Dampingi Nasir Djamil Salurkan Bantuan di Tamiang, Ketua IMI Langsa: Ini Wujud Kepedulian Nyata untuk Umat

Aceh Tamiang – Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Langsa, Dalem Syukri ST, memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh anggota DPR RI Fraksi PKS asal Aceh, Dr H. M. Nasir Djamil.

Hal tersebut disampaikan Dalem Syukri saat mendampingi politisi senior itu menyalurkan bantuan fasilitas publik di Kabupaten Aceh Tamiang, Bantuan ini diserahkan langsung untuk menunjang kelancaran ibadah dan kebutuhan santri di wilayah tersebut, Sabtu (17/01/2026).

Adapun penyerahan bantuan sarana pendukung dilakukan secara simbolis kepada pengurus masjid dan pimpinan pesantren di beberapa titik lokasi yaitu di Masjid An Nur Desa Landuh 1 unit genset, Masjid As Syuhada Raja Benua 1 unit genset, Masjid Istiqamah Alur Cucur 1 unit genset, serta Pesantren Al Misra 2 unit tandon, 1 unit genset serta Pesantren Al Fuad Seruway 1 unit tandon, 1 unit genset,

Dalem Syukri ST, di sela-sela kegiatan, mengatakan, bahwa kehadiran bantuan ini merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan kendala listrik dan ketersediaan air saat musim kemarau maupun saat terjadi pemadaman.

“Apa yang dilakukan Bapak Nasir Djamil hari ini bukan sekadar bantuan seremonial, melainkan wujud kepedulian nyata bagi umat. Genset dan tandon air adalah kebutuhan vital bagi operasional masjid dan kenyamanan para santri di pesantren,” ujar Dalem Syukri di hadapan pengurus masjid dan tokoh masyarakat setempat.

Pria yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial ini menambahkan bahwa sinergi antara tokoh nasional dengan masyarakat di daerah harus terus diperkuat. Menurutnya, langkah Nasir Djamil patut menjadi teladan bagi figur publik lainnya dalam merespons kebutuhan mendasar di tingkat akar rumput.

“Kami dari IMI Langsa sangat bangga bisa ikut mendampingi agenda mulia ini. Kami melihat langsung betapa bahagianya para santri dan jamaah. Semoga fasilitas ini dirawat dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkas Dalem Syukri.

Dr H Muhammad Nasir Djamil M.Si didampaingi Ketua IMI Langsa Dalem Syukri Salurkan Bantuan Genset dan Tandon Air untuk Masjid dan Pesantren.

Sementara itu, Dr Nasir Djamil menyampaikan, bahwa ketersediaan listrik cadangan dan akses air bersih adalah kebutuhan vital yang harus segera dipenuhi agar aktivitas ibadah serta belajar-mengajar tidak terhambat.

“Pihaknya memahami bahwa pascabencana, banyak fasilitas umum yang mengalami kendala teknis, terutama terkait pasokan air bersih dan listrik. Semoga bantuan genset dan tandon air ini dapat meringankan beban pengelola masjid dan pesantren dalam melayani jamaah serta santri,” ujar politisi senior tersebut.

Para pengurus masjid dan pimpinan pesantren menyambut baik inisiatif ini. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat tepat sasaran, mengingat saat terjadi pemadaman listrik atau gangguan instalasi air pascabencana, operasional masjid dan kebutuhan sanitasi santri seringkali terganggu.

Selain menyerahkan bantuan fisik, Nasir Djamil juga menyempatkan diri berdialog dengan tokoh masyarakat setempat untuk menyerap aspirasi terkait percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir bandang di Aceh Tamiang.

“Langkah ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mendorong mitigasi bencana yang lebih baik di masa depan,” harap Nasir.

Aksi sosial ini kembali menegaskan komitmen Nasir Djamil dalam mengawal pemulihan wilayah pemilihannya, memastikan rumah ibadah dan lembaga pendidikan tetap menjadi pilar utama kekuatan masyarakat di tengah situasi sulit, tandasnya.

Penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Pihak pengelola masjid dan pimpinan pesantren menyampaikan rasa terima kasihnya, mengingat fasilitas pendukung seperti genset sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan aktivitas ibadah, terutama saat terjadi gangguan arus listrik dari PLN.

Negara Percepat Pemulihan Aceh, 600 Hunian Danantara Jadi Awal Relokasi Ribuan Warga

Aceh Tamiang – Penanganan pascabencana banjir di Aceh terus bergerak ke fase lanjutan. Pembangunan hunian sementara (huntara) mulai direalisasikan sebagai langkah awal pemulihan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Sebanyak 600 unit hunian telah dibangun pada tahap awal ini.

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) yang juga menjabat Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan bahwa pembangunan huntara merupakan bentuk partisipasi aktif negara melalui BUMN dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Pada prinsipnya kami ingin ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Kami berharap hunian yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat, sekaligus mendukung proses pemulihan mereka,” ujar Dony di sela peninjauan lokasi, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, pembangunan huntara selain berorientasi pada kecepatan juga pada kualitas lingkungan hunian. Karena itu, kawasan yang dibangun dirancang agar memiliki fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari, mulai dari fasilitas umum, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak. Akses konektivitas juga menjadi perhatian agar warga tetap dapat beraktivitas dan berkomunikasi selama masa pemulihan.

Dony menambahkan, 600 unit hunian tersebut merupakan tahap awal dari program yang lebih besar, dengan target pembangunan hingga 15.000 unit di berbagai wilayah terdampak. Ke depan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi lain, menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan daerah.

“Kami akan menunggu arahan dari pemerintah daerah terkait lokasi-lokasi lain yang memang membutuhkan dan siap untuk dibangunkan,” katanya.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E. menyampaikan bahwa dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu dirasakan hampir di seluruh wilayah provinsi. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, setidaknya tujuh daerah mengalami dampak paling parah, sehingga memerlukan penanganan cepat dan kolaboratif.

“Kami menyampaikan ribuan terimakasih. Progresnya sangat cepat. Kami melihat pekerjaan pembangunan nonstop 24 jam. Kami berharap pembangunan hunian sementara ini berjalan paralel dengan pemulihan yang sedang berjalan. Pemerintah daerah telah meminta agar lahan disiapkan, baik dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pihak lain yang memungkinkan, sehingga pembangunan bisa segera dilanjutkan,” ujar Fadhlullah.

Ia menekankan bahwa keberadaan huntara harus benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Selain unit hunian, kawasan tersebut diharapkan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, sehingga warga dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih layak selama masa transisi.

“Harapannya masyarakat yang menempati hunian ini merasa betah, aman, dan nyaman, sambil menunggu proses pemulihan berikutnya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, mengungkapkan bahwa skala kerusakan akibat bencana di wilayahnya tergolong sangat besar. Berdasarkan pendataan sementara, lebih dari 14.000 rumah terdampak, dengan sekitar 8.000 unit mengalami kerusakan berat.

“Untuk rumah yang rusak parah jumlahnya lebih kurang 8.000 unit. Total rumah terdampak bisa lebih dari 14.000. Karena itu, untuk rumah-rumah yang rusak berat kemungkinan besar akan dilakukan relokasi,” ujar Armia.

Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan data dan persyaratan administrasi agar proses pembangunan dan bantuan dapat berjalan berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak warga terdampak.

Pembangunan huntara tahap awal ini dikerjakan secara kolaborasi oleh BUMN Karya, Himbara, PLN, Pertamina, Telkom dan didukung oleh kesiapan areal oleh PTPN Grup, percepatan penyediaan dan kesiapan areal oleh PTPN memungkinkan proses pengerjaan dilakukan lebih cepat.

Program pembangunan huntara ini merupakan bagian dari sinergi lintas pihak antara pemerintah pusat dan daerah, BUMN, serta berbagai institusi pendukung.

“Sejumlah entitas terlibat dalam penyediaan infrastruktur dasar, utilitas, dan layanan pendukung lainnya, sehingga kawasan hunian dapat segera difungsikan sebagai tempat tinggal sementara yang aman dan layak,” pungkasnya

Disdikbud Langsa Bersama K3S Bersihkan Lumpur di 20 Sekolah Pascabencana 

Kota Langsa – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa kolaborasi bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) serta guru Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kota Langsa membersihkan sekitar 20 sekolah yang terdampak banjir pascabencana.

Plt. Kepala Disdikbud Kota Langsa, Bobby Edwin, ST, Senin (29/12/2025) mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas antar sekolah, khususnya untuk membantu pembersihan sekolah-sekolah dasar yang terdampak banjir.

Menurut Bobby ada sekitar 20 SD yang hingga kini masih dalam kondisi berlumpur yang menjadi sasaran pembersihan atau secara gotong-royong bersama K3S.

Adapun sekolah tersebut diantaranya : SDN 5 Langsa, SDN 2 Langsa, SDN 11 Langsa, SDN 7, SDN 3 Langsa dan SDN 8 Langsa.

Lalu untuk SDN Kampung Jawa, SDN 15 Langsa, SDN Tualang Teungoh, SDN I Matang Seulimeng, SDN 2 Matang Seulimeng, SDN 13 Langsa, SDN Lhok Banie, SDN Seulalah, SDN Langsa Lama, SDN 1 Paya Bujok Tunong dan terakhir SDN 2 Paya Bujok Tunong.

“Inilah beberapa sekolah yang akan kita lakukan pembersihan dan siap kita kerahkan dari pihak Disdikbud maupun K3S sebagai bentuk solidaritas bersama pasca banjir,” jelas Bobby.

Selain itu juga terkait jadwal masuk sekolah anak-anak masih bersifat tentatif menunggu arahan dari pimpinan untuk kepastiannya.

“Semoga langkah mulia dalam proses pembersihan sekolah ini menjadikan kita tetap kompak dan juga bentuk kepedulian serta sepenanggungan atas musibah banjir yang mendera Kota Langsa yang terjadi bulan lalu,” tutur Bobby penuh semangat.

Di kesempatan itu juga, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan PNF, Andi Iskandar, SE, menyampaikan himbauan agar seluruh jajaran pendidikan dan kebudayaan di Kota Langsa tetap kompak dan saling bahu-membahu pascabencana banjir.

“Kekompakan dan kebersamaan dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan dunia pendidikan di Kota Langsa,” papar Andi.

Disdikbud Kota Langsa berharap seluruh pihak yang diundang dapat berpartisipasi aktif demi mempercepat pemulihan lingkungan sekolah dan memastikan hak pendidikan peserta didik tetap terpenuhi pascabencana.

“Kiranya dengan adanya pembersihan sekolah yang terendam banjir dan menyisakan lumpur segera bisa bersih dan perlahan pendidikan di Kota Langsa akan pulih dari luka pasca banjir,” tandasnya.

Wali Kota Langsa Serahkan Bantuan Perdana pada Anak Yatim di Gampong Blang

Kota Langsa – Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE menyerahkan paket bantuan perdana secara simbolis pada anak yatim atau piatu dalam wilayah Kota Langsa, Jum’at (26/12/2025).

Bantuan bagi anak yatim atau piatu yang mulai disalurkan ini adalah program Pemerintah Kota (Pemko) Langsa dalam proses pemulihan masyarakat pascabanjir dan tanah longsor Aceh yang terjadi pada akhir November lalu.

“Semoga bantuan ini dapat berguna bagi mereka dan dapat meringankan beban masyarakat yang merupakan korban pascabanjir dan longsor di Kota Langsa,” kata Jeffry Sentana.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Langsa, Sopian S.Pd MM M.Pd menyampaikan, bahwa penyerahan bantuan kepada anak yatim atau piatu perdana secara simbolis hari ini dilaksanakan di Gampong Blang, Kecamatan Langsa Kota.

“Alhamdulillah, penyerahan bantuan perdana kepada anak yatim atau piatu hari ini langsung dilakukan oleh Bapak Wali Kota Langsa Jeffry Sentana di Gampong Blang,” ucap Sopian.

Lebih lanjut dikatakan, untuk data anak yatim atau piatu sendiri berasal dari Geuchik di desa masing-masing dan untuk Gampong Blang yang dibagi hari ini berjumlah 91 anak yang terdiri dari 47 laki-laki dan 44 perempuan.

Selain paket bantuan dari Pemko Langsa, 91 anak di Gampong Blang juga mendapat bantuan uang tunai dari Geuchik Gampong Blang, Junaidi.

“Bantuan yang diberikan berupa beras, gula, minyak goreng, mie instans, biscuit, kain/sarung, pakaian laki-laki dan perempuan, jelbab, sabun mandi serta susu,” jelas Sopian.

Adapun penerima yang berhak adalah anak yatim atau piatu usia maksimal 17 tahun yang sudah terdata atau tambahan data dari masing-masing desa sesuai laporan dari keluarga penerima sendiri.

“Sedangkan selanjutnya, penyerahan bantuan kepada anak yatim piatu akan dilakukan oleh Geuchik dan perangkat masing-masing desa,” tegas Sopian.

Pemerintah Kota Langsa dalam hal ini mengajak seluruh masyarakat yang memiliki saudara atau keluarga dengan kategori anak yatim atau piatu untuk dapat melaporkan kepada Geuchik masing masing sebagai data penerima agar program bantuan ini tepat sasaran.

Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Wali Kota Langsa dihadiri Ketua dan anggota Baitul Mal Kota Langsa, Sekcam Langsa Kota, serta Geuchik Gampong Blang, Tgk Imum dan perangkat Gampong.

Pascabencana, BNPB Bantu Normalisasi Sungai Kota Langsa 

Kota Langsa – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan apresiasi pada Wali Kota Langsa dalam menanggulangi bencana dan akan bantu normalisasi sungai.

Hal itu disampaikan langsung Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto S.Sos, MM, pada Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE, di ruang rapat Wali Kota setempat, Selasa (23/12/2025).

Pada kesempatan itu, Letjen TNI Dr Suharyanto menyampaikan beberapa hal terkait penanganan pascabencana banjir di Kota Langsa, diantaranya;

BNPB akan membantu kebutuhan pangan melalui Badan Pangan untuk pemenuhan supply makanan di Kota Langsa.

BNPB akan mendata rumah rumah yang rusak berat, sedang dan ringan. Jika perlu hunian sementara maka juga akan dibantu yang penting ada lahannya.

Selanjutnya, BNPB akan membantu menormalkan sungai dan tanggul serta saluran air. Turut juga di bantu armada alat berat, truk untuk pembersihan lumpur dan sampah bencana.

Seterusnya, BNPB akan membantu pengadaan boat fiber untuk kesiapan pencegahan bencana, dan membantu titik untuk sumur bor dalam wilayah kota langsa.

Kepala BNPB juga memberikan apresiasi Walikota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE yang sudah cepat dan sigap dalam penanganan bencana di kota Langsa.

Sementara itu, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa Nursal Syahputra SSTP MSP menyambut baik kunjungan Kepala BNPB ke Kota Langsa.

“BNPB akan membantu Kota Langsa yang bersifat darurat, agar kondisi Kota Langsa segera pulih,” ujar Nursal singkat.

Dalam pertemuan itu, selain Wali Kota Langsa turut dihadiri Sekda Kota Langsa Dra, Suhartini MPd, Asisten I Pemko Langsa Al Azmi SSTP MAP, Kadis PUPR Muzammil SSTP MSP, Plt Ka Bappeda Reza Pahlevi SSTP MSP, Kadis Pertanian dan Pangan Kota Langsa Erni Yanti SSTP MSP, dan PLT Kadis Perindagkop dan UKM Harris Gusnally SE MH.