Holding Perkebunan Nusantara Gelar Pra Workshop Percepatan Penyelesaian Tindak Lanjut Audit di KPBN

JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menyelenggarakan Pra Workshop Penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal dan Eksternal yang berlangsung di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada 3–5 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan serta mempercepat penyelesaian rekomendasi hasil audit di lingkungan PTPN Group.

Pra workshop yang dilaksanakan secara hybrid tersebut diikuti oleh perwakilan Satuan Pengawasan Intern (SPI) dan unit kerja terkait dari berbagai entitas PTPN Group. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas hasil Monitoring dan Evaluasi Tindak Lanjut Temuan Audit Internal dan Eksternal yang bertujuan mendorong percepatan penyelesaian rekomendasi hasil audit secara terukur dan berkelanjutan.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta melakukan pembahasan terhadap tindak lanjut hasil temuan Audit SPI Holding, hasil reviu tata kelola investasi dan pemasaran, serta hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi dan konsolidasi antarentitas dalam mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi, menyelaraskan tanggung jawab pelaksanaan tindak lanjut, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian rekomendasi audit.

Melalui pelaksanaan pra workshop ini, Holding Perkebunan Nusantara berharap penyelesaian tindak lanjut rekomendasi audit internal maupun eksternal dapat berjalan lebih efektif dan tepat waktu. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), meningkatkan efektivitas sistem pengendalian internal, serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh entitas PTPN Group.

Sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan yang dijalankan perusahaan, penguatan fungsi pengawasan dan percepatan penyelesaian rekomendasi audit menjadi elemen penting dalam mendukung peningkatan kinerja, transparansi, akuntabilitas, serta keberlanjutan bisnis Holding Perkebunan Nusantara di masa mendatang.

PT Sri Pamela Medika Nusantara, Anak Usaha PTPN III (Persero) Perkuat Edukasi Kesehatan bagi Masyarakat

Sei Mangkei – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Sri Pamela Medika Nusantara terus memperkuat edukasi kesehatan melalui berbagai kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Kegiatan edukasi ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Materi yang disampaikan mencakup pencegahan penyakit, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pola makan sehat, hingga kesadaran akan deteksi dini berbagai penyakit.

Melalui program edukasi kesehatan ini, PT Sri Pamela Medika Nusantara berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri dan keluarga, sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan produktif.

Direktur PT Sri Pamela Medika Nusantara menyampaikan bahwa edukasi kesehatan merupakan bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perusahaan tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga berupaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.

Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat melalui penyampaian informasi kesehatan yang mudah dipahami dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Ke depan, PT Sri Pamela Medika Nusantara akan terus menghadirkan berbagai program edukatif dan pelayanan kesehatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Holding Perkebunan Nusantara Tebar Manfaat Idul Adha, 1.713 Hewan Kurban PalmCo Disalurkan ke Berbagai Daerah

JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, karyawan muslim PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyiapkan sedikitnya 1.713 ekor hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di berbagai daerah.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.483 ekor sapi dan 230 ekor kambing atau domba. Hewan kurban itu tersebar di tujuh regional operasional perusahaan yang mencakup wilayah Sumatera hingga Kalimantan.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Jatmiko K Santosa mengatakan, pengadaan hewan kurban mayoritas berasal dari partisipasi sukarela para karyawan muslim di lingkungan perusahaan. Tradisi tahunan itu, menurut dia, menjadi bagian dari budaya gotong royong yang terus dipertahankan di tengah aktivitas bisnis perusahaan.

“Pembiayaan hewan kurban ini sebagian besar berasal dari urunan mandiri karyawan di berbagai unit kerja. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh di lingkungan perusahaan,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan kurban tidak semata dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan, melainkan juga upaya memperkuat hubungan sosial antara perusahaan dan masyarakat sekitar perkebunan.

Menurut Jatmiko, distribusi daging kurban tahun ini juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Penyaluran dilakukan antara lain di kawasan sekitar Batang Toru hingga beberapa daerah di Aceh yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami bencana banjir. “Kami ingin kehadiran perusahaan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit,” kata dia.

Jumlah hewan kurban yang terkumpul tahun ini tercatat meningkat dibandingkan Idul Adha tahun sebelumnya. Perusahaan memperkirakan angka tersebut masih dapat bertambah karena proses pendataan partisipasi dari sejumlah unit kerja masih berlangsung hingga mendekati hari raya.

Peningkatan jumlah hewan kurban itu dinilai mencerminkan tingginya antusiasme karyawan untuk terlibat dalam kegiatan sosial keagamaan. Selain menjadi momentum ibadah, kurban juga dipandang sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial di kawasan operasional perusahaan perkebunan yang tersebar di berbagai daerah.

Holding Perkebunan Nusantara melalui RPN Hadirkan Museum Gula Indonesia: Rumah Sejarah dan Inovasi Pergulaan

Pasuruan – Sejarah baru industri gula nasional terukir pada Rabu (29/4). Di Gedung P3GI, Kota Pasuruan, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara tersebut menggelar soft launching Museum Gula Indonesia dalam rangkaian Pertemuan Teknis IKAGI (Ikatan Ahli Gula Indonesia) 2026.

Museum Gula Indonesia dihadirkan sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah industri gula nasional yang diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran lintas generasi, mulai dari sejarah pergulaan era kolonial hingga perkembangan industri modern.

Peluncuran museum disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari perwakilan pabrik gula, akademisi, peneliti, hingga petani tebu. Kepala P3GI, Aris Lukito, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa Gedung P3GI dipilih karena memiliki nilai historis penting dalam perjalanan industri gula Indonesia.

“Kami mengangkat tema awal Museum Gula Indonesia adalah Era Perkebunan Tebu Kolonial hingga Perkebunan Modern. Kita berada di tempat yang sangat historis, yang dulu punya peran besar bagi kemajuan industri gula di Indonesia,” ungkapnya.

Museum Gula Indonesia dirancang tidak sekadar sebagai ruang pajang artefak. Lebih dari itu, museum ini menjadi jembatan ilmu antargenerasi. Generasi terdahulu dapat mengenang perjalanan industri gula, generasi saat ini dapat mempelajari perkembangan teknologi on farm dan off farm, sementara generasi mendatang diharapkan memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan cita-cita swasembada gula dan pengembangan bioetanol.

Antusiasme peserta terlihat jelas dalam acara ini. Sejumlah perwakilan pabrik gula menilai museum ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pengembangan bioetanol. “Saya sangat terkesan dengan acara ini. P3GI memang tempatnya para ahli dan pusat ilmu pengetahuan. Semoga Museum Gula Indonesia terus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar salah satu peserta.

Dukungan terhadap pengembangan museum juga disampaikan Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap. Ia menegaskan bahwa museum ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pengetahuan industri gula nasional. Menurutnya, soft launching Museum Gula Indonesia ini bukan hanya momentum seremonial, tetapi titik awal membangun ekosistem pengetahuan yang menghubungkan sejarah panjang industri gula dengan kebutuhan masa depan.

“Dengan mengambil lokasi di P3GI Pasuruan yang sarat nilai historis, pembelajaran dari era kolonial hingga modern harus menjadi pijakan dalam mendorong inovasi, termasuk penguatan produktivitas, adaptasi perubahan iklim, dan pengembangan bioetanol. Kami meyakini museum ini akan menjadi pusat unggulan yang tidak hanya menyimpan memori, tetapi juga menggerakkan masa depan industri gula nasional,” ujar Iman.

Saat ini, Museum Gula Indonesia masih dalam tahap pengembangan awal, baik dari sisi koleksi maupun tata pameran. Meski demikian, peluncuran ini menjadi simbol kebangkitan ekosistem pergulaan nasional yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Soft launching ini sekaligus menandai bahwa perjalanan panjang gula Nusantara, dari masa kolonial menuju swasembada, kini memiliki “rumah abadi” untuk dikenang, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Ke depan, di bawah naungan PT RPN dengan dukungan IKAGI serta seluruh insan pergulaan, Museum Gula Indonesia diharapkan menjadi pusat unggulan yang tidak hanya menyimpan memori sejarah, tetapi juga mendorong inovasi dan kesejahteraan industri gula Indonesia secara berkelanjutan.

Holding Perkebunan Nusantara Terus Dorong Transisi Energi dan Efisiensi, Pabrik Sawit PTPN IV PalmCo Raih PROPER Hijau

JAKARTA — Upaya penguatan praktik keberlanjutan di industri kelapa sawit kembali mendapat pengakuan. Dua unit pabrik milik PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero), yakni Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Mangkei dan PKS Bah Jambi, meraih peringkat Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) periode 2024–2025 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam seremoni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Peringkat Hijau dalam PROPER menunjukkan bahwa perusahaan dinilai telah melampaui standar kepatuhan dasar pengelolaan lingkungan atau beyond compliance.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan capaian ini mencerminkan arah transformasi perusahaan yang semakin menitikberatkan pada efisiensi energi dan penurunan emisi. “Kami berupaya mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan serta menekan emisi di area produksi. Ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan,” ujar Jatmiko kepada media, Selasa (05/05/2026).

Salah satu inovasi diterapkan di PKS Sei Mangkei yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Pabrik ini mengoperasikan fasilitas methane capture yang menangkap gas metana dari limbah cair kelapa sawit (POME) untuk diolah menjadi energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Pemanfaatan ini dinilai mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan efisiensi energi internal pabrik.

Sementara itu, PKS Bah Jambi melakukan sejumlah langkah efisiensi operasional, antara lain konversi pompa air berbahan bakar solar menjadi pompa listrik. Berdasarkan data perusahaan, langkah ini menurunkan konsumsi solar secara signifikan, dari 3.695 liter pada 2023 menjadi 2.364,7 liter pada 2024. Selain itu, otomatisasi pada tangki air panas juga diterapkan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi.

Dalam pengelolaan limbah padat, kedua pabrik memanfaatkan serat kelapa sawit sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik dan produksi uap. Adapun limbah tandan kosong (jangkos) dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Khusus di Bah Jambi, limbah tersebut juga dimanfaatkan bersama masyarakat sekitar sebagai media tanam jamur.

Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan perusahaan menargetkan peningkatan kinerja lingkungan di seluruh unit operasional. Saat ini, manajemen menetapkan standar minimal peringkat Biru untuk seluruh pabrik dan kebun. “Kami mendorong lebih banyak unit untuk naik ke peringkat Hijau pada periode berikutnya, bahkan dalam jangka panjang menuju PROPER Emas,” kata Ugun.

Berdasarkan data Rapor Final PROPER 2024–2025, sejumlah unit usaha lainnya di lingkungan PTPN IV PalmCo telah memenuhi standar kepatuhan lingkungan dan meraih peringkat Biru.

Capaian ini menjadi bagian dari upaya industri sawit nasional untuk menjawab tantangan keberlanjutan, di tengah tuntutan global terhadap praktik produksi yang lebih ramah lingkungan.

Holding Perkebunan Nusantara Bersama Pemkab Sukabumi Bersinergi Optimalisasi Aset dan Kawasan Wisata Halimun

SUKABUMI – PTPN I Regional 2, salah satu entitas Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, resmi menyepakati langkah strategis dalam optimalisasi aset negara melalui pengembangan kawasan agrowisata dan infrastruktur strategis di wilayah Sukabumi.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada Jumat (30/4/2026), dengan fokus utama pada pengembangan Kawasan Agrowisata Pondok Halimun sebagai motor penggerak ekonomi baru di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango.

Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengelola aset negara secara profesional dan berkelanjutan.

Menurutnya, optimalisasi lahan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.

Dengan pengalaman pengelolaan kawasan Agrowisata Gunung Mas di Bogor, PTPN I Regional 2 optimistis pola pengembangan serupa dapat diterapkan di Pondok Halimun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.

Selain berorientasi pada pengembangan ekonomi, pengelolaan kawasan juga diarahkan untuk mendukung pelestarian lingkungan. Sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat terkait pengendalian alih fungsi lahan perkebunan, PTPN I Regional 2 akan melakukan penataan kawasan melalui program replanting atau penanaman kembali komoditas teh dan kopi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga fungsi ekologis kawasan perkebunan sebagai daerah resapan air dan penyangga lingkungan guna meminimalisir potensi bencana banjir maupun longsor di wilayah Sukabumi.

“PTPN I berkomitmen untuk mengelola kawasan ini secara produktif sekaligus berkelanjutan. Pengembangan yang dilakukan harus mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan fungsi lingkungan,” ujar Desmanto.

Kerja sama antara Holding Perkebunan Nusantara dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga mencakup dukungan terhadap sejumlah proyek strategis lainnya, mulai dari pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pelabuhan Ratu–Cibadak Baru, peningkatan kualitas jalan penghubung desa, hingga pembangunan Jembatan Cibabi dan Cibugeul.

Selain itu, kedua pihak juga menjajaki penyediaan lahan untuk hunian sementara bagi warga terdampak bencana pergeseran tanah di Desa Wangunsari serta pengembangan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di kawasan Ciemas.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMN menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan wilayah melalui pemanfaatan lahan yang produktif dan terarah.

“Kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang investasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Selain itu, sinergitas ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan kawasan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” tandasnya.

Pondok Halimun sendiri dikenal sebagai kawasan wisata alam dengan panorama pegunungan, bumi perkemahan, serta air terjun yang menjadi daya tarik wisata di Sukabumi.

Melalui sinergi antara Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 2 dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kawasan tersebut diproyeksikan berkembang menjadi destinasi agrowisata yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Peringati May Day 2026, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bantu Buruh di Pontianak

PONTIANAK – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN IV Regional V menyalurkan 100 paket bantuan sembako bagi buruh dan pekerja di Pontianak dan sekitarnya. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pekerja berpenghasilan rendah serta anggota serikat buruh di wilayah Kalimantan Barat.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat sebagai bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Kamis (23/4/2026) di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat. Bantuan diserahkan oleh Kasubbag Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN IV Regional V, Joko Susanto, mewakili manajemen perusahaan dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Ahmad Priyono, M.M.

Pada kesempatan tersebut, Manajemen PTPN IV Regional V melalui Kasubbag TJSL, Joko Susanto, menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat, khususnya para pekerja. Ia menegaskan bahwa program penyaluran sembako ini merupakan agenda rutin tahunan perusahaan sebagai upaya berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan buruh.

“Manajemen mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan perusahaan-perusahaan di Pontianak dalam menyalurkan bantuan kepada para buruh. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meringankan beban buruh di Kota Pontianak dan sekitarnya, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Joko Susanto menyampaikan bahwa peringatan Hari Buruh merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi serta hubungan industrial antara perusahaan dan para pekerja.

“Hari Buruh menjadi momentum untuk memperkuat hubungan industrial yang konstruktif dan berkelanjutan, guna mendukung pencapaian target kinerja serta implementasi program perusahaan secara optimal. Bantuan yang disalurkan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah serta kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kesejahteraan buruh,” ungkapnya.

Penyaluran bantuan sembako dilaksanakan usai upacara May Day pada 1 Mei 2026 di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat.

Melalui program ini, PTPN IV Group menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan pekerja dan masyarakat melalui berbagai program sosial yang berkelanjutan. Perusahaan juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan produktif.

Holding Perkebunan Nusantara Rayakan May Day dengan Aksi Sosial di PTPN I Regional 5  

JEMBER — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di PTPN I Regional 5 Kebun Kalisanen Kotta Blater, salah satu entitas Holding Perkebunan Nusantara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran manajemen, pengurus Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN), tokoh masyarakat, serta sekitar 120 perwakilan pekerja.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui pembagian doorprize yang menjadi sarana mempererat hubungan antara manajemen dan pekerja.

Tidak hanya diisi dengan kegiatan rekreatif, peringatan May Day juga diwarnai dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan kaum lanjut usia. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti doa dan istighosah bersama yang berlangsung khidmat sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus harapan agar keberlangsungan perusahaan serta kesejahteraan pekerja senantiasa terjaga.

Manajer PTPN I Regional 5 Kebun Kalisanen Kotta Blater, Tatang Setiawan, S.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pekerja yang selama ini menjadi pilar utama keberlangsungan operasional perusahaan. “Selamat Hari Buruh Internasional. Sinergi yang terjalin dengan baik selama ini menjadi kunci perusahaan mampu bertahan hingga saat ini,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada SPBUN wilayah Kalisanen dan Kotta Blater yang dinilai berperan aktif sebagai jembatan aspirasi pekerja sekaligus mitra strategis perusahaan.

Menurutnya, kolaborasi antara pekerja, serikat pekerja, dan manajemen menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan. Komitmen tersebut akan terus diperkuat guna mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan bersama.

Melalui kegiatan ini, Holding Perkebunan Nusantara bersama PTPN I Regional 5 menegaskan bahwa hubungan industrial yang harmonis tidak hanya menjadi komitmen, tetapi telah diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian sosial, dan sinergi yang berkelanjutan.

Dari Kereta hingga Sepeda, Karyawan PalmCo Dukung Kampanye Bebas Emisi Holding Perkebunan Nusantara

JAKARTA – Isu penghematan energi kembali menjadi perhatian di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), penggunaan transportasi publik, serta perubahan pola mobilitas masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Sejalan dengan semangat tersebut, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo terus mendorong budaya kerja yang mendukung prinsip keberlanjutan, termasuk melalui kebiasaan sederhana yang dijalankan para karyawannya dalam aktivitas sehari-hari.

Di berbagai wilayah operasional PalmCo, sejumlah karyawan memilih menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan untuk menuju tempat kerja, mulai dari kereta, bus, sepeda, hingga berjalan kaki.

Bagi sebagian karyawan, pilihan tersebut awalnya lahir karena alasan praktis seperti lebih hemat, lebih cepat, atau lebih sehat. Namun dalam keseharian, kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pengurangan konsumsi BBM dan emisi kendaraan pribadi.

Di Head Office PTPN IV PalmCo, Nabila Shifa menjadi salah satu karyawan yang memilih menggunakan transportasi umum. Setiap hari, ia menempuh perjalanan dari Depok menuju Jakarta menggunakan Commuter Line.

Sebagai warga komuter, Nabila sudah terbiasa dengan rutinitas pagi, mulai dari menuju stasiun, menunggu kereta, hingga melanjutkan perjalanan menuju kantor.

“Awalnya saya menggunakan Commuter Line karena lebih praktis dari Depok ke Jakarta. Tetapi lama-kelamaan saya merasa ini juga menjadi cara sederhana untuk ikut mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ujar Nabila.

Menurutnya, penggunaan transportasi umum membuat perjalanan lebih terukur dan efisien. “Dengan Commuter Line, saya bisa memperkirakan waktu perjalanan. Biayanya juga lebih efisien. Bagi saya, ini bukan hanya soal berangkat kerja, tetapi juga soal membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap energi dan lingkungan,” katanya.

Pilihan serupa juga dilakukan Christovanly, karyawan PTPN IV PalmCo Head Office yang menggunakan TransJakarta sebagai moda transportasi menuju kantor. “TransJakarta sangat membantu mobilitas saya. Selain lebih hemat, saya juga merasa ikut berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dan konsumsi BBM,” ujar Christovanly.

Ia menilai perubahan kebiasaan tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar. “Mungkin terlihat sederhana, hanya memilih naik bus. Tapi kalau dilakukan oleh banyak orang, dampaknya akan terasa. Kita bisa ikut mendukung efisiensi energi dari kebiasaan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu di PTPN IV Regional III Riau, sejumlah karyawan mulai membiasakan diri menggunakan sepeda untuk berangkat ke kantor melalui Komunitas Gowes Regional III atau Go_R3.

Ketua Go_R3, Hendra, mengatakan minat karyawan untuk bersepeda terus meningkat sejak awal bulan lalu. “Sejak awal bulan lalu, kami melihat semakin banyak karyawan yang menggunakan sepeda ke kantor. Ini perkembangan yang positif karena bersepeda bukan hanya membuat tubuh lebih sehat, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap efisiensi energi,” ujar Hendra.

Menurutnya, aktivitas bersepeda juga mempererat kebersamaan antarpegawai di luar ruang kerja formal. “Kami ingin gerakan ini berkelanjutan. Kalau semakin banyak karyawan yang ikut, pesan yang disampaikan juga semakin kuat bahwa kita bisa berkontribusi terhadap penghematan energi mulai dari diri sendiri,” katanya.

Di Medan, karyawan PTPN IV Regional I Rahmad Syahputra memilih berjalan kaki menuju kantor setiap hari sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat. “Bagi saya berjalan kaki ke kantor itu menyenangkan. Saya memang suka olahraga, jadi aktivitas ini sekaligus menjadi cara menjaga kebugaran sebelum mulai bekerja,” ujar Rahmad.

Ia menilai berjalan kaki menjadi pilihan yang efektif selama jarak rumah dan kantor masih memungkinkan. “Kalau jaraknya masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki, saya lebih memilih jalan. Lebih sehat, lebih sederhana, dan tentu lebih hemat energi,” katanya.

Hal serupa juga dilakukan Hery Kusdiyanto, karyawan PTPN IV Regional VII Lampung yang rutin berjalan kaki menuju kantor. “Menurut saya berjalan kaki itu lebih hemat. Tidak perlu biaya transportasi, tidak menggunakan BBM, dan badan juga terasa lebih segar,” ujar Hery.

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan maupun lingkungan. “Kalau bisa dimulai dari diri sendiri, kenapa tidak? Hal kecil seperti berjalan kaki ternyata memberi manfaat untuk kesehatan dan lingkungan,” katanya.

Berbagai kebiasaan yang dijalankan para karyawan PalmCo tersebut menunjukkan bahwa upaya efisiensi energi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari penggunaan transportasi publik, bersepeda, hingga berjalan kaki, seluruhnya menjadi bagian dari budaya kerja yang mendukung prinsip keberlanjutan dan pengurangan emisi.

Melalui semangat tersebut, Holding Perkebunan Nusantara bersama PTPN IV PalmCo terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih adaptif, sehat, dan berorientasi pada keberlanjutan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi nasional dan pembangunan rendah emisi.

Perkuat Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN I Gandeng Jinxiang Kembangkan Bawang

CIANJUR — Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui salah satu subholdingnya, yakni PTPN I, menjalin kerja sama strategis dengan Jinxiang Corporation, investor asal Tiongkok, dalam pengembangan budi daya bawang merah dan bawang putih guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kerja sama tersebut ditandai dengan kegiatan survei bersama lahan milik PTPN I yang berlokasi di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (22/4/2026).

Dari pihak Holding Perkebunan Nusantara, kegiatan ini dihadiri Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) Rizal Damanik, Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar, Region Head PTPN I Regional 2 Desmanto, serta jajaran ahli dari PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN). Sementara itu, pihak Jinxiang Corporation diwakili oleh CEO Jinxiang Group, Mr. Yang, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Petani Bawang Tiongkok.

Rombongan meninjau langsung sejumlah lokasi potensial, antara lain Kebun Gedeh di Kabupaten Cianjur serta Kebun Rancabali di Kabupaten Bandung, yang merupakan unit kerja PTPN I Regional 2.

Di sela kegiatan, Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal Damanik, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari penugasan Kementerian Pertanian dalam rangka penyediaan lahan untuk mendukung swasembada pangan nasional. Ia menjelaskan, secara nasional target ketersediaan lahan pada tahun ini mencapai 10.000 hektare dengan fokus utama di wilayah Jawa Barat.

Sementara itu, Direktur Operasional PTPN I, Fauzi Omar, menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendukung program hilirisasi yang diamanahkan pemerintah melalui penyediaan lahan produktif.

“PTPN I berkomitmen penuh mendukung mandat hilirisasi pemerintah dengan menyediakan lahan strategis di Regional 2 Jawa Barat bagi para investor global. Kami memastikan ketersediaan lahan ini tidak hanya untuk aktivitas tanam, tetapi juga untuk membangun ekosistem industri pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” tegas Fauzi Omar.

Ia menambahkan, optimalisasi lahan dilakukan melalui kajian komprehensif dengan tetap menjaga sinergi bersama program Pemberdayaan Masyarakat Desa sekitar Kebun (PMDK). Langkah ini bertujuan menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Survei ini merupakan tahapan awal dalam mengidentifikasi kesesuaian lahan dengan mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, serta prinsip keberlanjutan.

Dari pihak mitra, CEO Jinxiang Group, Mr. Yang, mengungkapkan ketertarikannya untuk mengembangkan bisnis bawang secara komprehensif di Indonesia. Ia menilai lahan PTPN I di wilayah Bandung, Subang, dan Cianjur memiliki potensi yang sesuai untuk pengembangan varietas unggul bawang merah dan bawang putih asal Tiongkok.

“Pemerintah Indonesia sangat mendukung program ini. Kami ingin membangun pusat produksi yang kuat di sini. Saat ini, pihaknya juga telah memulai produksi percontohan di kawasan Pacet, Cianjur,” ujarnya.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian serta hasil Rapat Kerja dengan DPR RI terkait penguatan cadangan benih bawang putih nasional.

Melalui kolaborasi ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi aset lahan, pengembangan komoditas strategis, serta kemitraan dengan investor global berbasis prinsip keberlanjutan.