
A1news.co.id|Aceh Singkil – Kondisi perekonomian di Aceh Singkil hingga pertengahan 2026 masih belum sepenuhnya pulih. Dampaknya, daya beli masyarakat melemah dan berimbas pada turunnya pendapatan pelaku UMKM. (28/6/2026)

Sejumlah pelaku UMKM mengaku penjualan makanan dan minuman mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Aktivitas ekonomi di warung, kedai kopi, hingga pedagang makanan siap saji juga terlihat lebih sepi.

Salah seorang pelaku UMKM, Saidi (32), menyebut penurunan pendapatan terjadi karena melemahnya daya beli masyarakat.
Ia menduga kondisi ini turut dipengaruhi oleh terhambatnya realisasi anggaran pemerintah daerah serta berkurangnya perputaran uang di masyarakat, termasuk dari sektor Aparatur Sipil Negara (ASN).
Hasil pemantauan di Kecamatan Singkil dan Singkil Utara menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat cenderung melambat, terutama pada jam-jam sibuk.
Kondisi ini menambah tantangan bagi pemulihan ekonomi lokal di Aceh Singkil, khususnya sektor UMKM yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat. (EW)

Tidak ada komentar