

A1news.co.id|Aceh Utara – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-[36] tingkat Kecamatan Matangkuli memasuki hari kedua pada Sabtu, 29-agustus-2026.




Rangkaian kegiatan berlangsung semarak di Halaman Mesjid Alkhalifah Ibrahim Matangkuli dengan antusiasme tinggi dari para kafilah, dewan hakim, panitia, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir menyaksikan berbagai cabang perlombaan.





Sejak pagi, arena MTQ telah dipadati peserta dari berbagai kemukiman dalam wilayah Kecamatan Matangkuli.
Para peserta mengikuti perlombaan dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus ikhtiar untuk mengembangkan kemampuan generasi Qur’ani di tengah masyarakat.
Pada hari kedua ini, sejumlah cabang musabaqah kembali dipertandingkan, di antaranya berbagai cabang sedangkan malam Qiraah Muratal dan Syahril Setiap peserta tampil secara bergantian di hadapan dewan hakim dengan membawa kemampuan terbaik masing-masing.
Perlombaan tilawah menjadi salah satu cabang yang menarik perhatian pengunjung. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan para qari dan qariah menggema di arena utama, menciptakan suasana khidmat dan menyejukkan hati.
Dewan hakim melakukan penilaian secara objektif berdasarkan tajwid, fashahah, irama, adab, dan penguasaan peserta terhadap materi yang dibawakan.
Selain tilawah, cabang hafalan Al-Qur’an juga berlangsung dengan tertib. Para hafiz dan hafizah diuji kemampuan hafalan, kelancaran bacaan, ketepatan tajwid, serta ketelitian dalam menyambung ayat.
Penampilan peserta, khususnya dari kalangan anak-anak dan remaja, mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir.
Kehadiran generasi muda dalam MTQ tersebut menjadi harapan besar bagi masyarakat Kecamatan Matangkuli.
Mereka tidak hanya menunjukkan bakat dan prestasi, tetapi juga memperlihatkan semangat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pada cabang fahmil Qur’an, peserta tampil dengan penuh semangat menjawab berbagai pertanyaan terkait kandungan Al-Qur’an, hadis, sejarah Islam, fikih, dan pengetahuan keagamaan lainnya. Kompetisi berlangsung seru namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Setiap regu berusaha memberikan jawaban terbaik untuk memperoleh nilai tertinggi dan melaju sebagai peserta unggulan.
Cabang syarhil Qur’an turut memberikan warna tersendiri pada pelaksanaan hari kedua MTQ.
Para peserta menyampaikan uraian dan pesan-pesan Al-Qur’an secara komunikatif, disertai penghayatan serta kemampuan menyampaikan materi di hadapan masyarakat.
Melalui cabang ini, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan semakin mudah dipahami dan diamalkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sosial.
Ketua Panitia Pelaksana MTQ ke- 36 yg Kecamatan Matangkuli, [nama], menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan hingga hari kedua.
Ia mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang telah berpartisipasi, mulai dari pemerintah kecamatan, perangkat gampong, unsur keamanan, dewan hakim, panitia, hingga masyarakat.
“Alhamdulillah, pelaksanaan MTQ pada hari kedua berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh semangat.
Antusiasme peserta serta masyarakat menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan MTQ bukan hanya sebagai ajang perlombaan untuk mengejar juara.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi sarana memperkuat kecintaan kepada Al-Qur’an dan mendorong lahirnya generasi yang berakhlak mulia.
“Menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam perlombaan. Namun, nilai utama dari MTQ adalah bagaimana kita semua mampu membaca, memahami, menghayati, serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan,” tambahnya.
Camat Matangkuli, [nama camat], yang turut meninjau pelaksanaan kegiatan, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan MTQ ke-[36].
Menurutnya, MTQ merupakan kegiatan penting dalam pembinaan keagamaan dan pembangunan karakter masyarakat, terutama bagi anak-anak dan remaja.(*)
Tidak ada komentar