula dari laporan masyarakat yang resah karena lokasi tersebut diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

“Mendapati informasi itu, saya langsung memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Ashari Antoni, S.Kom bersama Tim Opsnal untuk bergerak cepat melakukan penyelidikan,” Tegas Kapolsek.

Setelah memastikan keberadaan dan melakukan pengintaian polisi langsung melakukan penggerebekan, dan berhasil menangkap kedua tersangka di dalam rumah.

Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan warga setempat, petugas menemukan puluhan paket sabu siap edar yang disimpan di dalam dompet warna cokelat.

Tak hanya itu, polisi juga menyita alat hisap bong, pipet kaca, plastik pembungkus sabu, korek api, uang tunai hasil dugaan transaksi sebesar Rp360 ribu, hingga dua unit iPhone yang diduga digunakan sebagai alat komunikasi bisnis haram tersebut.

Hasil pemeriksaan ia mengungkapkan tersangka berinisial IF diduga memesan sabu kepada seseorang yang dikenal dengan nama “Bos Fortuner” melalui WhatsApp.

Barang haram tersebut kemudian dijemput oleh insial RA di kawasan Simpang Air Dingin, Pekanbaru, dengan imbalan Rp1 juta.

“Dari hasil tes urine, kedua tersangka positif mengandung Metamphetamin,” tambah AKP Aulia Rahman.

Saat ini kedua tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolsek Tambang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengah melakukan pengembangan guna memburu jaringan pemasok dan bandar yang berada di atas para pelaku.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

Kapolsek Tambang menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkoba di wilayah hukumnya. “Kami mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam memberantas narkoba. Sekecil apa pun informasi dari masyarakat sangat membantu dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika,” Tutupnya.

Di sisi lain, “Kami dari masyarakat sangat mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian Polsek tambang yang telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku peredaran narkoba jenis sabu. Langkah ini dinilai menjadi bukti keseriusan aparat dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika yang merusak masa depan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat kepada awak media .(Endang.s)

Polsek Perhentian Raja Periksa Tanaman Jagung Pipil Poktan, Lahan 1,25 Hektar Berkembang Optimal Dengan Metode Monokultur

A1news.co.id , KAMPAR – Polsek Perhentian Raja melalui Kapolsek IPTU. Sulistiyono, bersama Kanit Samapta AIPTU Boy Hendri Saputra, S.H., serta Ketua Kelompok Tani Polsek Bpk Baharudin Soleh, melakukan kegiatan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil program Poktan Polsek pada hari Selasa (04/05/2026) pukul 11.00 WIB di Desa Pantai Raja Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar.

Kegiatan yang bertujuan untuk memastikan pertumbuhan dan kualitas tanaman jagung yang dikelola oleh Poktan Polsek berjalan dengan baik. Lahan seluas ±1,25 hektar yang terletak di Desa Pantai Raja telah ditanami jagung jenis Betras sejak beberapa waktu lalu dengan menggunakan 15 kg bibit unggul, dengan metode tanam monokultur yang memungkinkan pengelolaan lebih terfokus.

Kapolsek Perhentian Raja Iptu. Sulistiyono, menyampaikan bahwa Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk berkontribusi aktif dalam meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Desa Pantai Raja. Kami memilih metode monokultur agar dapat mengelola tanaman dengan lebih intensif, mulai dari pemupukan hingga pengendalian hama dan penyakit,” ujar Kapolsek Perhentian Raja.

Beliau menambahkan bahwa perkembangan tanaman saat ini berada dalam kondisi sangat baik, dengan prediksi panen akan dilakukan pada bulan Juni 2026. “Meskipun lahan yang digunakan cukup luas, kami bersama kelompok tani telah melakukan pemeliharaan secara teratur untuk memastikan hasil panen yang optimal. Setiap tahap pertumbuhan tanaman selalu kami pantau agar tidak ada kendala yang dapat mengganggu produktivitas,” jelasnya dengan bangga.

Kanit Samapta AIPTU Boy Hendri Saputra, , yang turut serta dalam kegiatan pengecekan menyampaikan bahwa pihak kepolisian juga memberikan dukungan dalam hal pengamanan lahan agar tidak terganggu oleh faktor eksternal. “Kami tidak hanya fokus pada aspek keamanan umum, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari tugas kami dalam menjaga kesejahteraan warga,” ujarnya.

Selama pengecekan, tim memastikan bahwa setiap area lahan mendapatkan perawatan yang tepat, dengan sistem irigasi yang telah disiapkan untuk menjamin pasokan air yang cukup bagi tanaman. Tidak ditemukan kendala signifikan yang dapat menghambat pertumbuhan jagung, sehingga prediksi hasil panen di bulan Juni mendatang sangat positif.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.30 WIB dengan suasana yang penuh semangat dan optimisme. Pihak Polsek Perhentian Raja menyampaikan bahwa akan terus melakukan pemantauan berkala hingga masa panen tiba, serta siap memberikan bantuan apapun untuk memastikan proses panen berjalan lancar dan hasil panen dapat dinikmati oleh masyarakat Desa Pantai Raja. (Endang.s)

RHUKI Riau Soroti Genangan Air di Jalan Muchtar Luthfi Panam, Minta Pemko Pekanbaru dan PUPR Segera Bertindak

A1news.co.id , PEKANBARU – DPW Riau RHUKI (Rumah Hukum Indonesia) Paralegal menyampaikan keluhan masyarakat terkait genangan air yang terjadi di bahu hingga badan jalan saat hujan deras mengguyur kawasan Jalan Muchtar Luthfi, sekitar Kampus Universitas Riau (Unri) Panam, Jumat (9/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sekretaris RHUKI DPW Provinsi Riau, , S.E., M.Sc., mengatakan kondisi genangan air tersebut dinilai merugikan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar lokasi terdampak.

“Kami menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat. Setiap turun hujan deras, genangan air terjadi hingga ke bahu dan badan jalan bahkan masuk ke rumah warga,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan masyarakat pengguna jalan maupun warga sekitar.

RHUKI juga mempertanyakan aspek uji kelayakan pembangunan jalan serta sistem drainase yang dinilai belum mampu mengantisipasi banjir maupun genangan air saat curah hujan tinggi terjadi.

Dengan kondisi jalan yang memiliki lebar lebih kurang 12 meter dan terbagi menjadi dua arah, seharusnya sistem drainase telah dirancang secara maksimal agar aliran air berjalan baik tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

“Sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat, kami mempertanyakan bagaimana aspek uji kelayakan bebas banjir dari pembangunan jalan tersebut. Kondisi ini jelas merugikan warga yang bermukim di sekitar lokasi,” katanya.

Ia menjelaskan, posisi badan jalan yang lebih tinggi dan miring ke arah permukiman warga menyebabkan air hujan dengan mudah mengalir masuk ke rumah masyarakat yang sebagian besar masih berupa bangunan semi permanen. Sementara di sisi kanan jalan menuju kawasan kampus, berdiri sejumlah bangunan ruko bertingkat.

Atas kondisi tersebut, RHUKI meminta pihak terkait segera melakukan pembenahan terhadap sistem drainase dan aliran air di kawasan Jalan Muchtar Luthfi.

“Pembangunan drainase yang tidak layak harus dilakukan penyempurnaan. Drainase perlu ditinggikan agar air yang menggenang dapat mengalir dengan baik ke parit,” tambahnya.

Selain itu, RHUKI juga meminta agar parit-parit di sekitar lokasi rutin dibersihkan oleh dinas terkait guna mencegah penyumbatan yang dapat memperparah genangan air saat hujan turun.

Dalam pernyataannya, RHUKI turut meminta perhatian serius dari agar segera mengambil langkah cepat melalui koordinasi dengan OPD terkait maupun pihak Dinas PUPR Provinsi Riau guna menangani persoalan tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, saat dimintai konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (9/5/2026) belum memberikan tanggapan. (Endang.s)

Rls : DPW RHUKI RIAU

Polres Kampar Bersama Koppsa-m Tanami 10 Hectar Lahan Dengan Jagung, Garap Ketahtanan Pangan Sejak Akarnya  

A1news.co.id ,KAMPAR – Suasana penuh semangat meriahkan lahan Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (KOPPSA-M) Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu pada hari Sabtu (09/05/2026) sekitar pukul 09.20 WIB, saat lebih dari 200 peserta dari berbagai elemen masyarakat berkumpul untuk menyaksikan dan ikut serta dalam kegiatan penanaman jagung kuartal II yang digagas Polsek Siak Hulu – Polres Kampar. Kegiatan yang menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan tahun 2026 ini dihadiri langsung oleh Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar Bpk. Iib Nur Saleh, S.Kom, M.H, serta berbagai tokoh masyarakat dan stakeholder terkait.

Kedatangan Kapolres Kampar dan rombongan disambut dengan iringan musik rebana yang dimainkan oleh para ibu-ibu masyarakat Desa Pangkalan Baru, menciptakan suasana hangat dan penuh rasa kebersamaan yang khas daerah Kampar. Sejumlah 160 kg bibit jagung pipil akan ditanam dengan pola monokultur di lahan seluas 10 hektar yang berada dalam kondisi baik dan bebas banjir, dengan prediksi panen akan dilakukan tepat pada tanggal 09 Agustus 2026 mendatang.

Kapolres Kampar Akbp Boby Putra Ramadhan S menyampaikan bahwa Kegiatan penanaman jagung kali ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bukti nyata dari komitmen bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang menjadi prioritas program pemerintah Presiden RI. Kita tidak hanya menanam bibit jagung, tetapi juga menanam harapan bagi kemakmuran masyarakat dan keberlanjutan pangan nasional,” ujar Kapolres .

Beliau menekankan bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI-Polri, dan para petani merupakan kunci keberhasilan dalam menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat. “Saya khususnya meminta kepada Bhabinkamtibmas Desa Pangkalan Baru untuk fokus mendampingi perkembangan tanaman ini, karena setiap langkah dalam proses pertanian membutuhkan perhatian yang detail agar hasilnya optimal. Alhamdulillah, pencapaian program ketahanan pangan Polres Kampar saat ini sangat memuaskan, dan ini adalah buah kerja sama kita semua,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Ketua KOPPSA-M Desa Pangkalan Baru Sdr. Nusirwan menyampaikan rasa kehormatan dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh tamu undangan. “Kehadiran Bapak Kapolres dan seluruh jajaran menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dan membangun sinergi yang bermanfaat bagi kemajuan bersama. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Desa Pangkalan Baru,” ujarnya.

Camat Siak Hulu Bpk. Irwansyah, S.STP, dalam sambutannya juga mengingatkan pentingnya kesungguhan dalam menjalankan program ini. “Kita harus memastikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas simbolis, melainkan benar-benar menghasilkan hasil yang nyata bagi masyarakat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan memfasilitasi agenda yang sangat penting ini,” ujarnya.

Setelah rangkaian sambutan dan pembacaan doa yang dipimpin oleh Aiptu Khairi Lasyadid, seluruh peserta yang terdiri dari Kapolres Kampar, Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, S.E., S.I.K., M.H, Kapolsek Siak Hulu Kompol Deni Afrial, S.Pi., M.H, Danramil 06 Siak Hulu Kapten Inf. Diding. S, Kepala Koordinasi BPP Siak Hulu Ibu Rosmita, SP, ninik mamak 4 Batu Desa Pangkalan Baru, hingga seluruh anggota kelompok tani langsung turut serta dalam proses penanaman jagung pipil di lahan yang telah disiapkan dengan baik.

Lahan yang terletak pada koordinat 0.374282, 101.601344 telah disiapkan secara optimal, dengan kondisi tanah yang subur dan siap untuk menampung bibit jagung yang akan menjadi sumber pangan penting bagi masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap aman dan kondusif, dengan antusiasme tinggi dari setiap peserta yang ingin berkontribusi langsung dalam mewujudkan swasembada pangan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen bersejarah ini, dan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dengan harapan besar bahwa tanaman jagung yang ditanam akan tumbuh subur dan menghasilkan hasil panen yang melimpah untuk kesejahteraan bersama. (Endang.s)