Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kompetensi SDM melalui Pelatihan Pemeriksaan Mutu CPO di KPBN Dumai

DUMAI – PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), bagian dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero) selaku Holding Perkebunan Nusantara, menyelenggarakan kegiatan In House Training bertema Pemeriksaan Mutu CPO dan Turunannya secara luring pada Senin–Selasa, 18–19 Mei 2026, di PT KPBN Unit Dumai, Jalan Datuk Laksamana, Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Riau.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan bekerja sama dengan SUCOFINDO sebagai mitra pelaksana pelatihan dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi serta pemahaman teknis peserta terkait pemeriksaan mutu Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang mencakup pengenalan produk CPO dan turunannya, proses inspeksi, teknik sampling, hingga pengujian mutu produk CPO dan turunannya. Pelatihan berlangsung secara interaktif bersama para trainer profesional dari SUCOFINDO, diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest sebagai bagian dari evaluasi pemahaman peserta.

Program ini merupakan bagian dari upaya KPBN dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam aspek pengendalian mutu dan pemahaman standar kualitas produk sawit yang menjadi salah satu komoditas strategis nasional.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis dan wawasan terkait standar mutu CPO sehingga mampu mendukung kualitas kerja, akurasi proses bisnis, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas di lingkungan perusahaan.

Sebagai bagian dari ekosistem Holding Perkebunan Nusantara, KPBN terus berkomitmen menghadirkan program-program pengembangan kompetensi yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan guna mendukung transformasi bisnis perusahaan serta peningkatan daya saing industri kelapa sawit nasional.

Pelaksanaan pelatihan ini juga sejalan dengan komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berintegritas sebagai fondasi utama untuk menciptakan tata kelola industri sawit yang semakin modern, efisien, dan berkelanjutan.

Sri Pamela Group Gelar Sosialisasi Hukum, Perkuat Kepatuhan dan Integritas di Lingkungan Holding Perkebunan Nusantara

TEBING TINGGI – PT Sri Pamela Medika Nusantara, salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Hukum bagi seluruh unit usaha yang tergabung dalam Sri Pamela Group sebagai upaya meningkatkan kepatuhan terhadap hukum serta memperkuat profesionalisme kerja di lingkungan perusahaan.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026, di Kantor Pusat PT Sri Pamela Medika Nusantara tersebut mengangkat pembahasan mengenai dinamika regulasi terbaru di Indonesia, khususnya terkait Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan implikasi berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Untuk memperdalam pemahaman peserta, perusahaan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang hukum, yaitu Saptha Nugraha Isa, S.H., M.H., seorang advokat. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai poin penting dalam regulasi baru tersebut serta implementasinya dalam dunia kerja dan korporasi.

Melalui kegiatan ini, manajemen berharap seluruh insan Sri Pamela Group dapat memiliki pemahaman hukum yang lebih komprehensif. Pemahaman terhadap regulasi yang berlaku dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari agar tetap sejalan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi dan menggali lebih dalam berbagai aspek hukum yang relevan dengan operasional unit kerja masing-masing.

Manajemen PT Sri Pamela Medika Nusantara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber atas materi dan wawasan yang telah dibagikan, serta kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan baik.

Melalui sosialisasi ini, perusahaan berharap pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik, memperkuat budaya kepatuhan, serta menjaga integritas di lingkungan Sri Pamela Group sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara.

Holding Perkebunan Nusantara Wujudkan Kepedulian Sosial melalui Ibadah Kurban Insan PTPN IV Regional V

PONTIANAK – Semangat berbagi dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan PTPN IV Regional V, salah satu anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Momentum Idul Adha dimaknai insan perusahaan sebagai sarana memperkuat nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Hari Raya Idul Adha yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menunjukkan ketaatan, keikhlasan, serta pengorbanan kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut menjadi simbol ketulusan iman sekaligus semangat kepedulian dan pengabdian yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, insan PTPN IV Regional V melaksanakan ibadah kurban dengan mengurbankan sebanyak 60 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk kepedulian sosial perusahaan dan karyawan kepada masyarakat sekitar. Melalui momentum Idul Adha, PTPN IV Regional V terus memperkuat nilai kebersamaan, semangat berbagi, dan harmonisasi dengan lingkungan sekitar perusahaan.

Ketua Forum Silaturahmi Muslim PalmCo (FSMP) PTPN IV Regional V, Donny Usman, mengatakan bahwa hewan kurban yang terkumpul merupakan bentuk nyata kepedulian sosial insan PTPN IV Regional V kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Penyaluran hewan kurban ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan semangat kebersamaan karyawan PTPN IV Regional V kepada masyarakat di sekitar. Momentum Idul Adha juga menjadi pengingat pentingnya nilai keikhlasan, solidaritas, dan semangat berbagi antar sesama,” ujar Donny Usman.

Sementara itu, Business Support Head PTPN IV Regional V, Donny Amril, menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban tersebut merupakan wujud kebersamaan insan perusahaan dalam memaknai Idul Adha melalui aksi berbagi dan kepedulian kepada masyarakat.

“Pelaksanaan kurban ini merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian insan PTPN IV Regional V kepada masyarakat sekitar. Semoga hewan kurban yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat yang menerima,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas semangat karyawan dalam menjalankan ibadah kurban. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan tumbuhnya nilai keikhlasan, kepedulian, dan solidaritas di lingkungan perusahaan.

“Melalui kegiatan kurban ini, karyawan PTPN IV Regional V memperlihatkan bahwa perusahaan juga merupakan bagian dari komunitas sosial di sekelilingnya. Semangat berbagi dan kepedulian inilah yang terus kami jaga dalam momentum Idul Adha,” tuturnya.

Kegiatan kurban di lingkungan PTPN IV Regional V rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari peringatan Hari Raya Idul Adha. Selain menjadi wujud ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT, ibadah kurban juga menjadi sarana memperkuat nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam kehidupan sehari-hari.

PTPN IV Regional III Perkuat Peran Sosial Holding Perkebunan Nusantara melalui Bantuan Ternak Produktif di Kampar

PEKANBARU – PTPN IV Regional III, anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyalurkan bantuan berupa 20 ekor sapi ternak produktif bagi masyarakat Desa Kasikan dan Talang Danto, Kabupaten Kampar, Riau.

Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut merupakan bagian dari inisiatif perusahaan dalam memperluas dampak ekonomi inklusif sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Operation Head PTPN IV Regional III, Sori Pardomuan Ritonga, menjelaskan bahwa bantuan tersebut dirancang tidak sekadar sebagai dukungan jangka pendek, melainkan sebagai investasi sosial yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Bantuan ini kami arahkan untuk memperkuat basis ekonomi masyarakat desa secara produktif. Kami ingin program ini mampu menciptakan efek berganda, baik dari sisi peningkatan pendapatan maupun kemandirian pangan masyarakat,” kata dia saat menyerahkan langsung bantuan tersebut.

Sebanyak 20 ekor indukan sapi produktif yang disalurkan terdiri dari 10 ekor untuk masyarakat Desa Kasikan dan 10 ekor untuk masyarakat Desa Talang Danto. Seluruh ternak merupakan sapi usia produktif di bawah dua tahun yang telah dipilih dari peternakan sapi unggul.

Lebih lanjut, Sori menegaskan bahwa setiap desa menerima paket ternak lengkap, yakni sapi jantan dan betina, guna mendukung proses pengembangbiakan secara mandiri.

“Dengan komposisi tersebut, kami berharap masyarakat tidak hanya memelihara, tetapi juga mampu mengembangkan populasi ternak secara berkelanjutan. Ini penting untuk memastikan manfaat ekonomi dapat terus tumbuh dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki potensi pengembangan peternakan.

“Pendekatan yang kami lakukan adalah pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal. Setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda, sehingga program yang dijalankan juga disesuaikan agar tepat sasaran dan berdampak nyata,” tambahnya.

Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Datuk Banda Garu selaku Ninik Mamak Desa Talang Danto menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan perusahaan terhadap masyarakat adat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Ini sangat membantu dalam memperkuat ekonomi masyarakat kami. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut ke depan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Kasikan, Alhudri, yang menilai bantuan tersebut menjadi peluang baru bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif berbasis peternakan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari PTPN IV Regional III. Bantuan ini akan kami kelola dengan baik agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Harapan kami, sinergi ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan,” katanya.

Melalui program TJSL yang terarah, PTPN IV Regional III menegaskan perannya tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai agen pembangunan yang berkontribusi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah operasionalnya.

Selain sektor peternakan, PTPN IV Regional III dalam beberapa waktu terakhir juga aktif mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di sejumlah daerah. Di Kabupaten Kampar, perusahaan mendorong keterlibatan ratusan kelompok perempuan dalam budidaya dan pengolahan ikan lele serta pengembangan produk turunan sawit.

Sementara itu, di Kabupaten Rokan Hulu, perusahaan turut berkontribusi dalam program pengentasan stunting, serta di Kabupaten Siak melalui penguatan moral dan pembinaan generasi muda.

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen ESG melalui Gerakan “One Man One Tree” PTPN IV Regional V

Pontianak – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero), mempertegas komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui gerakan penanaman pohon bertajuk “One Man One Tree”.

Melalui program tersebut, perusahaan menargetkan penanaman sebanyak 50.000 pohon sepanjang tahun 2026 yang tersebar di berbagai wilayah operasional, mulai dari Aceh hingga Kalimantan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas bisnis dan kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini operasional perusahaan.

Sebagai bagian dari gerakan tersebut, PTPN IV Regional V melaksanakan penanaman pohon secara serentak di kawasan High Conservation Value (HCV) yang berada di wilayah kerja perusahaan. Sebanyak 3.000 pohon ditanam di seluruh kebun dan unit kerja PTPN IV Regional V sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi serta mendukung keberlanjutan ekosistem.

Bibit tanaman yang ditanam terdiri dari berbagai jenis tanaman keras dan tanaman produktif, seperti trembesi, durian, jambu, mahoni, dan matoa. Pemilihan jenis tanaman tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis jangka panjang, mendukung konservasi lingkungan, serta menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan operasional perusahaan.

Donny Amril, Business Support Head PTPN IV Regional V mengatakan bahwa program penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan wujud nyata kepedulian perusahaan dalam menjaga keberlangsungan lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin memprihatinkan.

Menurutnya, gerakan “One Man One Tree” menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan praktik perkebunan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di seluruh lini operasional perusahaan dengan melibatkan seluruh karyawan agar turut berpartisipasi aktif menjaga kelestarian alam.

“Program ini tidak hanya dilaksanakan oleh perusahaan secara kelembagaan, tetapi juga melibatkan seluruh karyawan hingga ke tingkat unit terkecil. Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Donny Amril.

Ia menambahkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tugas dan tanggung jawab bersama sebagai insan yang bersentuhan langsung dengan alam. Karena itu, kepedulian terhadap kelestarian lingkungan harus menjadi bagian dari budaya kerja dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.

“Menjaga lingkungan harus menjadi gaya hidup sehingga dapat menjadi contoh bagi generasi berikutnya. Tanaman yang telah ditanam juga harus dijaga dan dirawat agar tumbuh subur serta memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PTPN IV Regional V berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati, serta meningkatkan kesadaran seluruh insan perusahaan akan pentingnya menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Melalui PT RPN, Holding Perkebunan Nusantara Hidupkan Kembali Kawasan Heritage P3GI sebagai Pusat Edukasi dan Ekonomi

PASURUAN – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus menghidupkan kembali kawasan bersejarah Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) sebagai pusat edukasi dan penggerak ekonomi berbasis heritage.

Melalui penataan kawasan cagar budaya dan pengembangan museum gula, PT RPN mendorong pemanfaatan warisan sejarah tidak hanya sebagai objek pelestarian, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran publik dan sumber nilai tambah bagi masyarakat.

Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan bertema “Adaptif Bangunan Gedung Cagar Budaya untuk Mendukung Kesejahteraan Masyarakat” yang diselenggarakan melalui sinergi dan kolaborasi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur di kompleks P3GI, Pasuruan.

Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, akademisi, serta pegiat pelestarian budaya dalam membahas strategi pemanfaatan kawasan heritage secara berkelanjutan.

Kepala P3GI, Aris Lukito, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari peran strategis PT RPN sebagai holding knowledge di sektor perkebunan.

“Kami ingin P3GI tidak hanya menjadi pusat penelitian, tetapi juga tempat edukasi sejarah dan teknologi gula,” ujar Aris.

Sejak ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Pasuruan pada 2020 dan meningkat menjadi cagar budaya tingkat provinsi pada 2021, kawasan P3GI terus dikembangkan secara bertahap. Sejak 2023, revitalisasi difokuskan pada penguatan fungsi edukasi melalui museum gula serta pengelolaan kawasan berbasis pelestarian.

Pengakuan terhadap nilai historis dan intelektual P3GI juga semakin menguat, ditandai dengan arsip sejarahnya yang telah memperoleh pengakuan Memory of the World (MoW) tingkat provinsi dan tengah diajukan ke UNESCO.

Pemerintah daerah turut mengapresiasi langkah tersebut. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Agus Budi Darmawan, menyebut P3GI sebagai model pemanfaatan cagar budaya yang produktif. “P3GI menjadi contoh bagaimana bangunan cagar budaya dapat dirawat dan dimanfaatkan untuk edukasi masyarakat serta generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Disbudpar Jawa Timur, Satria Devi Kurniawan, menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian terletak pada kemampuannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Cagar budaya bukan hanya tentang menjaga bangunan lama, tetapi bagaimana kawasan tersebut bisa hidup, bermanfaat, dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara PT RPN, pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya, kawasan P3GI diharapkan dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan heritage yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus menghubungkan warisan masa lalu dengan kebutuhan masa depan.

Holding Perkebunan Nusantara Tebar Manfaat Idul Adha, 1.713 Hewan Kurban PalmCo Disalurkan ke Berbagai Daerah

JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, karyawan muslim PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyiapkan sedikitnya 1.713 ekor hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di berbagai daerah.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.483 ekor sapi dan 230 ekor kambing atau domba. Hewan kurban itu tersebar di tujuh regional operasional perusahaan yang mencakup wilayah Sumatera hingga Kalimantan.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Jatmiko K Santosa mengatakan, pengadaan hewan kurban mayoritas berasal dari partisipasi sukarela para karyawan muslim di lingkungan perusahaan. Tradisi tahunan itu, menurut dia, menjadi bagian dari budaya gotong royong yang terus dipertahankan di tengah aktivitas bisnis perusahaan.

“Pembiayaan hewan kurban ini sebagian besar berasal dari urunan mandiri karyawan di berbagai unit kerja. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh di lingkungan perusahaan,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan kurban tidak semata dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan, melainkan juga upaya memperkuat hubungan sosial antara perusahaan dan masyarakat sekitar perkebunan.

Menurut Jatmiko, distribusi daging kurban tahun ini juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Penyaluran dilakukan antara lain di kawasan sekitar Batang Toru hingga beberapa daerah di Aceh yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami bencana banjir. “Kami ingin kehadiran perusahaan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit,” kata dia.

Jumlah hewan kurban yang terkumpul tahun ini tercatat meningkat dibandingkan Idul Adha tahun sebelumnya. Perusahaan memperkirakan angka tersebut masih dapat bertambah karena proses pendataan partisipasi dari sejumlah unit kerja masih berlangsung hingga mendekati hari raya.

Peningkatan jumlah hewan kurban itu dinilai mencerminkan tingginya antusiasme karyawan untuk terlibat dalam kegiatan sosial keagamaan. Selain menjadi momentum ibadah, kurban juga dipandang sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial di kawasan operasional perusahaan perkebunan yang tersebar di berbagai daerah.

Produksi Pandai Besi Binaan PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Capai 30.000 Unit Perbulan

PEKANBARU – Di Desa Teratak, denting besi yang dihantam mesin bertalu-talu menjadi denyut kehidupan masyarakat. Percikan api serta suara mesin gerinda dan cutting laser menghidupkan aktivitas ekonomi para pandai besi yang tergabung dalam CV Mola Maju Basamo (MMB).

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTPN IV PalmCo, subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), turut mengambil peran dalam mendorong transformasi usaha masyarakat tersebut.

Terbaru, perusahaan menyalurkan bantuan senilai Rp115 juta berupa air hammer dan automatic grinder yang mampu meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan. Dari semula sekitar 3.000 unit alat perkebunan per bulan, kini produksi meningkat hingga mencapai 30.000 unit per bulan.

Kehadiran PTPN IV PalmCo di Desa Teratak bukan berlangsung secara instan, melainkan melalui proses pendampingan berkelanjutan yang dibangun dalam semangat kebersamaan dan kolaborasi sejak masa pandemi COVID-19.

Pimpinan CV Mola Maju Basamo, Desrico Apriyus, mengatakan titik balik perkembangan usaha mereka bermula pada 2020, ketika pandemi menyebabkan banyak pelaku usaha mengalami kesulitan.

“Waktu itu hampir semua orang kesulitan menjual produk. Ekonomi seperti lumpuh. Tapi justru di situ PTPN hadir. Mereka menyerap produk kami, membimbing kami, dan membantu kami, sehingga kami tetap bisa berproduksi di tengah situasi yang sulit,” ujarnya.

Seiring waktu, kemitraan tersebut berkembang semakin kuat. Pada tahun berikutnya, PTPN turut memberikan dukungan permodalan melalui program kemitraan senilai Rp800 juta.

Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan usaha. Bengkel-bengkel kecil yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri mulai terkonsolidasi menjadi sentra produksi yang lebih terorganisasi. Kelompok Usaha Bersama (KUB) pun berkembang menjadi badan usaha yang lebih profesional.

Produk yang sebelumnya dipandang sebelah mata kini telah berkembang menjadi produk unggulan desa dan mengantongi sertifikasi nasional. Teknologi produksi juga mulai diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas usaha. “Tanpa kehadiran PTPN, sulit dibayangkan kami bisa menghasilkan produksi sampai 1.000 produk per hari,” ujarnya.

Desrico menjelaskan bahwa dukungan PTPN kini menjadi tulang punggung usaha masyarakat desa. Di bengkel produksi yang berada di bawah rindangnya pohon mahoni, terdapat empat unit air hammer yang digunakan untuk memproduksi alat pertanian. “Ini semua dari PTPN. Ada yang bantuan bergilir dan bergulir, ada yang hibah,” tuturnya.

Peningkatan kapasitas produksi turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Jumlah pekerja yang sebelumnya hanya belasan orang kini meningkat menjadi 23 karyawan dan diproyeksikan bertambah menjadi 33 orang dalam waktu dekat. Selain itu, sekitar 100 pemuda desa juga dilibatkan sebagai mitra pemasaran, baik secara daring maupun langsung kepada pasar dan petani.

“Multiplier effect-nya jelas. Dengan produksi meningkat, kami butuh lebih banyak tenaga kerja. Itu membuka lapangan pekerjaan. Masyarakat juga ikut merasakan dampaknya,” paparnya.

Peningkatan produktivitas usaha juga berdampak pada kesejahteraan pekerja. Jika sebelumnya penghasilan relatif terbatas, kini rata-rata pekerja memperoleh pendapatan sekitar Rp7 juta per bulan dan diproyeksikan meningkat hingga Rp10 juta sampai Rp15 juta per bulan.

Tak hanya berdampak secara ekonomi, geliat usaha tersebut juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat Desa Teratak. Sebagian keuntungan usaha mulai dialokasikan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial masyarakat.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menegaskan bahwa program TJSL perusahaan dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan keberlanjutan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, program TJSL kami arahkan untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan mendorong kemandirian ekonomi,” kata Jatmiko.

Ia menambahkan, kemitraan dengan kelompok usaha seperti pandai besi di Kampar merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat rantai pasok industri perkebunan yang inklusif sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Kini, di Desa Teratak, denting besi yang dahulu sekadar rutinitas kerja telah menjelma menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat. Dari bara yang ditempa setiap hari, lahir bukan hanya alat-alat perkebunan, tetapi juga harapan bagi masa depan desa dan generasi mudanya.

Kumpulkan 65 Ekor Hewan Kurban, Holding Perkebunan Nusantara Wujudkan Semangat Berbagi Idul Adha melalui PTPN IV Regional V

PONTIANAK – Semangat kebersamaan dan gotong royong mewarnai peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan PTPN IV Regional V, salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Karyawan muslim di seluruh unit kerja turut berpartisipasi dalam menyiapkan hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, karyawan PTPN IV Regional V akan mengurbankan sebanyak 60 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Hewan kurban tersebut akan didistribusikan ke berbagai kebun, pabrik kelapa sawit, serta wilayah binaan perusahaan di Kalimantan Barat untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Forum Silaturahmi Muslim PalmCo (FSMP) PTPN IV Regional V, Donny Usman mengatakan bahwa hewan kurban yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial kepada lingkungan sekitar. Momentum Hari Raya Idul Adha, menurutnya, juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, dan semangat berbagi antar sesama.

“Penyaluran hewan kurban ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan semangat kebersamaan karyawan PTPN IV Regional V kepada masyarakat di sekitar wilayah. Momentum Idul Adha juga menjadi pengingat pentingnya nilai keikhlasan, solidaritas, dan semangat berbagi antar sesama,” ujar Donny Usman.

Sementara itu, Business Support Head PTPN IV Regional V, Donny Amril menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban tersebut merupakan bentuk nyata kebersamaan dan kepedulian insan PTPN IV Regional V kepada masyarakat sekitar. Menurutnya, hewan kurban sapi dan kambing yang disalurkan merupakan kontribusi karyawan dari seluruh unit kerja di lingkungan perusahaan.

“Pelaksanaan kurban ini merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian insan PTPN IV Regional V kepada masyarakat sekitar. Semoga hewan kurban yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat yang menerima,” ujarnya.

Lebih lanjut, Donny Amril juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas semangat karyawan dalam menjalankan ibadah kurban. Ia menilai Idul Adha menjadi refleksi nilai-nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan yang terus tumbuh di lingkungan perusahaan.

“Jiwa dan semangat karyawan untuk menjalankan ibadah kurban tentu menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan. Melalui kegiatan kurban ini, karyawan PTPN IV Regional V memperlihatkan bahwa perusahaan juga merupakan bagian dari komunitas sosial di sekelilingnya,” tuturnya.

Kegiatan kurban di lingkungan PTPN IV Regional V rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.

Holding Perkebunan Nusantara Terus Dorong Transisi Energi dan Efisiensi, Pabrik Sawit PTPN IV PalmCo Raih PROPER Hijau

JAKARTA — Upaya penguatan praktik keberlanjutan di industri kelapa sawit kembali mendapat pengakuan. Dua unit pabrik milik PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero), yakni Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Mangkei dan PKS Bah Jambi, meraih peringkat Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) periode 2024–2025 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam seremoni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Peringkat Hijau dalam PROPER menunjukkan bahwa perusahaan dinilai telah melampaui standar kepatuhan dasar pengelolaan lingkungan atau beyond compliance.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan capaian ini mencerminkan arah transformasi perusahaan yang semakin menitikberatkan pada efisiensi energi dan penurunan emisi. “Kami berupaya mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan serta menekan emisi di area produksi. Ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan,” ujar Jatmiko kepada media, Selasa (05/05/2026).

Salah satu inovasi diterapkan di PKS Sei Mangkei yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Pabrik ini mengoperasikan fasilitas methane capture yang menangkap gas metana dari limbah cair kelapa sawit (POME) untuk diolah menjadi energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Pemanfaatan ini dinilai mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan efisiensi energi internal pabrik.

Sementara itu, PKS Bah Jambi melakukan sejumlah langkah efisiensi operasional, antara lain konversi pompa air berbahan bakar solar menjadi pompa listrik. Berdasarkan data perusahaan, langkah ini menurunkan konsumsi solar secara signifikan, dari 3.695 liter pada 2023 menjadi 2.364,7 liter pada 2024. Selain itu, otomatisasi pada tangki air panas juga diterapkan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi.

Dalam pengelolaan limbah padat, kedua pabrik memanfaatkan serat kelapa sawit sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik dan produksi uap. Adapun limbah tandan kosong (jangkos) dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Khusus di Bah Jambi, limbah tersebut juga dimanfaatkan bersama masyarakat sekitar sebagai media tanam jamur.

Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan perusahaan menargetkan peningkatan kinerja lingkungan di seluruh unit operasional. Saat ini, manajemen menetapkan standar minimal peringkat Biru untuk seluruh pabrik dan kebun. “Kami mendorong lebih banyak unit untuk naik ke peringkat Hijau pada periode berikutnya, bahkan dalam jangka panjang menuju PROPER Emas,” kata Ugun.

Berdasarkan data Rapor Final PROPER 2024–2025, sejumlah unit usaha lainnya di lingkungan PTPN IV PalmCo telah memenuhi standar kepatuhan lingkungan dan meraih peringkat Biru.

Capaian ini menjadi bagian dari upaya industri sawit nasional untuk menjawab tantangan keberlanjutan, di tengah tuntutan global terhadap praktik produksi yang lebih ramah lingkungan.